
Huawei akhirnya membawa kembali seri Mate numerik ke Indonesia setelah absen sekitar lima tahun. Kehadiran Mate 80 Pro menandai kembalinya lini Mate Pro ke pasar Tanah Air setelah Huawei sebelumnya hanya merilis model lipat seperti XT dan X sejak comeback ke Indonesia tahun lalu.
Langkah ini juga menutup kekosongan panjang sejak seri terakhir yang masuk ke Indonesia, yakni Mate 40 Pro pada 2020. Setelah itu, Huawei tidak merilis tiga generasi seri Mate numerik berikutnya untuk pasar lokal, yakni Mate 50, Mate 60, dan Mate 70.
Strategi global ikut menentukan arah lokal
Senior Retail Manager Huawei Device Indonesia Edy Supartono mengatakan keputusan menghadirkan Mate 80 Pro berkaitan dengan strategi global perusahaan. Menurut dia, lini Mate sebelumnya lebih dulu diluncurkan di China, lalu kini mengikuti pola peluncuran global yang membuat Indonesia ikut masuk dalam daftar pasar awal.
“Semenjak tahun kemarin, strategi kita berencana untuk memasukkan semua lini dari semua kategori smartphone ke Indonesia,” kata Edy di sela peluncuran di Jakarta Pusat. Pernyataan itu menunjukkan bahwa kembalinya seri Mate bukan sekadar peluncuran produk tunggal, melainkan bagian dari perluasan portofolio Huawei di Indonesia.
Huawei juga menegaskan bahwa basis pengguna di Indonesia tetap ada meski lini smartphone mereka sempat vakum sejak 2022. Selama periode tersebut, perusahaan berusaha menjaga komunitas pengguna loyal melalui ekosistem lain seperti tablet dan wearable.
Fokus kamera masih menjadi identitas utama
Mate Series sejak lama dikenal lewat kemampuan fotografinya, dan karakter itu tetap dipertahankan pada Mate 80 Pro. Saat terakhir hadir di Indonesia, Mate 40 Pro dibanderol Rp 16 juta dan mendapat perhatian besar dari penggemar fotografi ponsel berkat sistem kamera hasil kerja sama dengan Leica.
Kini, Huawei tidak lagi membawa kolaborasi Leica, tetapi pendekatan kamera tetap menjadi nilai jual utama. Edy menyebut Mate 80 Pro mampu menghasilkan gambar yang tajam, portrait yang kompleks, serta warna yang lebih akurat berkat sensor yang lebih besar dan rentang dinamis yang lebih tinggi.
Perangkat ini mengandalkan sensor kamera 1 inci dan teknologi AI XMAGE berstandar True-to-Colour Camera 2.0. Teknologi tersebut diklaim mampu memproses, mempertahankan, dan meningkatkan kualitas gambar, sekaligus membantu koreksi serta penajaman detail agar hasil foto terlihat lebih kontras.
Huawei juga membekali Mate 80 Pro dengan kamera utama 50 MP berbasis sensor RYYB dan dukungan variabel aperture f/1.4–f/4.0. Di bagian belakang, ponsel ini masih membawa kamera ultrawide 40 MP dan kamera telefoto makro 48 MP, sementara kamera depannya beresolusi 13 MP.
Dirancang lebih mulus untuk penggunaan harian
Selain kamera, Huawei menyoroti peningkatan pada sistem pendinginan untuk menjaga performa. Mate 80 Pro dibekali sistem pendingin terbaru bernama SuperCool Heat Dissipation yang diklaim membantu menjaga aliran suhu tetap konsisten saat perangkat digunakan.
Huawei menyebut pembaruan ini membuat pengalaman memakai ponsel lebih mulus dan responsif. Fokus ini penting karena seri Mate tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan fotografi, tetapi juga untuk pengguna yang membutuhkan performa stabil dalam aktivitas harian.
Dari sisi tampilan, Mate 80 Pro hadir dalam tiga pilihan warna, yakni hitam, emas, dan hijau. Huawei membanderol perangkat ini di Indonesia seharga Rp 16.999.000.
Kembalinya seri Mate numerik ke Indonesia juga menarik karena terjadi di tengah momentum comeback sejumlah merek global lain di pasar ponsel tanah air. Berdasarkan catatan KompasTekno, Huawei menjadi salah satu dari tiga merek yang kembali beroperasi penuh bersama Honor dan Motorola, sehingga persaingan segmen premium diperkirakan makin ramai dengan hadirnya Mate 80 Pro.
Source: tekno.kompas.com








