Intel resmi menghadirkan jajaran laptop terbaru berbasis Core Ultra Series 3 di Indonesia. Kehadiran prosesor ini menandai masuknya chip generasi anyar yang sebelumnya dikenal dengan nama sandi Panther Lake ke pasar nasional melalui berbagai mitra pembuat perangkat global.
Peluncuran ini langsung menempatkan Intel Core Ultra Series 3 sebagai bagian dari gelombang baru komputasi berbasis kecerdasan buatan. Intel menegaskan bahwa seri ini membawa peningkatan pada performa, pengolahan grafis, dan efisiensi daya untuk mendukung kebutuhan komputasi cerdas yang terus berkembang.
Laptop AI mulai tersedia di ritel Indonesia
Mulai hari ini, konsumen dan pelaku bisnis di Indonesia sudah dapat menemukan laptop berbasis Intel Core Ultra Series 3 di jaringan ritel utama. Sejumlah merek besar seperti ASUS, Acer, Dell, HP, Lenovo, dan MSI telah menyiapkan lini produk yang mengusung prosesor tersebut.
Ketersediaan luas di berbagai merek memberi pilihan yang lebih beragam bagi pasar. Intel tampak menargetkan pengguna dari kelas premium, produktivitas, gaming, hingga kebutuhan korporat melalui ekosistem desain laptop yang lebih lengkap.
Arsitektur 18A jadi andalan
Intel menyebut Core Ultra Series 3 dibangun dengan teknologi pemrosesan Intel 18A. Arsitektur ini dirancang untuk menangani beban kerja AI yang semakin berat, sekaligus menjaga efisiensi perangkat agar tetap cocok untuk laptop modern yang tipis dan ringan.
Di dalam satu chip, Intel menggabungkan CPU, GPU, dan neural processing unit atau NPU. Integrasi ini membuat pemrosesan AI bisa berjalan langsung di perangkat, tanpa selalu bergantung pada koneksi internet.
Intel juga mengklaim NPU terintegrasi pada seri ini mampu menghasilkan hingga 50 TOPS untuk pemrosesan AI lokal. Pada saat yang sama, arsitektur grafis Xe3 terbaru ikut disematkan untuk mendongkrak kualitas visual dan performa saat dipakai bermain game.
Dukungan untuk beban kerja AI yang makin luas
Kehadiran NPU bawaan menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengguna yang aktif memakai perangkat lunak berbasis AI. Dengan pemrosesan lokal yang lebih cepat, laptop dapat menjalankan berbagai fitur pintar tanpa membuat konsumsi daya melonjak tajam.
Efisiensi tersebut penting bagi pengguna yang membutuhkan perangkat responsif dalam mobilitas tinggi. Intel menyampaikan bahwa rancangan chip yang efisien memungkinkan produsen menghadirkan laptop yang lebih ringkas, namun tetap sanggup menangani beban komputasi tingkat tinggi.
Lebih dari 200 desain laptop secara global
Secara global, Intel menyebut akan ada lebih dari 200 desain laptop berbeda yang menggunakan Core Ultra Series 3. Ragam itu mencakup berbagai segmen, mulai dari perangkat premium, laptop untuk produktivitas, laptop gaming, hingga kebutuhan bisnis.
Bagi pasar Indonesia, kondisi ini memberi sinyal bahwa pilihan perangkat akan semakin luas dalam beberapa lini sekaligus. Pengguna tidak hanya melihat peningkatan performa, tetapi juga potensi perangkat yang lebih hemat daya dan lebih adaptif terhadap kebutuhan kerja modern.
Pernyataan Intel Indonesia
Bos Intel Indonesia Harry K. Nugraha menyebut peluncuran seri ini sebagai langkah penting dalam peta jalan komputasi perusahaan. Ia menekankan bahwa produk ini dirancang untuk memadukan performa kencang dengan efisiensi baterai yang tinggi.
“Intel Core Ultra Series 3 merupakan langkah maju yang signifikan dalam roadmap komputasi client kami,” kata Harry dalam acara peluncuran di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Ia menambahkan bahwa Intel ingin mendukung adopsi digital dan inovasi berbasis AI di Indonesia melalui dukungan mitra OEM terkemuka.
Pernyataan itu memperlihatkan fokus Intel pada pasar lokal yang tengah bergerak cepat ke arah penggunaan AI. Dengan hadirnya laptop-laptop baru ini, pengguna di Indonesia mendapatkan akses ke perangkat yang dirancang untuk mendukung pekerjaan, hiburan, dan komputasi masa depan dalam satu paket yang lebih efisien.
Source: inet.detik.com






