Tesla Model Y 2026 Ini Cepat Kehilangan Jarak Tempuh, Meski Masih Berumur Muda

Setelah hanya 18 bulan dan sedikit lebih dari 13.000 mil, sebuah Tesla Model Y Long Range Rear-Wheel Drive 2025 menunjukkan penurunan jangkauan yang tergolong cepat. Hasil tes kesehatan baterai bawaan Tesla menunjukkan kondisi baterai tinggal 88%, dan pemiliknya menyebut hasil itu tidak dapat diterima.

Kasus ini menonjol karena mobil tersebut bukan EV tua dengan jarak tempuh tinggi. Unit milik YouTuber Branden Flasch itu baru menempuh 13.162 mil, sehingga penurunan kapasitasnya langsung memicu pertanyaan soal penyebab di balik degradasi yang terjadi begitu cepat.

Hasil tes yang terlihat mengkhawatirkan

Tesla menjalankan pemeriksaan kesehatan baterai melalui prosedur bawaan mobil, dan hasilnya cukup konsisten dengan pengujian sebelumnya. Saat odometer masih sekitar 6.000 mil, Branden mengatakan kondisi baterai masih 95%, lalu turun menjadi 90% ketika jarak tempuh mendekati 11.000 mil.

Pada pengujian terbaru, mobil membutuhkan sekitar 12 jam untuk menyelesaikan proses tersebut. Setelah baterai diisi penuh, layar mobil menampilkan jangkauan 302 mil, atau 36 mil lebih rendah dibanding saat mobil masih baru.

Cara pengujian dilakukan

Tes ini dianggap cukup akurat karena memakai prosedur bawaan Tesla, bukan perkiraan dari aplikasi pihak ketiga. Mobil harus terhubung ke charger Level 2, lalu baterai dikosongkan mendekati habis sebelum diisi lagi sampai 100% semalaman agar setiap sel baterai diperiksa.

Proses itu membuat hasilnya lebih mudah dibandingkan antarwaktu. Karena itu, penurunan dari 95% ke 90%, lalu ke 88% dalam rentang pemakaian yang relatif pendek, terlihat lebih tajam daripada yang biasanya diharapkan pemilik EV.

Pemakaian harian ikut berperan

Branden mengatakan sekitar 43% pengisian daya dilakukan lewat charger AC Level 2 di rumah. Sisanya, 57%, berasal dari pengisian cepat DC, termasuk banyak sesi Supercharging yang bisa mencapai 250 kilowatt.

Namun, pola pengisian itu saja belum cukup menjelaskan penurunan kapasitas yang terlihat. Mobil ini juga sering diparkir di luar dengan Sentry Mode dan Cabin Overheat Protection aktif, dua fitur yang tetap mengonsumsi listrik saat mobil diam.

Cabin Overheat Protection memakai sistem pendingin dan AC untuk menjaga suhu kabin agar tidak melewati sekitar 105°F atau 40°C. Dalam kondisi seperti itu, baterai mendapat beban tambahan saat mobil tidak digunakan, dan drain ini bisa lebih besar dari rata-rata.

Masih ada faktor yang perlu dicermati

Gabungan antara pengisian DC yang sering dan konsumsi listrik saat parkir menjadi penjelasan yang paling masuk akal untuk kasus ini. Meski begitu, penurunan hingga 88% pada mobil dengan usia dan jarak tempuh seperti ini tetap tergolong besar.

Branden menilai bahwa jika laju degradasi itu berlanjut, mobil akan turun ke sekitar 82% saat masa sewa berakhir 18 bulan lagi. Di sisi lain, ahli pengujian baterai EV Davide Giacobbe dari Voltest menjelaskan bahwa degradasi baterai biasanya paling cepat terjadi di awal, lalu melambat ketika kesehatan paket baterai mendekati 90%.

Giacobbe juga menekankan bahwa odometer tidak selalu menceritakan seluruh kondisi baterai. Menurutnya, hubungan antara jarak tempuh dan kesehatan baterai memang ada, tetapi faktor lain kerap lebih menentukan dalam melihat seberapa cepat kapasitas benar-benar turun.

Terkait