Samsung mulai menghentikan aplikasi pesan bawaannya di perangkat pengguna di Amerika Serikat dan meminta pelanggan beralih ke Google Messages sebagai aplikasi utama untuk berkirim teks. Langkah ini menandai perubahan besar pada pengalaman pesan di ponsel Galaxy, terutama bagi pengguna yang selama ini masih mengandalkan Samsung Messages untuk SMS dan percakapan berbasis data.
Samsung menyebut perpindahan ini sebagai peningkatan layanan, bukan sekadar penggantian aplikasi. Google Messages menawarkan penyaring spam dan penipuan, dukungan RCS, fitur kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan Gemini, serta kemampuan melanjutkan percakapan lintas perangkat tanpa gangguan.
Aplikasi lama segera dihentikan
Menurut pemberitahuan penghentian layanan yang disampaikan Samsung, aplikasi Samsung Messages tidak lagi bisa diunduh dan akan berhenti berfungsi pada Juli. Setelah tenggat itu berlalu, pengguna tidak lagi dapat mengirim pesan melalui aplikasi tersebut, kecuali untuk nomor layanan darurat atau kontak darurat yang sudah ditetapkan di perangkat.
Samsung Messages sebelumnya menjadi aplikasi pesan bawaan di semua smartphone perusahaan hingga 2021, seperti dilaporkan CNET. Setelah itu, perusahaan perlahan mulai menggeser pengguna ke layanan Google, termasuk lewat perilisan Galaxy Z Flip 6 dan Galaxy Z Fold 6 yang tidak lagi mendorong penggunaan aplikasi lama.
Mengapa Samsung memilih Google Messages
Peralihan ini tidak lepas dari dorongan industri menuju RCS, atau Rich Communication Services, yang dipandang sebagai standar pesan modern pengganti SMS dan MMS. Google menyebut RCS memberi pengalaman percakapan yang lebih dinamis dan aman karena mendukung enkripsi end-to-end.
Berikut alasan utama Samsung mendorong migrasi ke Google Messages:
- Penyaring spam dan penipuan yang lebih kuat.
- Dukungan RCS untuk pesan yang lebih kaya fitur.
- Integrasi dengan Gemini untuk fitur berbasis AI.
- Sinkronisasi percakapan di beberapa perangkat.
- Pengalaman chat yang lebih aman dengan enkripsi end-to-end.
Bagi pengguna yang aktif berkirim pesan antarperangkat, perpindahan ini bisa terasa lebih mulus. Google Messages juga dinilai lebih siap menghadapi kebutuhan komunikasi modern yang tidak hanya bergantung pada teks biasa.
Apa yang perlu diketahui pengguna Galaxy
Samsung mengatakan sebagian pengguna akan menerima pemberitahuan di aplikasi Samsung Messages untuk berpindah ke Google Messages, tergantung sistem operasi perangkat. Namun pada sejumlah perangkat, Google Messages tidak langsung menjadi aplikasi default dan juga belum tentu muncul di dock layar utama secara otomatis.
Samsung menyediakan petunjuk agar pengguna bisa mengatur Google Messages sebagai aplikasi utama secara manual. Langkah ini penting karena setelah aplikasi lama dihentikan, pengguna perlu memastikan pesan masuk dan keluar tetap berjalan normal di aplikasi pengganti.
Ada pula batasan kompatibilitas yang perlu diperhatikan. Samsung menyebut jam tangan yang dirilis sebelum Galaxy Watch4 tidak mendukung aplikasi pesan Google. Selain itu, perangkat Samsung yang dirilis sebelum 2022 memerlukan kedua pihak dalam percakapan untuk memakai Google Messages agar fitur RCS penuh bisa berjalan.
Dampak bagi pengguna yang masih memakai Samsung Messages
Perubahan ini akan lebih terasa pada pengguna yang belum pernah beralih dari aplikasi bawaan lama. Mereka tidak hanya harus membiasakan diri dengan antarmuka baru, tetapi juga perlu memeriksa pengaturan default, sinkronisasi perangkat, dan dukungan fitur chat yang dipakai sehari-hari.
Dalam praktiknya, pengguna yang sering mengirim pesan ke keluarga, rekan kerja, atau kontak penting perlu memastikan semua percakapan tetap tersalurkan setelah batas waktu penghentian. Jika tidak, pesan bisa terhambat atau fitur tertentu seperti RCS tidak aktif penuh, terutama pada perangkat yang lebih lawas.
Samsung juga menegaskan bahwa bukan semua perangkat mendapat pengalaman yang sama. Pada sebagian pengguna, migrasi bisa berlangsung otomatis atau setidaknya dipandu notifikasi, sedangkan pada perangkat lain prosesnya memerlukan penyesuaian manual melalui pengaturan sistem.
Apa arti perubahan ini bagi ekosistem Galaxy
Keputusan Samsung mempercepat adopsi Google Messages menunjukkan arah baru dalam strategi perangkat Galaxy. Perusahaan tampaknya ingin menstandarkan pengalaman pesan di seluruh lini produknya, sekaligus memanfaatkan fitur Google yang lebih lengkap untuk keamanan dan kecerdasan buatan.
Bagi pasar AS, penghentian Samsung Messages juga bisa mempercepat dominasi Google Messages sebagai aplikasi pesan utama di ekosistem Android. Sementara itu, pengguna yang masih memakai perangkat lama perlu memeriksa dukungan perangkat sebelum tenggat Juli agar transisi tidak mengganggu komunikasi harian.







