
Huawei kembali menambah lini smartphone premiumnya di Indonesia lewat kehadiran Mate 80 Pro. Kehadiran model ini sempat memunculkan pertanyaan, apalagi Pura 80 Pro sudah lebih dulu hadir dan sama-sama membawa kemampuan kamera yang menonjol.
Namun, Huawei menegaskan kedua seri itu tidak disiapkan untuk saling merebut pasar secara langsung. Perusahaan justru melihat Mate 80 Pro dan Pura 80 Pro punya target pengguna yang berbeda, meski keduanya sama-sama masuk kategori ponsel flagship dengan fokus kuat pada fotografi.
Segmentasi menjadi pembeda utama
Senior Retail Manager Huawei Device Indonesia, Edy Supartono, menjelaskan bahwa Mate dan Pura memiliki sasaran pasar yang tidak sama. Ia menekankan bahwa Mate 80 Pro lebih diarahkan pada pengalaman perangkat secara menyeluruh, bukan hanya kamera.
“Kalau Mate ini kan punya segmen, market yang beda. Target reach-nya pun beda. Jadi memang lebih ke performa secara overall, baik itu dari device-nya, kameranya,” kata Edy saat ditemui setelah peluncuran Huawei Mate 80 Pro di Jakarta.
Pernyataan itu menunjukkan Huawei ingin menjaga posisi masing-masing seri agar tidak saling tumpang tindih. Pura 80 Pro tetap ditempatkan sebagai perangkat yang menonjolkan kekuatan fotografi, sementara Mate 80 Pro dibangun untuk pengguna yang mencari paket lengkap.
Pura fokus fotografi, Mate dorong fitur yang lebih luas
Edy juga menegaskan bahwa Pura 80 Pro memang diposisikan sebagai seri untuk penggemar foto yang lebih serius. Fokus utamanya ada pada hasil jepretan dan pendekatan fotografi yang lebih spesifik.
Sebaliknya, Mate 80 Pro disebut membawa penekanan yang lebih luas, termasuk performa umum, kamera, video, sinematografi, dan fitur berbasis kecerdasan buatan. Dengan arah seperti itu, Huawei tampaknya ingin menjawab kebutuhan pengguna yang tidak hanya mengejar hasil foto, tetapi juga pengalaman harian yang lebih komplet.
Seri Mate pada dasarnya memang memiliki identitas berbeda dari lini Pura. Jika Pura bermain di citra fotografi yang kuat, Mate tampil sebagai perangkat yang menggabungkan performa dan kemampuan kreatif dalam satu paket.
Spesifikasi kamera yang mirip, tetapi pengalaman bisa berbeda
Menariknya, Huawei Mate 80 Pro dan Pura 80 Pro membawa komposisi kamera yang identik di atas kertas. Keduanya sama-sama memakai kamera utama 50 MP dengan OIS, kamera ultrawide 40 MP, dan kamera telephoto 48 MP dengan optical zoom 4x.
Meski spesifikasinya serupa, Huawei menempatkan keduanya pada jalur penggunaan yang berbeda. Di sinilah strategi produk itu terlihat, karena nilai jual tidak hanya bergantung pada angka spesifikasi, tetapi juga pada cara perangkat itu dipaketkan untuk segmen tertentu.
Bagi konsumen, kondisi ini berarti pilihan tidak semata-mata ditentukan oleh resolusi kamera. Pengguna yang lebih memahami fotografi bisa lebih tertarik pada Pura 80 Pro, sedangkan pengguna kasual mungkin lebih cocok dengan Mate 80 Pro karena menawarkan kamera bagus tanpa harus terlalu teknis.
Edy bahkan menyebut Pura 80 Pro lebih sesuai untuk mereka yang serius mendalami fotografi. Sedangkan Mate 80 Pro ditujukan bagi pengguna yang hanya ingin hasil foto bagus tanpa perlu memikirkan istilah teknis seperti golden ratio atau konsep fotografi lain.
Kembalinya seri Mate ke Indonesia
Selain soal pembeda segmen, kehadiran Mate 80 Pro juga menandai kembalinya seri Mate ke Indonesia setelah sempat lama absen. Ponsel ini meluncur secara global dan hadir sendiri di Indonesia, sementara model lainnya tetap eksklusif untuk pasar China.
Huawei Indonesia disebut mengikuti kebijakan global sebelum membawa kembali seri Mate ke Tanah Air. Edy mengatakan pihaknya tidak ingin seri ini absen terlalu lama, tetapi keputusan distribusi tetap harus mengikuti strategi peluncuran global perusahaan.
“Memang seri Mate ini kan baru globally launch lagi kan di seri 80, sebelumnya kan hanya keluar di China. Secara strategi, begitu global launch ya kita kembali masuk ke Indonesia,” ujarnya.
Dari penjelasan tersebut, kehadiran Mate 80 Pro di Indonesia bukan sekadar penambahan produk baru. Langkah ini juga memperlihatkan upaya Huawei menjaga kesinambungan lini flagship-nya sekaligus memberi opsi berbeda bagi konsumen yang menginginkan perangkat premium dengan pendekatan yang tidak sama dengan Pura 80 Pro.
Source: inet.detik.com








