Samsung Siapkan Galaxy Glasses Tanpa Layar, Andalkan AI Dan Harga Yang Lebih Masuk Akal

Samsung dikabarkan tengah menyiapkan perangkat wearable baru bernama Galaxy Glasses yang membawa pendekatan berbeda dari headset extended reality pada umumnya. Kacamata pintar ini disebut tidak memakai layar, tetapi tetap mengandalkan kecerdasan buatan untuk menjalankan berbagai fungsi praktis dalam penggunaan harian.

Perangkat berkode nama Jinju itu diposisikan sebagai alternatif yang lebih ringan dan lebih mudah dipakai dibandingkan headset XR yang cenderung besar. Fokus utamanya ada pada fungsi dasar dan kenyamanan, bukan pada tampilan visual yang kompleks di depan mata pengguna.

Desain sederhana dengan fungsi inti yang lengkap

Samsung Galaxy Glasses disebut akan memakai lensa transisi otomatis yang bisa menyesuaikan tingkat kegelapan sesuai cahaya di sekitar. Dengan pendekatan ini, perangkat diharapkan tetap nyaman digunakan di dalam maupun luar ruangan tanpa membuat pengguna perlu mengganti kacamata untuk situasi berbeda.

Laporan AndroidHeadlines pada Selasa (28/4/2026) menyebut render Galaxy Glasses terlihat mirip kacamata hasil kolaborasi Ray-Ban dan Meta Platforms. Meski tampil minimalis, perangkat ini tetap membawa kamera, mikrofon, dan sistem audio terintegrasi untuk mendukung aktivitas harian.

Kombinasi tersebut menegaskan arah pengembangan Samsung yang menempatkan Galaxy Glasses sebagai perangkat fungsional, bukan sekadar aksesori gaya. Tanpa layar bawaan, kacamata ini tetap diarahkan untuk membantu pengguna menerima instruksi, mencatat momen, dan menjalankan perintah berbasis AI secara lebih ringkas.

Mengandalkan AI dan konektivitas ponsel

Fitur utama Galaxy Glasses bertumpu pada integrasi kecerdasan buatan yang tertanam di dalam perangkat. Samsung menyiapkan koneksi Wi-Fi dan Bluetooth ke ponsel pintar agar proses data bisa berjalan efisien dan tidak bergantung penuh pada perangkat kacamata.

Dengan skema itu, Galaxy Glasses dapat membantu pengguna mengambil foto dan video secara hands-free. Pendekatan ini membuat kacamata pintar lebih relevan untuk kebutuhan praktis, seperti dokumentasi cepat saat tangan sedang sibuk atau ketika pengguna ingin menghindari penggunaan ponsel secara langsung.

Sebagai perangkat tanpa layar, kemampuan AI menjadi bagian yang paling menentukan. Samsung tampaknya ingin menghadirkan pengalaman yang tetap cerdas meski bentuk produknya dibuat sesederhana mungkin.

Didukung Android XR dan Gemini

Perangkat Jinju diyakini akan menjalankan sistem operasi Android XR. Integrasi itu kemudian dikaitkan dengan Gemini milik Google, yang disebut akan memperkuat ekosistem wearable Samsung dalam menghadirkan fitur berbasis AI.

Hubungan antara Android XR dan Gemini memberi gambaran bahwa Galaxy Glasses tidak berdiri sendiri sebagai produk hardware. Samsung justru menempatkan perangkat ini dalam ekosistem yang lebih luas agar pengalaman pengguna tetap terhubung dengan layanan dan kemampuan pemrosesan yang lebih matang.

Pendekatan ini juga menunjukkan bahwa persaingan di pasar kacamata pintar tidak hanya soal desain. Kemampuan software, integrasi AI, dan konektivitas menjadi faktor penting yang bisa menentukan daya tarik produk di mata konsumen.

Ada versi premium yang sedang disiapkan

Selain model Jinju, Samsung juga disebut tengah menyiapkan kacamata pintar premium dengan kode nama Haean. Berbeda dari Jinju, versi premium itu mendukung kemampuan augmented reality secara penuh.

Namun, laporan yang beredar menyebut Haean baru akan masuk pasar pada periode tahun depan. Artinya, Samsung tampak membagi strategi produk ke dua jalur, yakni perangkat yang lebih sederhana untuk penggunaan harian dan perangkat premium untuk pengalaman AR yang lebih lengkap.

Perkiraan harga dan posisi pasar

Estimasi harga Galaxy Glasses Jinju berada di kisaran US$379 hingga US$499. Dalam artikel referensi, angka itu disebut setara sekitar Rp6 juta hingga Rp8 juta.

Sementara itu, model premium Haean diperkirakan dibanderol lebih tinggi, yakni US$600 hingga US$900. Rentang harga tersebut memperlihatkan bahwa Samsung sedang menyiapkan lini produk wearable yang bisa menjangkau segmen berbeda, dari pengguna yang mencari perangkat praktis hingga mereka yang menginginkan fitur augmented reality yang lebih maju.

Dengan arah pengembangan seperti ini, Samsung tampak ingin memperkuat posisinya di pasar wearable berbasis AI melalui produk yang lebih ringan, lebih sederhana, dan lebih dekat dengan penggunaan sehari-hari. Pendekatan tanpa layar pada Galaxy Glasses juga menegaskan bahwa perusahaan ini sedang mendorong model interaksi baru yang mengutamakan fungsi, konektivitas, dan kecerdasan buatan.

Berita Terkait

Back to top button