Huawei kembali mendorong pasar wearable di Indonesia lewat kehadiran Huawei Watch GT Runner 2, smartwatch yang ditujukan untuk pelari modern. Perangkat ini mulai dijual dengan harga Rp 5.499.000 dan membawa pendekatan yang lebih serius untuk membantu pelari memantau latihan, membaca performa, dan menjaga ritme latihan secara lebih terukur.
Smartwatch ini dikembangkan bersama legenda maraton dunia, Eliud Kipchoge, dan mengusung konsep Ultra Precise, Ultra Intelligent, serta Ultra Performance. Fokusnya bukan hanya mencatat aktivitas, tetapi juga memberi dukungan yang lebih dekat dengan kebutuhan latihan harian hingga target marathon.
GPS yang lebih presisi di lintasan sulit
Salah satu keunggulan utama Huawei Watch GT Runner 2 ada pada sistem pelacakan lokasinya. Huawei membekali perangkat ini dengan Ultra Precise Positioning System dan teknologi 3D Floating Antenna Architecture untuk menjaga akurasi rute, jarak, dan kecepatan.
Fitur ini penting bagi pelari yang sering berlatih di area padat, pegunungan, atau terowongan. Dalam kondisi sinyal yang biasanya menantang, smartwatch ini tetap ditujukan untuk menjaga data lari tetap stabil dan lebih dapat dipercaya.
Pelatih lari cerdas berbasis data
Huawei menempatkan unsur pelatihan cerdas sebagai nilai tambah besar pada smartwatch ini. Intelligent Marathon Mode menghadirkan simulasi dukungan latihan yang terinspirasi dari metode atlet profesional, termasuk prediksi performa, strategi pace, dan personal racing assistant.
Perangkat ini juga menampilkan pengingat asupan energi saat latihan berlangsung. Selain itu, pengguna bisa memantau lactate threshold tanpa alat tambahan dan memperoleh analisis latihan secara real-time, sehingga keputusan latihan bisa dibuat berdasarkan data yang lebih jelas.
Desain ringan untuk dipakai lama
Bagi pelari, kenyamanan di pergelangan tangan sering menjadi faktor penentu. Huawei Watch GT Runner 2 hadir dengan bobot 43,5 gram dan material Lightweight Titanium, sehingga terasa ringan untuk dipakai dalam sesi latihan panjang maupun penggunaan harian.
Huawei juga menambahkan Kunlun Glass yang tahan benturan serta strap breathable. Perangkat ini tersedia dalam warna Dawn Orange, Dusk Blue, dan Midnight Black, yang memberi pilihan lebih luas untuk pengguna yang mengutamakan fungsi sekaligus tampilan.
Pemantauan kesehatan yang lebih lengkap
Tidak semua fokus lari berhenti pada latihan. Huawei Watch GT Runner 2 memakai Huawei TruSense System untuk memantau detak jantung, HRV atau Heart Rate Variability, kualitas tidur, dan tingkat pemulihan tubuh.
Huawei menyebut pemantauan detak jantungnya memiliki akurasi hingga 98 persen. Data kesehatan ini membantu pengguna menakar intensitas latihan agar tidak memaksakan tubuh saat kondisi belum pulih sepenuhnya.
Daya tahan baterai yang mendukung jadwal latihan
Keunggulan lain yang penting bagi pelari adalah baterai. Huawei Watch GT Runner 2 diklaim mampu bertahan hingga 14 hari untuk penggunaan normal dan hingga 32 jam dalam mode GPS.
Daya tahan ini memudahkan pengguna yang mengikuti program latihan rutin atau menghadapi agenda lomba tanpa harus sering mengisi ulang. Dalam konteks smartwatch olahraga, durasi baterai seperti ini menjadi aspek praktis yang sangat relevan.
Bukan hanya untuk lari
Walau diposisikan sebagai smartwatch lari, perangkat ini juga membawa fungsi yang berguna untuk aktivitas harian. Huawei Watch GT Runner 2 mendukung NFC, QR Scan, serta kompatibilitas dengan Android dan iOS.
Kombinasi fitur tersebut membuat perangkat ini tidak berhenti sebagai alat olahraga semata. Smartwatch ini juga berfungsi sebagai perangkat gaya hidup yang lebih menyatu dengan kebutuhan harian pengguna aktif.
Selama periode first sale hingga 14 Mei 2026, Huawei menawarkan benefit total hingga Rp1,5 juta, termasuk 12 bulan membership Huawei Health+, strap tambahan fluoroelastomer, termos stainless steel, dan perpanjangan garansi 1 tahun. Perusahaan juga menyediakan cicilan 0% mulai dari Rp229 ribuan per bulan hingga 24 bulan, sehingga perangkat ini hadir dengan skema pembelian yang lebih fleksibel bagi pelari yang ingin naik kelas dalam memantau latihan.






