Samsung Siapkan Tiga Kacamata Pintar Sekaligus, Sinyal Serius Menantang Meta dan Apple di 2026

Author: Qoo Media

Samsung disebut tengah menyiapkan ekspansi besar di kategori perangkat XR lewat lini kacamata pintar baru. Laporan terbaru menyebut perusahaan asal Korea Selatan itu berpotensi meluncurkan hingga tiga perangkat smart glasses pada 2026.

Informasi ini muncul setelah sebelumnya Samsung sudah masuk ke ranah mixed reality lewat headset XR pertamanya pada Desember 2025. Meski debut awalnya disebut belum menarik perhatian sebesar yang diharapkan, arah pengembangan produknya kini dinilai makin jelas.

Indikasi tiga perangkat baru

Rujukan terbaru datang dari Android Authority yang disebut menemukan petunjuk dalam source code One UI 9. Dari temuan itu, Samsung dikabarkan memiliki tiga perangkat XR smart glasses yang sedang disiapkan.

Dua model yang sudah lebih dulu sering muncul dalam rumor adalah SM-O200P dan SM-O200J. Satu model lain yang menarik perhatian adalah perangkat berkode “Haean” dengan nomor model SM-O500.

Kehadiran nama ketiga ini memperluas spekulasi soal strategi Samsung di segmen wearable berbasis XR. Jika seluruh perangkat itu benar dirilis, Samsung bisa masuk ke pasar dengan portofolio yang lebih beragam, bukan hanya satu produk percobaan.

Arah desain dan fitur yang diperkirakan

Berdasarkan laporan tersebut, ketiga perangkat itu diperkirakan akan mengusung pendekatan yang mirip dengan Meta Ray-Ban dan Meta Oakley. Artinya, perangkat kemungkinan hadir dalam bentuk kacamata pintar dengan kamera, mikrofon, dan speaker sebagai fitur utama.

Model seperti ini biasanya menekankan fungsi praktis dalam penggunaan harian. Fokusnya bukan sekadar tampilan futuristis, tetapi juga kemudahan untuk mengambil gambar, mendengar audio, dan mengakses fitur AI tanpa harus mengeluarkan ponsel.

Yang disebut bisa menjadi pembeda utama Samsung adalah integrasi dengan ekosistem Galaxy. Faktor ini penting karena Samsung sudah memiliki lini perangkat yang luas, mulai dari ponsel, tablet, jam tangan pintar, hingga earbud.

Dengan ekosistem yang matang, smart glasses Samsung berpotensi mendapat keunggulan pada konektivitas antarperangkat. Pengalaman lintas perangkat semacam ini sering menjadi nilai jual utama di pasar wearable premium.

Peran Bixby dan potensi AI baru

Laporan yang sama juga menyebut kemungkinan hadirnya pengalaman Bixby baru yang ditenagai Perplexity. Jika benar, langkah ini dapat menunjukkan bahwa Samsung ingin menempatkan AI sebagai pusat pengalaman penggunaan smart glasses miliknya.

Pendekatan tersebut selaras dengan arah industri saat ini yang semakin menekankan asisten cerdas di perangkat wearable. Pada kacamata pintar, AI bisa berperan untuk perintah suara, pencarian cepat, ringkasan informasi, hingga bantuan kontekstual saat pengguna bergerak.

Namun, belum ada rincian teknis resmi dari Samsung mengenai fitur tersebut. Karena itu, semua informasi saat ini masih berada pada tahap petunjuk awal dan belum dapat dianggap sebagai spesifikasi final.

“Haean” belum tentu kacamata pintar biasa

Meski banyak dugaan mengarah ke bentuk smart glasses bergaya Meta, model “Haean” atau SM-O500 belum tentu masuk kategori yang sama. Ada kemungkinan perangkat ini justru merupakan produk AR yang berbeda dari konsep kacamata pintar standar.

Kemungkinan ini membuka dua skenario. Pertama, Samsung benar-benar menyiapkan tiga kacamata pintar dengan pendekatan berbeda, dan kedua, salah satu model diarahkan ke kelas perangkat XR atau AR yang lebih khusus.

Spekulasi itu muncul di tengah kabar bahwa Apple juga disebut mengerjakan versi Vision Pro yang lebih murah dan lebih ringan. Dalam konteks itu, SM-O500 bisa saja menjadi jawaban Samsung untuk segmen tersebut, bukan sekadar pesaing langsung Meta Ray-Ban.

Pasar smart glasses makin ramai

Terlepas dari bentuk final produknya, laporan ini memperlihatkan bahwa kategori smart glasses kini dipandang serius oleh banyak merek teknologi. Persaingan tidak lagi terbatas pada headset XR besar, tetapi juga mulai bergerak ke perangkat yang lebih ringan dan lebih dekat ke kebutuhan sehari-hari.

Artikel referensi juga menyinggung bahwa pasar sedang mengarah ke gelombang baru perangkat wearable berbasis AI. Setelah smartwatch dan smart ring berkembang, smart AI glasses disebut berpotensi menjadi kategori besar berikutnya.

Kondisi ini membuat langkah Samsung layak dipantau. Apalagi perusahaan tersebut punya modal besar lewat perangkat keras, perangkat lunak, dan ekosistem yang sudah terhubung luas di lini Galaxy.

Sejauh ini, yang tersedia masih berupa petunjuk dari source code dan laporan media, bukan pengumuman resmi perusahaan. Namun jika tiga perangkat itu benar hadir pada 2026, Samsung berpeluang mempercepat persaingan di pasar smart glasses sekaligus memperluas makna perangkat wearable di ekosistem Galaxy.

Source: gadgets.beebom.com
Terbaru