iPhone 18 Terancam Mundur, Bocoran Ini Sebut Layar dan Performa Bisa Lebih Buruk dari iPhone 17

Author: Qoo Media

Kebocoran baru dari rantai pasok memunculkan kekhawatiran soal arah pengembangan iPhone 18. Jika informasi ini akurat, penerus iPhone 17 justru bisa hadir dengan sejumlah kompromi penting pada layar dan performa.

Laporan ini menarik perhatian karena iPhone 17 disebut sukses besar, sehingga ekspektasi terhadap generasi berikutnya sangat tinggi. Namun, sumber kebocoran menyebut Apple justru sedang mempertimbangkan langkah yang terlihat seperti penurunan spesifikasi demi menjaga keseimbangan biaya dan posisi produk.

Rumor downgrade mulai mencuat dari tahap pengujian

Tipster Fixed Focus Digital menyebut Engineering Validation Testing atau EVT untuk iPhone 18 dijadwalkan pada Juni 2026. Menjelang tahap itu, percakapan di rantai pasok disebut mengarah pada perubahan komponen layar yang tidak sepenuhnya positif.

Menurut bocoran tersebut, Apple disebut beralih dari panel Samsung M14 AMOLED yang digunakan pada iPhone 17 ke Samsung M12+ AMOLED. Panel M12+ ini diklaim sebagai peningkatan ringan dari M12 AMOLED yang sebelumnya dipakai pada iPhone 14 Pro.

Perubahan itu dianggap mengkhawatirkan karena M14 mendukung resolusi Full HD+, sedangkan M12 disebut hanya mampu membawa HD+. Artikel referensi menilai Apple kemungkinan tidak akan menurunkan panel iPhone 18 hingga 720p, tetapi kepadatan piksel atau ppi tetap berpotensi turun.

Jika skenario itu terjadi, tampilan iPhone 18 bisa terlihat kurang tajam dan kurang hidup dibanding iPhone 17. Bagi pengguna iPhone, kualitas layar merupakan salah satu elemen paling penting karena memengaruhi pengalaman menonton, bermain gim, dan penggunaan harian.

ProMotion juga disebut terancam mundur

Kekhawatiran berikutnya menyentuh teknologi refresh rate adaptif Apple. Setelah butuh waktu sangat lama untuk membawa ProMotion ke iPhone 17, Apple kini dirumorkan bisa melangkah mundur dari LTPO ke LTPS.

Peralihan itu penting karena LTPO selama ini menjadi fondasi panel dengan refresh rate yang lebih fleksibel dan efisien. Jika iPhone 18 benar kembali ke LTPS, belum jelas apakah layarnya akan tetap berada di 120 Hz, turun ke 90 Hz, atau bahkan kembali ke 60 Hz.

Ketidakpastian ini menjadi sorotan karena ProMotion bukan sekadar angka pada spesifikasi. Teknologi tersebut memengaruhi kelancaran navigasi antarmuka, scrolling, animasi, dan efisiensi daya dalam penggunaan harian.

Bila Apple benar mengurangi kemampuan layar di model dasar, keputusan itu bisa memicu reaksi negatif. Pasalnya, pengguna biasanya berharap generasi baru setidaknya mempertahankan standar dari model sebelumnya, bukan menurunkannya.

Isu performa ikut jadi sorotan

Fixed Focus Digital juga menulis dalam unggahan Weibo terpisah bahwa Apple sedang menjajaki kemungkinan penurunan performa pada iPhone 18. Ponsel ini diperkirakan memakai chip A20, tetapi konfigurasi dan kemampuannya disebut bisa berbeda cukup jauh dari A19 di iPhone 17.

Sebagai konteks, A19 pada iPhone 17 disebut membawa CPU 6-core, GPU 5-core, dan Neural Engine 16-core. Untuk A20, Apple dirumorkan dapat memangkas satu inti GPU sekaligus menurunkan performa CPU 6-core yang dibawanya.

Langkah seperti ini bukan hal yang sepenuhnya baru di lini Apple. Artikel referensi menyebut pendekatan serupa pernah terlihat pada iPhone 16e dan iPhone 17e, sementara iPhone Air juga meluncur dengan satu inti GPU A19 Pro lebih sedikit karena alasan termal.

Bedanya, iPhone 18 diposisikan sebagai penerus langsung model utama yang sukses di pasar. Karena itu, setiap pengurangan pada kemampuan grafis atau kinerja umum akan terasa lebih sensitif dibanding varian yang sejak awal ditempatkan sebagai model lebih terjangkau atau model dengan kompromi tertentu.

Mengapa Apple disebut bisa mengambil langkah ini

Laporan referensi menyebut masih terlalu dini untuk memastikan semuanya karena iPhone 18 bahkan bisa mundur hingga 2027. Namun, ada petunjuk bahwa tekanan biaya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah pengembangan.

Apple juga disebut sedang memutus tradisi peluncuran yang sudah berjalan selama 19 tahun, dengan biaya RAM yang meningkat sebagai salah satu alasan. Di saat yang sama, industri smartphone disebut ikut terdampak oleh efek lanjutan dari tren AI yang mendorong biaya komponen dan pengembangan.

Dalam konteks itu, Apple kemungkinan ingin menjaga keberhasilan model iPhone dasar tanpa menaikkan harga. Strategi tersebut bisa membuat perusahaan memilih komponen yang lebih murah atau konfigurasi yang lebih konservatif agar marjin tetap terjaga.

Konsekuensinya, konsumen mungkin harus menerima kompromi pada dua area yang sangat menentukan pengalaman iPhone, yaitu layar dan performa. Selama belum ada konfirmasi resmi dari Apple, semua informasi ini masih berada di level rumor, tetapi arah bocoran tersebut sudah cukup untuk memicu kekhawatiran di kalangan calon pengguna iPhone generasi berikutnya.

Source: gadgets.beebom.com
Terbaru