Pergeseran pasar tablet kini makin jelas mengarah ke perangkat yang tidak hanya ringan dibawa, tetapi juga cukup kuat untuk menangani pekerjaan serius. Sejumlah produsen besar seperti Samsung, Apple, Huawei, Microsoft, hingga Xiaomi menghadirkan tablet dengan performa mendekati laptop, berkat chipset kelas atas, dukungan keyboard, stylus, dan mode desktop.
Tren ini muncul karena kebutuhan pengguna berubah. Banyak orang kini mencari perangkat yang bisa dipakai untuk rapat, mengetik dokumen, mengedit foto atau video, hingga multitasking berat tanpa harus selalu membawa laptop penuh.
Tablet tidak lagi sekadar perangkat hiburan
Tablet modern punya posisi baru di pasar teknologi. Jika dulu perangkat ini lebih banyak dipakai untuk menonton film, membaca, atau bermain gim ringan, kini fungsinya meluas ke ranah produktivitas.
Dilansir dari Medcom, perpaduan chipset premium dan arsitektur yang menyerupai PC membuat tablet kelas atas mampu menjalankan tugas yang sebelumnya identik dengan laptop. Dukungan keyboard fisik dan stylus juga memperkuat pengalaman kerja, terutama bagi pengguna profesional dan kreator konten.
Perubahan ini penting karena mobilitas menjadi kebutuhan utama. Pengguna menginginkan satu perangkat yang bisa dipakai di mana saja tanpa terlalu banyak kompromi pada performa.
Lima tablet yang mendekati pengalaman laptop
Berikut lima tablet yang disebut menawarkan performa tinggi dan pengalaman seperti laptop:
| Model | Daya tarik utama |
|---|---|
| Samsung Galaxy Tab S11 Ultra | Layar Dynamic AMOLED 2X 14,6 inci, Samsung DeX, baterai 11.600mAh |
| iPad Pro M5 | Chipset Apple M5, dukungan editing video 4K ProRes, Magic Keyboard |
| Huawei MatePad Pro 12.2 (2026) | Chipset Kirin kelas flagship, layar OLED PaperMatte 12,2 inci, WPS Office desktop |
| Microsoft Surface Pro 11 | Intel Core Ultra, Windows penuh, Copilot+ |
| Xiaomi Pad 7 Ultra | Snapdragon 8 series, layar 11,2 inci 3.2K 120Hz |
Kelima perangkat itu hadir dengan pendekatan berbeda, tetapi tujuannya sama. Semuanya ingin memberi pengalaman kerja yang lebih fleksibel tanpa mengorbankan performa.
Samsung fokus pada produktivitas layar besar
Samsung Galaxy Tab S11 Ultra menjadi salah satu model yang paling menonjol karena membawa layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 14,6 inci. Ukuran ini memberi ruang kerja luas untuk multitasking, membuka banyak jendela, dan mengerjakan dokumen sekaligus.
Fitur Samsung DeX juga menjadi pembeda penting. Mode ini membuat antarmuka tablet terasa lebih mirip desktop, sehingga pengguna lebih nyaman saat bekerja dengan keyboard dan mouse.
Baterai 11.600mAh dengan pengisian cepat 45W menambah nilai praktis. Kapasitas besar seperti ini cocok untuk penggunaan panjang, terutama bagi pekerja mobile yang sering berpindah lokasi.
Apple mengandalkan ekosistem dan chip kelas desktop
iPad Pro M5 membawa pendekatan yang berbeda lewat chipset Apple M5. Chip ini disebut setara dengan yang digunakan pada lini MacBook terbaru, sehingga iPad Pro mampu menangani beban kerja berat dengan lebih stabil.
Kemampuan edit video 4K ProRes menjadi salah satu sorotan utamanya. Dukungan iPadOS dan Magic Keyboard juga membuat tablet ini makin dekat dengan pengalaman laptop, terutama untuk pengguna yang sudah masuk dalam ekosistem Apple.
Huawei dan Microsoft menargetkan produktivitas penuh
Huawei MatePad Pro 12.2 (2026) mengandalkan chipset Kirin kelas flagship dan layar OLED PaperMatte 12,2 inci. Teknologi layar tersebut dirancang agar nyaman di mata, sementara keyboard dan stylus memperluas fungsinya untuk menulis, menggambar, dan bekerja dengan dokumen.
Microsoft Surface Pro 11 bahkan lebih tegas menyasar pengguna yang ingin pengalaman laptop penuh. Tablet ini memakai prosesor Intel Core Ultra dan menjalankan Windows penuh, sehingga kompatibel dengan software profesional dan aplikasi desain.
Fitur Copilot+ menambah lapisan kemampuan AI untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Kombinasi ini membuat Surface Pro 11 lebih fleksibel bagi kalangan profesional yang membutuhkan perangkat kerja serbaguna.
Xiaomi ikut masuk kelas performa tinggi
Xiaomi Pad 7 Ultra melengkapi daftar ini dengan chipset kelas flagship Snapdragon 8 series. Tablet ini juga membawa layar 11,2 inci 3.2K dengan refresh rate 120Hz, yang mendukung kenyamanan saat bekerja maupun menikmati konten.
Antarmuka Xiaomi turut mendukung sinkronisasi lintas perangkat. Fitur ini membantu alur kerja pengguna yang sering berpindah dari ponsel ke tablet atau perangkat lain dalam satu ekosistem.
Perkembangan tablet kelas laptop menunjukkan bahwa batas antara tablet dan komputer pribadi semakin tipis. Dengan kombinasi performa tinggi, aksesori pendukung, dan sistem operasi yang makin matang, perangkat ini kini masuk ke kategori serius untuk kerja, kreativitas, dan mobilitas harian.







