vivo tampak sedang menyiapkan X Fold 6 sebagai HP lipat yang menonjol di dua sisi sekaligus: produktivitas AI dan pengalaman multitasking. Menjelang debut yang disinyalir berlangsung di China pada akhir Juni 2026, teaser yang mulai dibagikan perusahaan memberi gambaran bahwa layar lipat ini tidak hanya mengejar desain premium, tetapi juga alur kerja yang lebih efisien.
Sorotan terbesar ada pada Atomic Workbench terbaru yang terintegrasi dengan OriginOS 6 Fold. Fitur ini disebut mampu menampilkan hingga lima aplikasi dalam satu layar, dengan satu aplikasi utama yang tampil lebih besar dan empat aplikasi lain dalam jendela kecil di sisi layar.
Atomic Workbench dibuat untuk kerja lebih cepat
Konsep yang diusung vivo disebut sebagai “one screen, five uses”. Pengguna cukup memilih jendela aplikasi yang ingin diperbesar untuk berpindah fokus tanpa banyak langkah.
Atomic Workbench sebenarnya sudah lebih dulu hadir di vivo X Fold 5. Pada X Fold 6, vivo mengklaim fitur itu mendapat peningkatan pada tata letak split screen dan pengelolaan beberapa aplikasi agar terasa lebih mulus.
vivo juga menambahkan kemampuan membuat workspace khusus untuk kebutuhan yang berbeda. Workspace itu bisa dipakai untuk rapat, perencanaan perjalanan, belanja, hingga investasi, lalu disimpan dan dibuka kembali dengan satu sentuhan.
Pendekatan tersebut dirancang agar pengguna tidak terus-menerus berpindah aplikasi saat menangani tugas yang lebih kompleks. Dalam konteks layar lipat, vivo ingin menjadikan panel besar bukan sekadar ruang tampilan, tetapi alat produktivitas yang lebih efektif.
Pembaruan AI ikut jadi andalan
Selain multitasking, vivo menyiapkan sejumlah pembaruan berbasis AI untuk X Fold 6. Perusahaan mengonfirmasi peningkatan pada asisten AI, kemampuan on-device AI, dan metode interaksi pengguna.
Dengan pendekatan itu, fitur AI diharapkan bisa diakses lebih cepat dan responsif tanpa selalu bergantung pada layanan cloud. vivo juga menyebut ada optimalisasi di tingkat sistem agar perangkat tetap stabil saat menjalankan banyak aplikasi sekaligus.
Peningkatan itu mencakup pengaturan jadwal tugas, manajemen sumber daya chipset, dan performa multitasking. vivo mengatakan langkah tersebut ditujukan agar aplikasi produktivitas dan fitur AI berjalan lebih lancar tanpa mengorbankan efisiensi daya maupun performa keseluruhan.
Di sisi lain, vivo juga memberi isyarat kehadiran mode Workbench baru yang akan melengkapi Atomic Workbench. Namun, detail fungsi dan waktu ketersediaannya belum diungkap secara resmi.
Bocoran desain mengarah ke model book-style
Di tengah teaser resmi itu, beredar pula foto yang diyakini memperlihatkan vivo X Fold 6. Mengutip WazzuptechPH, perangkat tersebut terlihat berada di tangan aktris China Zhu Zhu saat menyaksikan pertandingan tenis French Open.
Dari gambar yang beredar, perangkat itu tampak memakai desain lipat bergaya book-style dengan warna biru kehijauan. Logo vivo terlihat di bagian belakang, sementara modul kamera bundar dengan logo Zeiss di tengah masih dipertahankan.
Hingga kini, vivo belum mengonfirmasi apakah perangkat yang terlihat bersama Zhu Zhu benar X Fold 6. Meski begitu, pola desain yang muncul tetap sejalan dengan identitas seri X Fold yang selama ini mengedepankan modul kamera khas dan bentuk lipat besar.
Rumor spesifikasi mulai menguat
Soal spesifikasi, sejumlah rumor menyebut X Fold 6 akan memakai chipset MediaTek Dimensity 9500. Perangkat ini juga disebut membawa baterai berkapasitas 6.900 mAh.
Bocoran lain menyebut kamera utama 200 MP ikut hadir di perangkat ini. Jika seluruh bocoran itu akurat, X Fold 6 berpotensi menjadi salah satu HP lipat paling bertenaga di kelasnya.
Namun, kepastian mengenai spesifikasi lengkap, fitur final, dan detail peluncurannya masih menunggu pengumuman resmi vivo. Untuk saat ini, sinyal terkuat justru datang dari arah yang sama: layar lipat ini sedang disiapkan sebagai perangkat kerja modern dengan AI, workspace fleksibel, dan multitasking yang jauh lebih agresif.
Source: www.idntimes.com






