Roblox memang menjadi salah satu gim yang banyak dimainkan anak-anak karena menawarkan ruang bermain, berinteraksi, dan membuat pengalaman digital yang terasa hidup. Namun, popularitas itu juga membawa risiko yang perlu diwaspadai, mulai dari pencurian data, perundungan siber, sampai paparan konten dewasa.
Karena itu, orang tua perlu memahami cara aman main Roblox agar anak tetap bisa bermain tanpa mengabaikan keamanan digital. Perlindungan yang efektif tidak hanya bergantung pada pembatasan teknis, tetapi juga pada pengawasan, kesepakatan di rumah, dan komunikasi yang konsisten.
1. Manfaatkan parental control dan pantau akun anak secara langsung
Langkah paling dasar dalam cara aman main Roblox adalah mengaktifkan pengawasan orang tua melalui fitur parental control. Vice President of Civility and Partnerships Roblox, Tami Bhaumik, menyebut orang tua perlu membuat akun pribadi lalu menautkannya dengan akun anak agar aktivitas bisa dipantau lebih dekat.
Setelah akun terhubung, orang tua dapat melihat aktivitas anak lewat dasbor khusus di ponsel. Dari sana, pengaturan seperti daftar teman, batas pengeluaran dalam gim, dan durasi bermain bisa dikendalikan lebih mudah sesuai kebutuhan keluarga.
Roblox juga sudah menyediakan kategori akun khusus untuk membatasi konten sesuai usia. Ada Roblox Kids untuk usia 5–12 tahun dan Roblox Select untuk remaja usia 13–15 tahun, dengan pembatasan fitur yang lebih ketat.
2. Atur screen time lewat kesepakatan yang jelas dengan anak
Soal lama bermain sering menjadi sumber konflik, terutama ketika anak merasa masih ingin melanjutkan permainan. Karena itu, pengaturan screen time sebaiknya tidak hanya berupa larangan sepihak, melainkan disepakati bersama agar anak memahami batasnya.
Tami menjelaskan bahwa durasi bermain bisa dibicarakan secara fleksibel karena gawai juga dipakai anak untuk belajar dan berinteraksi sosial. Pendekatan yang disarankan adalah membuat kontrak tertulis mengenai aturan penggunaan ponsel atau waktu bermain, lalu menempelkannya di tempat yang mudah dilihat di rumah.
Cara ini membantu anak lebih disiplin karena aturan datang dari kesepakatan, bukan semata-mata perintah. Jika aturan dilanggar, orang tua juga bisa kembali ke kontrak yang sudah disetujui tanpa harus memicu perdebatan panjang.
3. Bangun komunikasi terbuka agar anak berani bercerita
Keamanan di Roblox tidak cukup dijaga dari sisi teknis saja. Anak juga perlu merasa aman untuk melapor jika menerima pesan tidak sopan, bertemu orang asing, atau menemukan konten yang membuat tidak nyaman.
Orang tua disarankan membangun komunikasi yang adaptif dan tidak langsung menghakimi. Sikap ini penting karena dunia digital anak bergerak cepat, dan pendekatan yang terlalu kaku justru bisa membuat anak memilih diam saat menghadapi masalah.
Dengan komunikasi yang terbuka, anak lebih mudah meminta bantuan ketika menghadapi situasi sulit di dunia digital. Pendampingan seperti ini juga membuat orang tua lebih cepat memahami pola interaksi anak saat bermain Roblox.
Risiko seperti perundungan siber dan paparan konten tidak pantas memang tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi bisa dikurangi lewat pengawasan aktif, aturan yang jelas, dan dialog yang sehat. Saat teknologi pengaman, disiplin di rumah, dan komunikasi berjalan bersama, anak bisa bermain dengan lebih aman di platform yang sangat populer ini.
