Steam Machine Terancam Meluncur Lebih Mahal, Krisis Memori Bikin Valve Ubah Rencana

Valve dikabarkan menaikkan harga internal Steam Machine menjelang peluncuran. Laporan ini muncul ketika krisis memori dan NAND masih menekan biaya komponen perangkat keras.

Informasi tersebut berasal dari Brad Lynch, sosok yang dikenal cukup sering membocorkan detail terkait Valve. Menurut klaimnya, Steam Machine kini jauh lebih mahal dibanding target harga awal yang sempat dibidik Valve sebelum krisis komponen PC memburuk.

Harga naik sebelum produk meluncur

Kenaikan ini disebut belum tentu langsung mencerminkan harga jual final ke konsumen. Namun, lonjakan biaya internal biasanya menjadi sinyal bahwa Valve menghadapi tekanan besar dalam produksi perangkat tersebut.

Brad Lynch juga menyebut Steam Frame ikut terdampak situasi yang sama. Meski begitu, Steam Machine disebut berada dalam posisi yang lebih sulit dibanding perangkat pendamping itu.

Salah satu penyebab utamanya adalah kebutuhan memori yang tinggi. Steam Machine disebut membawa total 24 GB gabungan RAM sistem dan video, sementara harga memori sedang berada di level sangat tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, ruang Valve untuk menjaga harga tetap agresif menjadi makin sempit. Jika biaya komponen terus naik, perusahaan bisa dipaksa meninjau ulang strategi peluncuran maupun pasokan awal.

Mengapa Steam Controller lebih dulu hadir

Situasi ini juga membantu menjelaskan mengapa Valve hanya lebih dulu meluncurkan Steam Controller. Padahal, rencana awalnya disebut mencakup tiga perangkat sekaligus, yakni Steam Controller, Steam Frame, dan Steam Machine.

Dalam wawancara dengan Polygon, insinyur hardware Valve Steve Cardinali memberi petunjuk penting soal keputusan tersebut. Ia mengatakan, “This doesn’t have RAM in it, and it’s not as complicated to start getting out the door for us.”

Pernyataan itu menegaskan bahwa Steam Controller tidak bergantung pada RAM seperti Steam Machine. Karena itu, perangkat tersebut lebih mudah diproduksi dan didorong ke pasar saat harga memori sedang bermasalah.

Cardinali juga menyatakan Valve merasa siap untuk penjualan Steam Controller. Namun, ia tetap mengingatkan bahwa permintaan yang sangat tinggi bisa melampaui perkiraan perusahaan.

Ia mengatakan Valve ingin membangun jumlah unit lebih dulu agar bisa melayani sebanyak mungkin pembeli saat peluncuran. Meski begitu, ketersediaan tetap bisa tertekan jika minat pasar ternyata jauh lebih besar dari ekspektasi.

Krisis memori dan NAND jadi faktor sentral

Dari seluruh informasi yang beredar, inti persoalannya ada pada rantai pasok komponen. Krisis memori dan NAND bukan hanya menaikkan biaya, tetapi juga memengaruhi kecepatan produksi dan kepastian jadwal peluncuran.

Untuk Steam Machine, dampaknya terlihat lebih besar karena perangkat ini mengandalkan konfigurasi memori yang cukup besar. Saat harga RAM melonjak, biaya total perangkat otomatis ikut terdorong naik.

Steam Frame disebut terkena dampak juga, tetapi tidak separah Steam Machine. Detail spesifik soal tingkat kenaikan biaya untuk masing-masing perangkat tidak diungkap dalam laporan tersebut.

Valve sendiri belum memberikan penjelasan publik tambahan mengenai perubahan harga internal itu. Karena itu, informasi yang beredar saat ini masih bertumpu pada laporan leaker dan komentar resmi Valve yang sebelumnya membahas peluncuran Steam Controller.

Apa arti laporan ini bagi calon pembeli

Bagi pengguna yang menunggu Steam Machine, laporan ini mengarah pada dua kemungkinan utama. Pertama, harga perangkat saat diluncurkan bisa lebih tinggi dari target awal Valve.

Kedua, peluncuran dapat terpengaruh bila krisis komponen belum mereda. Sumber referensi menyebut kondisi ini berpotensi memicu penundaan jika situasinya tidak membaik.

Di sisi lain, peluncuran Steam Controller yang lebih dulu hadir memberi gambaran tentang prioritas Valve dalam kondisi pasar yang sulit. Perangkat yang tidak bergantung pada RAM menjadi lebih realistis untuk segera dipasarkan.

Laporan ini juga memperlihatkan betapa besar pengaruh biaya komponen terhadap strategi produk. Bahkan perusahaan sebesar Valve tetap harus menyesuaikan rencana ketika harga memori dan NAND bergerak di luar target awal.

Sampai ada pengumuman resmi berikutnya, posisi Steam Machine masih dibayangi ketidakpastian biaya dan pasokan. Yang sudah terlihat jelas, tekanan pada memori dan NAND telah mengubah jalur peluncuran perangkat Valve, dengan Steam Controller menjadi satu-satunya produk yang lebih dulu berhasil keluar ke pasar.

Source: tech.sportskeeda.com
Terkait