Motorola Edge 70 Fusion Naik Harga, Tapi Baterai 7000 mAh Bikin Edge 60 Fusion Terlihat Kecil

Motorola Edge 70 Fusion hadir sebagai penerus Edge 60 Fusion dan langsung menarik perhatian di segmen mid-range. Perbandingan keduanya memperlihatkan bahwa Motorola tidak hanya mengubah angka model, tetapi juga membawa pembaruan nyata di baterai, chipset, dan kamera utama.

Meski begitu, peningkatannya tidak merata di semua sektor. Ada bagian yang naik jelas, tetapi ada pula spesifikasi yang justru membuat Edge 60 Fusion masih terasa kompetitif untuk sebagian pengguna.

Perbedaan utama yang paling mudah terlihat

Motorola Edge 70 Fusion membawa layar 6,67 inci P-OLED dengan refresh rate 120Hz. Sementara itu, Edge 60 Fusion memakai layar 6,78 inci AMOLED dengan refresh rate 144Hz dan peak brightness 5200 nits.

Dari sisi panel, Edge 60 Fusion unggul di ukuran layar, kecerahan puncak, dan kecepatan refresh. Namun Edge 70 Fusion tetap hadir dengan spesifikasi layar yang solid, termasuk HDR10+, 1B colors, dan pelindung Corning Gorilla Glass 7i.

Kamera: naik di sensor utama, mirip di bagian lain

Motorola Edge 70 Fusion memakai kamera utama 50MP f/1.9 dengan OIS, sedangkan Edge 60 Fusion menggunakan 50MP f/1.8 dengan OIS. Laman NotebookCheck menyebut Edge 70 Fusion menggunakan sensor SONY LYT-710, yang merupakan upgrade dari SONY LYT-700C pada Edge 60 Fusion.

Perubahan ini membuat kamera utama Edge 70 Fusion terasa lebih baru di atas kertas. Meski demikian, kamera ultrawide 13MP dan kamera depan 32MP tetap sama di kedua perangkat.

Kedua ponsel juga sama-sama bisa merekam video 4K 30 FPS. Hasil foto keduanya disebut serupa, dengan detail tinggi dan dynamic range yang luas, meski kemampuan zoom masih kurang tajam.

Performa: beda platform, selisihnya tidak jauh

Motorola Edge 70 Fusion beralih ke chipset MediaTek Dimensity 7400 fabrikasi 4 nm. Edge 60 Fusion memakai Snapdragon 7s Gen 4 berbasis 4 nm, sehingga keduanya tetap berada di kelas prosesor yang seimbang.

Menurut data NanoReview, Snapdragon 7s Gen 4 punya clock speed 2,7 GHz, GPU Adreno 810, dan skor AnTuTu v11 sekitar 980 ribuan. Dimensity 7400 juga memakai clock speed 2,7 GHz, tetapi dibekali GPU Mali-G615 MP2 dan skor AnTuTu v11 sekitar 920 ribuan.

Secara teori, Edge 60 Fusion sedikit lebih unggul di performa mentah. Namun selisihnya tidak besar, sehingga perbedaan pengalaman pakai kemungkinan tidak terlalu mencolok untuk penggunaan harian.

Baterai menjadi pembeda paling besar

Di sektor daya, Motorola Edge 70 Fusion tampil paling menonjol dengan baterai 7000 mAh. Motorola mengeklaim kapasitas itu dapat bertahan hingga 50 jam, sehingga jelas menyasar pengguna yang mengutamakan daya tahan panjang.

Sebagai perbandingan, Edge 60 Fusion dibekali baterai 5500 mAh. Artinya, kapasitas Edge 70 Fusion naik sekitar 20 persen, dan ini menjadi peningkatan yang paling terasa dibandingkan model sebelumnya.

Menariknya, pengisian daya tidak berubah karena keduanya sama-sama mendukung fast charging 68 watt. Jadi, peningkatan utama murni datang dari kapasitas baterai, bukan dari kecepatan isi ulang.

Harga dan nilai beli

Motorola Edge 70 Fusion hadir dengan satu varian 8/256GB dan dipasarkan di Indonesia di harga Rp6,2 jutaan, dengan diskon menjadi Rp5,9 jutaan. Edge 60 Fusion justru hadir dalam varian 12/256GB dengan harga Rp5,6 jutaan, serta diskon Rp5,2 jutaan.

Selisih harga keduanya memang cukup terasa, bahkan lebih dari Rp1 jutaan pada harga awal rilis. Kondisi itu membuat value Edge 70 Fusion dinilai sedikit turun dibanding pendahulunya, terutama jika kebutuhan utama hanya untuk penggunaan harian tanpa tuntutan baterai ekstra besar.

Bagi pengguna yang masih memakai Edge 60 Fusion, alasan untuk pindah ke Edge 70 Fusion paling kuat ada pada baterai 7000 mAh dan pembaruan kamera utama. Di luar itu, Edge 60 Fusion masih menawarkan layar lebih besar, refresh rate lebih tinggi, RAM lebih besar, dan harga yang lebih ramah di kelasnya.

Source: www.idntimes.com

Terkait