
Laporan terbaru menyebut iPhone lipat pertama Apple masih berpeluang meluncur pada 2026. Informasi ini muncul setelah kabar soal hambatan teknik sempat memicu spekulasi bahwa jadwal perangkat tersebut akan mundur.
Mengacu pada newsletter Power On milik Mark Gurman dari Bloomberg, Apple disebut tetap menargetkan pengenalan iPhone Fold pada acara musim gugur di September 2026. Gurman menegaskan ada kendala rekayasa yang belum sepenuhnya tuntas, tetapi hambatan itu belum menggeser target peluncuran.
Apple masih mengejar target rilis
Kabar ini penting karena Apple selama ini dikenal sangat hati-hati saat memasuki kategori produk baru. Perusahaan biasanya menunda peluncuran jika kualitas perangkat belum sesuai standar internal, terutama untuk produk yang berisiko tinggi seperti ponsel lipat.
Di saat banyak merek Android sudah lebih dulu bermain di pasar foldable, Apple justru mengambil jalur yang lebih lambat. Strategi ini sejalan dengan pola sebelumnya, ketika Apple cenderung masuk setelah teknologi inti dianggap cukup matang untuk dipasarkan secara luas.
Menurut laporan yang dirujuk, masalah utama saat ini bukan lagi sekadar tanggal peluncuran. Tantangan yang lebih besar justru ada pada kemampuan produksi massal dalam jumlah yang sesuai target penjualan awal.
Masalah produksi belum selesai
Sumber yang sama menyebut lini produksi iPhone Fold masih menghadapi persoalan. Gangguan ini diperkirakan tidak membatalkan rencana peluncuran, tetapi dapat menyulitkan Apple untuk memenuhi volume unit yang semula diharapkan.
Sebelumnya, Apple dilaporkan menargetkan produksi sekitar 7 juta hingga 8 juta unit iPhone Fold hingga akhir tahun penjualan awal. Namun, dengan situasi manufaktur saat ini, angka tersebut dinilai semakin sulit dicapai.
Kondisi itu relevan karena perangkat lipat memiliki struktur yang jauh lebih kompleks dibanding ponsel biasa. Komponen seperti engsel, panel fleksibel, ketahanan lipatan layar, dan distribusi panas menjadi tantangan teknis yang dapat memengaruhi hasil produksi.
Jika tingkat hasil produksi belum ideal, biaya per unit biasanya ikut naik. Dalam skenario seperti itu, konsumen berpotensi menanggung sebagian besar beban lewat harga jual yang lebih tinggi.
Harga bisa menjadi rekor baru
Perkiraan harga iPhone Fold juga ikut berubah. Laporan sebelumnya sempat mengarah pada banderol awal sekitar $2,300, tetapi update terbaru dari Gurman menyebut harga debutnya bisa mencapai $3,000.
Apabila angka itu benar, iPhone Fold akan menjadi iPhone termahal yang pernah dirilis Apple. Posisi harga tersebut menempatkannya jauh di atas model Pro Max yang selama ini menjadi lini premium utama perusahaan.
Berikut gambaran singkat poin penting dari laporan terbaru:
| Aspek | Informasi utama |
|---|---|
| Target peluncuran | September 2026 |
| Status proyek | Masih sesuai jalur |
| Kendala utama | Hambatan teknik dan produksi |
| Target produksi awal | 7 juta hingga 8 juta unit |
| Estimasi harga lama | $2,300 |
| Estimasi harga terbaru | Hingga $3,000 |
Harga tinggi ini juga masuk akal bila dilihat dari strategi pasar Apple. Perangkat generasi pertama dalam kategori baru sering ditempatkan sebagai produk sangat premium, dengan volume terbatas dan margin tinggi.
Di sisi lain, pasar ponsel lipat global masih belum sepenuhnya menjadi arus utama. Banyak produsen tetap menjual foldable sebagai perangkat ceruk karena harga mahal dan daya tahan jangka panjang masih menjadi perhatian konsumen.
Akan hadir bersama iPhone kelas atas
Menurut laporan tersebut, iPhone Fold diperkirakan meluncur bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Jika skenario ini terwujud, Apple tampaknya akan menempatkan ponsel lipat itu sebagai bagian dari lini iPhone paling premium, bukan sebagai eksperimen terpisah.
Pendekatan tersebut dapat membantu Apple membingkai iPhone Fold sebagai produk unggulan. Strategi itu juga sejalan dengan citra perusahaan yang cenderung memperkenalkan inovasi baru dalam ekosistem premium terlebih dahulu.
Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Apple. Seperti biasa, perusahaan nyaris tidak pernah mengumbar detail produk yang belum diumumkan, sehingga semua informasi yang beredar masih berada pada ranah laporan industri dan prediksi analis.
Mengapa laporan ini penting
Pernyataan Gurman memiliki bobot karena Bloomberg kerap menjadi rujukan kuat untuk rantai pasok dan rencana produk Apple. Meski begitu, laporan semacam ini tetap harus dibaca secara hati-hati karena kalender pengembangan perangkat keras bisa berubah bila kendala teknis membesar.
Bagi pasar, sinyal bahwa Apple masih membidik 2026 cukup berarti. Kehadiran iPhone Fold berpotensi mengubah persaingan segmen foldable, terutama jika Apple berhasil menawarkan desain yang lebih matang, lipatan layar yang minim terlihat, serta integrasi perangkat lunak yang lebih rapi.
Fokus berikutnya kini tertuju pada dua hal utama. Pertama, apakah Apple mampu mengatasi hambatan produksi tanpa mengorbankan kualitas, dan kedua, apakah pasar siap menerima iPhone lipat pertama dengan harga yang disebut bisa menembus $3,000.
Source: gadgets.beebom.com








