
Apple dikabarkan menghadapi hambatan serius dalam pengembangan iPhone Fold, perangkat lipat pertama yang digadang-gadang menjadi salah satu produk paling penting di lini iPhone. Laporan terbaru menyebut jadwal produksi dan rilisnya berpotensi mundur karena masalah teknis yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Kendala itu muncul di tahap engineering verification testing, fase penting untuk menemukan cacat desain dan menyempurnakan proses manufaktur sebelum masuk produksi massal. Menurut laporan Nikkei Asia, Apple sudah memberi sinyal kepada mitra pemasok bahwa jadwal produksi bisa berubah jika masalah yang ada tidak segera ditangani.
Masalah utama bukan pada pasokan komponen
Berbeda dari banyak kasus penundaan produk teknologi yang biasanya dipicu kekurangan material, hambatan iPhone Fold justru berasal dari kompleksitas rekayasa perangkat foldable. Apple disebut masih berupaya mencari solusi yang benar-benar stabil, tetapi hasil yang ada sejauh ini belum menuntaskan semua tantangan teknis.
Situasi ini penting karena desain layar lipat memang menuntut tingkat presisi tinggi. Setiap komponen harus bekerja selaras agar engsel, panel layar, dan struktur bodi tetap awet saat perangkat dibuka dan ditutup berulang kali.
Dalam pengembangan perangkat seperti ini, kegagalan kecil bisa berdampak besar pada kualitas akhir. Karena itu, Apple tampak berhati-hati sebelum melangkah ke tahap produksi besar.
Urutan tahap yang masih harus dilewati
Sebelum iPhone Fold bisa diproduksi massal, masih ada beberapa proses verifikasi yang wajib dilalui. Tahapan ini menjadi penentu apakah perangkat sudah cukup matang untuk masuk lini produksi skala besar.
- development verification test
- engineering verification test
- production verification test
- pilot production
Rangkaian uji tersebut dipakai untuk memastikan desain, daya tahan, dan konsistensi produksi berada dalam standar yang diharapkan. Jika salah satu tahap belum lolos, jadwal produksi bisa ikut bergeser.
Periode antara April hingga awal Mei disebut sebagai momen penentu bagi Apple untuk menyelesaikan persoalan yang tersisa. Jika target internal itu meleset, strategi peluncuran iPhone Fold berpotensi ikut berubah.
Target produksi tetap besar untuk kategori baru
Meski menghadapi kendala, Apple masih melihat iPhone Fold sebagai produk penting untuk mendorong permintaan di segmen premium. Perusahaan diperkirakan menargetkan produksi awal sekitar 7 hingga 8 juta unit.
Jumlah itu memang tidak besar jika dibandingkan total produksi iPhone pada siklus peluncuran yang sama. Namun angka tersebut tetap menunjukkan bahwa Apple menempatkan perangkat lipat ini sebagai proyek dengan potensi komersial yang serius.
Apple selama ini dikenal tidak terburu-buru memasuki kategori baru. Pendekatan itu kembali terlihat pada iPhone Fold, yang tampaknya diuji secara ketat agar tidak mengulang masalah kualitas seperti yang pernah dialami beberapa vendor lain di pasar foldable.
Foxconn sudah mulai uji produksi
Di sisi rantai pasok, Foxconn dilaporkan telah memulai tahap uji produksi untuk iPhone Fold. Langkah ini menandakan bahwa pengembangan perangkat sudah mencapai fase lanjutan, meski belum cukup stabil untuk masuk produksi massal.
Apple sendiri masih menargetkan pengiriman iPhone Fold pada paruh kedua tahun 2026. Tetapi dengan tantangan teknis yang masih muncul, jadwal tersebut belum sepenuhnya aman dari revisi.
Bagi pasar, kabar ini memperlihatkan bahwa Apple serius masuk ke segmen ponsel lipat, tetapi juga menghadapi standar internal yang sangat ketat. Jika masalah engineering bisa dibereskan dalam waktu dekat, iPhone Fold masih berpeluang mengikuti jadwal yang sudah dirancang, meski risiko penundaan tetap terbuka.









