Xiaomi kembali mencuri perhatian publik dengan cara yang tidak biasa. Perusahaan teknologi asal China itu meluncurkan es krim dengan varian Standard, Pro, dan Max dalam acara internal Values Conference di kampus Xiaomi, China.
Produk kuliner ini langsung ramai dibicarakan karena penyajiannya dibuat seperti peluncuran ponsel flagship. Xiaomi menampilkan es krim tersebut lengkap dengan perbandingan “spesifikasi”, fitur, dan harga, sehingga nuansanya terasa sangat dekat dengan gaya presentasi lini produk andalan mereka.
Es krim Xiaomi hadir dengan tiga varian
Peluncuran es krim ini mengikuti pola penamaan yang selama ini melekat pada lini smartphone Xiaomi. Tiga varian itu dirancang dengan identitas berbeda, mulai dari Standard yang paling sederhana hingga Max yang paling premium.
Berikut rincian varian dan harga yang diumumkan dalam acara tersebut:
| Varian | Harga | Karakter utama |
|---|---|---|
| Standard | 5,99 yuan | Rasa millet dengan taburan millet renyah |
| Pro | 6,99 yuan | Tambahan satu stik biskuit bertema “values” |
| Max | 8,99 yuan | Tiga stik biskuit di bagian dasar es krim |
Standard menjadi pilihan paling dasar dengan rasa millet yang sederhana. Tekstur renyah dari taburan millet di bagian luar memberi sentuhan berbeda tanpa membuat produk ini terlihat berlebihan.
Pendekatan promosi yang dibuat seperti peluncuran gawai
Varian Pro hadir dengan harga sedikit lebih tinggi dan membawa tambahan satu stik biskuit bertema “values”. Elemen ini diklaim memberi pengalaman makan yang lebih menarik karena menambah sensasi renyah dan memperkaya tekstur.
Sementara itu, varian Max diposisikan sebagai produk tertinggi dengan tampilan lebih premium. Tiga stik biskuit yang mengelilingi bagian dasar es krim membuat tampilannya lebih kokoh dan menegaskan kesan mewah, serupa strategi Xiaomi saat memperkenalkan varian Max atau Ultra pada smartphone.
Panggung presentasi jadi sorotan publik
Bukan hanya produknya yang viral, melainkan juga cara Xiaomi mempresentasikannya. Dalam acara internal itu, seorang koki naik ke panggung besar dan memperkenalkan es krim dengan gaya yang sangat mirip peluncuran perangkat elektronik.
Ia menggunakan slide perbandingan, menjelaskan detail fitur, lalu menempatkan tiap varian dalam urutan yang jelas. Pendekatan itu membuat banyak orang melihat bahwa Xiaomi benar-benar membawa budaya presentasi produknya ke ranah yang tidak terduga.
Respons warganet dan sindiran yang ikut menyebar
Fenomena ini cepat menyebar di media sosial China dan memicu banyak meme serta komentar lucu. Banyak warganet menilai bahwa “DNA Xiaomi” sudah meresap ke hampir semua lini produk perusahaan, bahkan sampai ke makanan penutup.
Sejumlah komentar bernada bercanda juga muncul, termasuk dugaan bahwa versi “Lite”, “Global Version”, sampai pembaruan topping melalui OTA bisa saja hadir di masa depan. Candaan semacam ini menunjukkan bagaimana publik sudah sangat mengenali gaya branding Xiaomi yang sering memberi nama produk berdasarkan kelas dan peningkatan fitur.
Tanggapan Lei Jun dan antusiasme karyawan
Pendiri Xiaomi, Lei Jun, ikut menanggapi peluncuran es krim tersebut. Ia mengaku belum sempat mencicipinya karena kesibukan, sementara para karyawan disebut rela mengantre panjang di kantin untuk mencoba produk itu.
Antusiasme tersebut menambah perhatian terhadap produk yang sebenarnya sederhana, tetapi dipresentasikan dengan pendekatan yang sangat strategis. Dalam konteks industri teknologi, langkah seperti ini menunjukkan bagaimana sebuah merek dapat memperluas identitasnya ke luar perangkat elektronik tanpa kehilangan ciri khas utama yang sudah dikenal publik.
