Rokid resmi membawa kacamata pintar AI Glasses ke Indonesia dengan target pengguna yang membutuhkan perangkat wearable serbaguna dalam satu bentuk yang ringkas. Produk ini meluncur di Jakarta dan diposisikan untuk bersaing dengan perangkat sekelas Meta Ray-Ban, dengan menggabungkan fungsi kecerdasan buatan dan teknologi wearable untuk mendukung aktivitas harian.
Di pasar Indonesia, Rokid menonjolkan AI Glasses sebagai perangkat yang bisa membantu pengguna tetap produktif tanpa harus terus membuka ponsel. Perangkat ini juga dirancang agar berbagai fungsi penting bisa diakses lebih cepat, mulai dari informasi visual hingga komunikasi dan dokumentasi.
Integrasi fungsi dalam satu perangkat
Rokid AI Glasses tidak hanya mengandalkan tampilan pintar, tetapi juga menggabungkan beberapa fungsi yang biasanya tersebar di sejumlah perangkat berbeda. Menurut Brand Manager of Rokid Indonesia, Wiranata Mulya, kacamata ini memungkinkan pengguna mengakses informasi secara langsung tanpa perlu tambahan layar.
Wiranata juga menekankan bahwa perangkat ini dibuat agar pengguna tidak perlu repot mengambil gawai dari kantong atau tas saat membutuhkan akses cepat. “Tanpa takut terdistraksi, tanpa kita perlu repot mengambil device dari kantung celana atau mengambil device dari dalam tas,” ujarnya.
Dengan pendekatan tersebut, Rokid menempatkan AI Glasses sebagai ekosistem terpadu yang memadukan AI, audio, kamera, dan fungsi wearable dalam satu perangkat. Konsep ini membuat kacamata pintar tersebut relevan bagi pengguna yang mencari efisiensi dalam mobilitas sehari-hari.
Spesifikasi utama Rokid AI Glasses
Secara fisik, Rokid AI Glasses hadir dengan bingkai hitam berbahan titanium polimer TR90 dan bobot 49 gram. Desain ini dibuat ringan agar nyaman digunakan dalam durasi yang lebih panjang tanpa terasa membebani.
Perangkat ini memakai panel dual-display Micro-LED dengan tingkat kecerahan 1.500 nits. Layar tersebut dapat menampilkan notifikasi teks, indikator rekaman, dan navigasi real-time melalui sistem operasi YodaOS-Master.
Di sisi performa, Rokid membekali kacamata ini dengan chipset Snapdragon AR1 Gen 1. Daya tahannya ditopang baterai 210 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 10 jam pemakaian.
Untuk urusan kamera, perangkat ini membawa sensor 12 MP Sony IMX681. Kamera tersebut mendukung kebutuhan foto dan video, sehingga fungsi dokumentasi bisa dilakukan langsung dari kacamata.
Fitur yang mendukung penggunaan harian
Selain tampilan visual dan kamera, Rokid AI Glasses juga mendukung penerjemahan 89 bahasa secara langsung. Fitur ini menambah nilai praktis perangkat, terutama bagi pengguna yang membutuhkan bantuan bahasa saat beraktivitas.
Pengoperasian perangkat dilakukan lewat perintah suara yang ditangkap empat mikrofon. Bila diperlukan, pengguna juga bisa memakai sensor sentuh pada tangkai kacamata untuk mengontrol fungsi tertentu secara lebih cepat.
Kombinasi kontrol suara dan sentuhan ini membuat interaksi dengan perangkat terasa lebih fleksibel. Rokid menempatkan sistem ini sebagai cara untuk menjaga pengalaman penggunaan tetap sederhana tanpa banyak langkah tambahan.
Harga dan varian yang ikut diperkenalkan
Rokid memasarkan AI Glasses dengan harga Rp 11.649.000 melalui mitra dealer resmi dan platform e-commerce di Indonesia. Harga tersebut menempatkan produk ini di segmen premium untuk pasar kacamata pintar.
Dalam peluncuran yang sama, Rokid juga memperkenalkan AI Glasses Neo Style tanpa layar display serta Rokid Max 2 sebagai kacamata augmented reality. Namun, detail harga dan jadwal ketersediaan dua perangkat tambahan itu belum diumumkan dan akan disampaikan pada pengumuman terpisah.







