Seorang pemimpin kartel yang paling dicari di Meksiko, Nemesio Oseguera alias "El Mencho," tewas dalam operasi militer setelah dikunjungi oleh pasangan romantisnya. Kematian El Mencho terjadi di sebuah daerah berhutan dekat Tapalpa, negara bagian Jalisco, setelah aksi baku tembak antara pasukan keamanan dan pengawal sang bos kartel.
Kementerian Pertahanan Meksiko mengungkapkan bahwa informasi dari orang dekat pasangan El Mencho memudahkan perencanaan serangan cepat. Oseguera terluka dalam bentrokan di sebuah kompleks kabin, lalu diterbangkan helikopter ke Mexico City, tetapi meninggal dunia dalam perjalanan bersama dua pengawalnya.
Selama penggerebekan, aparat keamanan menemukan senapan dengan peluncur granat dan roket, serta mortir yang dimiliki oleh pasukan bersenjata El Mencho. Pejabat dari Kejaksaan Agung Meksiko menyatakan proses hukum tengah berjalan di 14 negara bagian, hampir setengah wilayah negara itu.
Gelombang Kekerasan Balasan
Kematian El Mencho memicu gelombang kekerasan di berbagai daerah Meksiko, dengan anggota kartel membakar kendaraan dan memblokir jalan sebagai bentuk balas dendam. Menteri Keamanan Nasional Omar Garcia Harfuch melaporkan setidaknya 30 anggota kartel dan satu warga sipil tewas dalam serangan balasan tersebut.
Selain itu, lebih dari 70 orang ditangkap di tujuh negara bagian dalam rangka meredam kerusuhan. Tidak ada warga asing yang dilaporkan menjadi korban, menurut keterangan resmi pemerintah.
Peran "El Tuli" dan Ancaman Lebih Lanjut
Menurut Kementerian Pertahanan, serangan di Jalisco dipimpin oleh "El Tuli," tangan kanan dan kepala keuangan CJNG, yang juga tewas saat mencoba ditangkap. Pria ini bahkan menawarkan hadiah sebesar 20.000 peso untuk kematian petugas militer.
Menteri Garcia mengungkapkan aparat keamanan kini memantau ketat para pemimpin CJNG guna mencegah kemungkinan restrukturisasi organisasi dan potensi lonjakan kekerasan baru. Sejumlah pengawasan khusus sudah diterapkan pada pimpinan kartel tersebut.
Peran Intelijen AS dan Reaksi Internasional
Operasi penangkapan El Mencho didukung oleh intelijen dari Amerika Serikat, yang membantu menentukan lokasi persis markasnya di Tapalpa. Namun, Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan operasi ini sepenuhnya dilakukan oleh pasukan Meksiko tanpa keterlibatan langsung militer AS.
Kematian El Mencho juga mendapat perhatian dari mantan Presiden AS Donald Trump yang menyerukan agar Meksiko meningkatkan upaya pemberantasan kartel narkoba dan perdagangan obat terlarang.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Kerusuhan pasca tewasnya El Mencho menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan dan penurunan harga saham perusahaan penerbangan serta operator bandara di Meksiko. Ekonom pasar berkembang, Kimberley Sperrfechter, menilai ketidakstabilan ini berpotensi merugikan sektor pariwisata dan proses manufaktur semikonduktor di Jalisco.
Daerah Jalisco dikenal sebagai pusat produksi elektronik, pertanian—termasuk telur, buah beri, dan alpukat—serta sebagai asal usul minuman tequila yang terkenal. Gangguan keamanan bisa berdampak luas pada berbagai sektor tersebut.
Isu Senjata Ilegal dan Krisis Kekerasan
Meksiko terus mendesak Amerika Serikat mengurangi penjualan senjata ilegal yang memperkuat persenjataan kartel. Data pemerintah AS menunjukkan sekitar 70% senjata ilegal yang ditemukan di Meksiko bersumber dari AS.
Jumlah orang yang hilang di Meksiko mencapai lebih dari 130.000, dengan sebagian besar terkait kejahatan terorganisasi dan kartel narkoba. Pemerintah Meksiko berusaha menstabilkan situasi dan menjamin keamanan agar kekerasan tidak meluas.
Pemulihan Situasi
Pemerintah melaporkan bahwa situasi mulai kembali normal dengan tidak adanya blokade jalan aktif sejak Senin pagi. Perusahaan minyak negara Pemex juga menyatakan operasi tetap berjalan normal dengan pasokan bahan bakar yang terjamin, sambil terus memantau keamanan fasilitasnya.
Meksiko menunjukkan komitmen kuat dalam melawan kartel besar seperti CJNG, meskipun tantangan kekerasan dan dampak sosial ekonomi masih tetap menjadi perhatian utama pemerintah dan masyarakat.





