Pragmata di RTX 5070 Ti Ternyata Brutal, 1440p Path Tracing Cuma 69 FPS Tanpa Akal-Akalan

Pragmata di PC menunjukkan beban grafis yang tinggi, tetapi Nvidia RTX 5070 Ti masih mampu memberi performa kuat untuk gaming 1440p. Data pengujian dari artikel referensi memperlihatkan kartu ini sangat nyaman untuk preset maksimal, termasuk saat fitur ray tracing diaktifkan.

Gim terbaru Capcom ini juga membawa dukungan teknologi modern seperti ray tracing, path tracing, DLSS 4, dan Multi Frame Generation hingga 4x. Kombinasi itu membuat Pragmata relevan bagi pembaca yang ingin tahu apakah RTX 5070 Ti cukup ideal untuk bermain di 1440p tanpa banyak kompromi.

Pragmata tergolong berat untuk GPU modern

Artikel referensi menyebut Pragmata memakai RE Engine dan hadir dengan dukungan RT serta full path tracing. Meski ukuran unduhan PC hanya sekitar 34GB, beban render gim ini jauh dari ringan.

Indikasi beratnya engine terlihat dari pengujian kelas atas yang bahkan membuat RTX 5090 kesulitan menembus 60 FPS di 4K dengan path tracing maksimal. Karena itu, hasil di 1440p menjadi acuan penting untuk pengguna RTX 5070 Ti yang mencari titik ideal antara kualitas visual dan frame rate.

Hasil benchmark RTX 5070 Ti di 1440p

Seluruh pengujian utama pada referensi dilakukan di 1440p dengan setelan tertinggi. DLSS Super Resolution digunakan pada mode Quality untuk mengukur performa rasterisasi, ray tracing, dan path tracing.

Berikut ringkasan angkanya:

SkenarioRata-rata FPSCatatan
Raster native, FG off205 FPSPreset maksimal
Raster native, FG 4x470 FPSSkala 2,29x
Ray tracing maksimal, FG off162 FPSTurun tipis dari raster
Ray tracing maksimal, FG 4x409 FPSSkala 2,5x
Path tracing, FG off69 FPSMasih playable
Path tracing, FG 4x213 FPSSkala 3,08x
Path tracing + DLAA32 FPSJauh lebih berat

Data itu menunjukkan RTX 5070 Ti sangat kuat untuk Pragmata di 1440p saat path tracing dimatikan. Bahkan saat path tracing aktif, rata-rata 69 FPS masih tergolong layak untuk gim single-player dengan visual berat.

Frame Generation memberi lonjakan besar

Peningkatan paling mencolok datang dari Multi Frame Generation. Pada rasterisasi biasa, performa naik dari 205 FPS menjadi 470 FPS saat FG 4x diaktifkan.

Tren serupa berlanjut pada ray tracing dan path tracing. Saat beban GPU makin tinggi, skala kinerja juga ikut membesar, dari 2,5x pada ray tracing menjadi 3,08x pada path tracing.

Artikel referensi menilai pola ini sejalan dengan perilaku umum DLSS MFG. Semakin GPU-bound sebuah gim, semakin besar peluang frame generation memberi lonjakan angka FPS rata-rata.

Namun FPS tinggi tidak selalu berarti respons lebih baik

Ada catatan penting yang tidak boleh dilewatkan. Artikel referensi menyoroti penurunan angka 0,1% low dan 1% low saat frame generation dinaikkan, masing-masing sekitar 14% dan 10%.

Pada skenario path tracing, rata-rata FPS memang bisa melonjak sampai 213 FPS. Namun basis frame rate yang rendah membuat penalti latensi tetap terasa, sehingga muncul efek yang sering disebut sebagai “fake smoothness”.

Istilah itu merujuk pada tampilan gerak yang terlihat lebih halus di layar, tetapi tidak selalu diikuti respons input yang setara. Untuk pemain yang sensitif terhadap latency, angka FPS hasil frame generation perlu dibaca bersama metrik low FPS dan frame pacing.

Kualitas visual dan efisiensi setting

Referensi menyebut Pragmata terlihat cukup baik di berbagai preset grafis, bahkan pada setelan terendah. Ini memberi sinyal bahwa gim tersebut punya skalabilitas visual yang cukup sehat untuk berbagai kelas perangkat.

Untuk pengguna RTX 5070 Ti, 1440p preset maksimal tanpa path tracing tampak menjadi opsi paling aman. Ray tracing maksimal pun masih sangat nyaman, sementara path tracing lebih cocok bagi pemain yang mengutamakan visual dan siap menerima kompromi pada latency atau mengandalkan FG.

Berikut panduan singkat pemilihan setting:

  1. Pilih 1440p dengan DLSS Quality untuk titik awal paling seimbang.
  2. Gunakan preset maksimal tanpa path tracing jika targetnya frame rate tinggi.
  3. Aktifkan ray tracing maksimal bila ingin kualitas pencahayaan lebih baik tanpa penurunan ekstrem.
  4. Gunakan path tracing jika fokus utama ada pada visual.
  5. Aktifkan FG 4x hanya jika pemain nyaman dengan kompromi latensi.

Suhu GPU dan konsumsi daya

Uji termal pada referensi dilakukan di 1440p dengan setelan tertinggi, path tracing, dan DLAA untuk mensimulasikan beban maksimum. Dalam kondisi ini, suhu maksimum GPU MSI Ventus XS 3x RTX 5070 Ti tercatat 73,5 derajat Celsius.

Konsumsi daya GPU juga mendekati batas rancangan 300W hampir sepanjang pengujian. Sementara itu, CPU Ryzen 9 9950X3D dalam sistem uji tidak melewati 65W, yang menguatkan bahwa beban utama Pragmata memang lebih banyak bertumpu pada GPU.

Secara keseluruhan, hasil benchmark ini menempatkan RTX 5070 Ti sebagai kartu grafis yang sangat kompeten untuk Pragmata di 1440p. Pengguna bisa mengharapkan performa sangat tinggi pada rasterisasi dan ray tracing, sementara path tracing masih bisa dijalankan dengan frame rate yang tetap layak jika pengaturan upscaling dan frame generation dipakai secara tepat.

Source: tech.sportskeeda.com

Berita Terkait

Back to top button