Di tengah tubuhnya yang koma dan jiwanya yang tertukar, Kang Yong Ho justru menemukan celah untuk melawan balik di Reborn Rookie. Tiga orang di sekeliling Choiseong Group menjadi sekutu penting yang membuat upayanya merebut kembali kekuasaan tidak berjalan sendirian.
Situasi Yong Ho memang jauh dari menguntungkan. Setelah terjatuh dari tangga dan kepalanya berbenturan dengan Hwang Jun Hyeon, ia terbangun dalam raga pria itu, sementara tubuh aslinya terbaring tak berdaya di rumah sakit.
Di saat yang sama, dua anak kembarnya, Kang Jae Sung dan Kang Jae Gyeong, bergerak mengambil alih posisi pimpinan perusahaan. Mereka bahkan menuding ayahnya sendiri sebagai pelaku tabrak lari dan berusaha merusak citra Yong Ho sebagai sosok bisnis yang selama ini dihormati.
Kang Bang Geul, putri bungsu yang menyimpan ambisi besar
Sekutu pertama Yong Ho adalah Kang Bang Geul, anak magang di tim material Choiseong Group yang ternyata putri bungsunya sendiri. Selama ini, Bang Geul menyusup ke dalam perusahaan secara diam-diam, padahal seharusnya ia berada di luar negeri untuk belajar.
Dari pengamatan Yong Ho saat menempati tubuh Jun Hyeon, terungkap bahwa Bang Geul punya ambisi untuk merebut kursi kekuasaan dan mengalahkan dua kakak tirinya. Yong Ho lalu memanfaatkan hasil penyelidikan Bang Geul tentang kelemahan Jae Sung dan Jae Gyeong untuk menyusun strategi adu domba.
Bagi Yong Ho, kerja sama ini juga memberi peluang membalas luka lama. Ia menjanjikan Bang Geul kesempatan menyaksikan kehancuran dua kakak yang selama ini menindas dirinya dan ibunya.
Park Bong Gi, bekas auditor yang tahu terlalu banyak
Sekutu berikutnya adalah Park Bong Gi, manajer tim material dua yang dulu bekerja di divisi audit. Bong Gi pernah menangani kasus investasi ilegal yang melibatkan Jae Sung, sehingga ia menyimpan informasi penting soal pergerakan internal perusahaan.
Yong Ho melihat fakta itu sebagai kesempatan besar. Ia kemudian mengambil hati Bong Gi, bahkan memakai kebohongan bahwa Jun Hyeon adalah putra bungsu pimpinan Choiseong Group, untuk membuat pria itu mau bekerja sama.
Setelah berhasil menarik Bong Gi ke pihaknya, Yong Ho memanfaatkannya untuk memata-matai Jae Sung. Fokus penyelidikan Bong Gi juga diarahkan ke aliran dana ilegal yang diduga menghubungkan Jae Sung dengan wali kota Yooncheon.
Sebagai imbalan, Yong Ho memberi Bong Gi banyak uang. Langkah ini memperkuat posisi Yong Ho dalam membaca gerak lawan dari dalam perusahaan.
Lee Sang Jae, tangan kanan yang menjaga stabilitas
Sekutu ketiga adalah Lee Sang Jae, tangan kanan Yong Ho yang selama ini paling dipercaya. Meski tak bekerja sama secara langsung seperti dua sekutu lainnya, Sang Jae tetap memegang peran penting dalam urusan perusahaan.
Yong Ho menunjuk Sang Jae sebagai pelaksana tugas pimpinan. Keputusan itu ia ambil karena percaya Sang Jae bisa bersikap objektif dan tidak punya kepentingan politik di dalam perusahaan.
Dengan Sang Jae di posisi tersebut, Yong Ho merasa lebih tenang meski masih koma. Kehadiran Sang Jae juga membuat Jae Sung dan Jae Gyeong sulit menggerakkan ambisi mereka untuk merebut posisi pemimpin baru.
Tiga sekutu ini membuat langkah Yong Ho berubah dari sekadar bertahan menjadi serangan balik yang terarah. Kang Bang Geul, Park Bong Gi, dan Lee Sang Jae sama-sama menjadi bagian penting dari strategi Yong Ho untuk menggoyang kendali Jae Sung dan Jae Gyeong atas Choiseong Group.
Source: www.idntimes.com






