Elon Musk kembali memanaskan persaingan aplikasi pesan instan dengan langkah terbaru dari X, platform yang dulu bernama Twitter. Perusahaan itu akan merilis XChat, aplikasi berkirim pesan yang disebut sebagai alternatif WhatsApp dan sudah muncul di App Store untuk pengguna iPhone serta iPad.
Peluncuran XChat datang tidak lama setelah Musk melontarkan kritik terhadap WhatsApp. Di saat yang sama, X menyiapkan aplikasi ini sebagai layanan terpisah, bukan sekadar pembaruan fitur direct messages di dalam platform utama.
XChat hadir dengan fitur pesan, suara, dan video
XChat dirancang untuk menjadi ruang komunikasi yang lebih lengkap bagi pengguna X. Aplikasi ini memungkinkan pengiriman pesan teks, panggilan suara, dan panggilan video dalam satu layanan.
X juga menyatakan pesan di XChat dilindungi dengan enkripsi end-to-end. Klaim ini menjadi salah satu poin utama yang diangkat X untuk menandai perbedaan aplikasi tersebut dari layanan pesan lain yang sudah lebih dulu mapan.
Selain fungsi dasar berkirim pesan, XChat juga membawa beberapa fitur tambahan. Pengguna dapat mengirim dokumen, membuat grup, mengedit pesan, menghapus pesan untuk semua anggota percakapan, memblokir tangkapan layar, dan memakai pesan sementara yang hilang otomatis setelah lima menit.
Disiapkan sebagai pesaing langsung WhatsApp
Langkah X merilis XChat memperlihatkan ambisi Elon Musk untuk memperluas ekosistem aplikasi di bawah X. Kehadiran platform ini dapat dibaca sebagai upaya menantang dominasi WhatsApp yang selama ini menjadi salah satu aplikasi komunikasi paling populer di dunia.
Musk sebelumnya sempat membahas rencana pembaruan besar untuk fitur direct messages di X. Dalam postingannya, ia menyebut fitur baru itu akan memakai enkripsi dan arsitektur baru, yang kemudian tampak diwujudkan dalam bentuk XChat sebagai aplikasi mandiri.
Peluncuran aplikasi ini juga mempertegas arah X yang ingin mengintegrasikan lebih banyak fungsi ke dalam ekosistemnya. Dengan begitu, pengguna tidak hanya memakai X untuk media sosial, tetapi juga untuk komunikasi pribadi dan kelompok.
Rincian fitur XChat yang sudah diumumkan
Berikut sejumlah fitur yang disebut tersedia di XChat:
- Pesan teks dengan enkripsi end-to-end.
- Panggilan suara dan video.
- Pengiriman dokumen.
- Pembuatan grup hingga 481 anggota.
- Edit pesan dan hapus pesan untuk semua orang.
- Pemblokiran screenshot.
- Pesan sementara yang hilang setelah lima menit.
X juga menyebut XChat tidak akan menampilkan iklan dan tidak akan melacak pengguna, setidaknya berdasarkan deskripsi aplikasi di App Store. Janji ini tentu menjadi poin penting, terutama di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap keamanan data dan privasi digital.
Baru tersedia di perangkat Apple
Saat ini XChat hanya tersedia untuk iPhone dan iPad melalui App Store. Pengguna bisa melakukan pre-order sebelum peluncuran yang dijadwalkan pada 17 April besok.
Sampai sekarang belum ada kepastian apakah XChat akan segera hadir untuk Android. Aplikasi ini juga hanya bisa diakses oleh pengguna yang sudah memiliki akun X, sehingga aksesnya masih terbatas pada ekosistem layanan milik Musk.
Kontroversi privasi ikut membayangi peluncuran
Pengumuman XChat muncul tak lama setelah Musk menyindir kebijakan privasi WhatsApp. Ia menuduh WhatsApp berbohong soal enkripsi end-to-end, tetapi tuduhan itu langsung dibantah oleh WhatsApp.
Pihak WhatsApp menilai klaim tersebut sepenuhnya salah dan tidak masuk akal. Saling bantah ini membuat peluncuran XChat ikut disorot bukan hanya karena fiturnya, tetapi juga karena konteks persaingan dan debat soal keamanan pesan digital.
Dalam industri aplikasi pesan, isu enkripsi, privasi, dan pengelolaan data selalu menjadi faktor yang menentukan minat pengguna. X tampaknya berusaha memanfaatkan isu itu untuk mendorong XChat sebagai opsi baru bagi mereka yang mencari layanan pesan yang terhubung langsung dengan akun media sosial dan menawarkan fitur komunikasi yang lebih luas.
Source: inet.detik.com






