Intel resmi memperkenalkan Core Series 3 sebagai lini prosesor anyar untuk laptop murah yang tetap membawa fitur kecerdasan buatan. Target utamanya mencakup pelajar, keluarga, dan pelaku usaha kecil yang membutuhkan perangkat terjangkau namun tetap mumpuni untuk komputasi harian.
Langkah ini menunjukkan upaya Intel membawa kemampuan modern ke segmen entry-level dan mainstream tanpa mengabaikan efisiensi daya. Prosesor ini dibangun di atas fondasi arsitektur terbaru berbasis teknologi manufaktur Intel 18A.
Fokus ke AI di laptop ekonomis
Salah satu daya tarik terbesar dari Core Series 3 ada pada integrasi Neural Processing Unit atau NPU. Intel menyebut platform ini mampu menghasilkan performa AI total hingga 40 TOPS, sehingga fitur berbasis kecerdasan buatan bisa berjalan langsung di perangkat dengan lebih lancar.
Peningkatan ini penting bagi laptop murah karena biasanya kelas ini identik dengan keterbatasan fitur. Dengan dukungan AI di level perangkat, Intel ingin menghadirkan pengalaman yang lebih relevan untuk kebutuhan kerja, belajar, dan penggunaan sehari-hari.
Arsitektur hybrid untuk performa seimbang
Core Series 3 memakai arsitektur hybrid yang menggabungkan core performa dan core efisiensi. Desain ini ditujukan untuk menjaga keseimbangan antara kekuatan pemrosesan dan konsumsi daya agar laptop tetap responsif tanpa cepat menguras baterai.
Intel juga mengklaim prosesor ini membawa peningkatan yang terasa dibandingkan PC model lama, terutama perangkat yang sudah berumur lima tahun. Performa single-thread disebut naik hingga 47 persen, sementara kinerja multi-thread meningkat 41 persen.
Untuk pemrosesan AI lewat GPU, Intel menyebut ada kenaikan hingga 2,8 kali lipat. Klaim ini menempatkan Core Series 3 sebagai opsi upgrade yang menarik bagi pengguna perangkat lawas yang ingin berpindah ke laptop baru dengan kemampuan lebih segar.
Daya tahan baterai jadi nilai jual utama
Selain performa, Intel menempatkan efisiensi energi sebagai keunggulan penting dari lini terbaru ini. Laptop yang memakai Core Series 3 dijanjikan punya daya tahan baterai sepanjang hari untuk aktivitas seperti streaming video dan pekerjaan kantor rutin.
Bagi pengguna mobile, daya tahan baterai sering menjadi pertimbangan utama saat memilih laptop murah. Intel mencoba menjawab kebutuhan itu dengan menghadirkan prosesor yang tidak hanya fokus pada kecepatan, tetapi juga pada penggunaan daya yang lebih hemat.
Lebih dari 70 desain perangkat disiapkan
Intel menyatakan sudah ada lebih dari 70 desain perangkat dari berbagai produsen global yang siap memakai Core Series 3. Sejumlah merek besar yang masuk daftar adopsi antara lain Acer, ASUS, HP, Lenovo, dan Samsung.
Ketersediaan perangkat berbasis Core Series 3 disebut mulai hadir di pasar sejak bulan April 2026 dan akan terus bertambah sepanjang tahun. Kehadiran banyak model dari berbagai produsen memberi konsumen lebih banyak pilihan di kelas laptop terjangkau.
Tidak hanya untuk laptop
Intel juga menyebut teknologi ini tidak berhenti di laptop saja. Core Series 3 akan diterapkan untuk kebutuhan edge computing, termasuk sistem robotika, point of sale atau POS, dan berbagai sistem pintar lainnya.
Arah penggunaan yang lebih luas ini menandakan bahwa Intel menempatkan Core Series 3 sebagai platform fleksibel untuk perangkat hemat biaya. Di segmen entry-level, kombinasi performa, efisiensi, dan dukungan AI menjadi nilai utama yang coba dibawa Intel lewat lini prosesor terbaru ini.







