Motorola resmi memperkenalkan lini ponsel lipat Razr terbaru yang terdiri dari Razr, Razr Plus, dan Razr Ultra. Tiga model ini langsung menarik perhatian karena tetap mengusung identitas desain yang kuat, tetapi dibarengi peningkatan pada layar, kamera, AI, dan baterai.
Sorotan terbesar ada pada Razr Ultra yang menjadi model paling tinggi di seri ini. Perangkat ini mempertahankan format khas Razr dengan layar cover 4 inci dan layar utama internal 7 inci, namun Motorola menekankan peningkatan kualitas panel serta perlindungan fisik yang lebih baik.
Desain lama, pendekatan baru
Motorola tidak melakukan perubahan besar pada bahasa desain ketiga ponsel tersebut. Justru, perusahaan tampak memilih mempertahankan bentuk yang sudah dikenal sambil menyempurnakan detail teknis di tiap model.
Pada Razr Ultra, panel luar 4 inci dipadukan dengan layar internal 7 inci berjenis Extreme AMOLED. Motorola menyebut panel ini menghadirkan “infinite contrast” dengan hitam yang lebih dalam, warna lebih kaya, dan refresh rate 165Hz.
Perlindungan layar luar juga ditingkatkan pada model Ultra. Motorola memakai Corning Gorilla Glass Ceramic 3 dan mengklaim ketahanan jatuhnya 75 persen lebih baik dibanding generasi sebelumnya pada bagian luar perangkat.
Dari sisi performa, Razr Ultra ditenagai Snapdragon 8 Elite dari Qualcomm. Kombinasi ini mempertegas posisi Ultra sebagai varian paling premium di keluarga Razr terbaru.
Kamera jadi nilai jual utama
Motorola menaruh perhatian besar pada sektor fotografi, terutama untuk Razr Ultra. Ponsel ini dibekali tiga kamera 50MP, masing-masing untuk kamera utama, ultrawide plus Macro Vision, dan kamera selfie.
Perusahaan juga menyebut peningkatan sensor LOFIC pada kamera utama. Menurut Motorola, sistem ini memberi peningkatan dynamic range hingga 6x untuk membantu menangkap detail lebih baik pada berbagai kondisi pencahayaan.
Razr Plus dan Razr reguler juga tidak ditinggalkan dalam urusan kamera. Keduanya membawa dua kamera belakang 50MP, sementara kamera depannya menggunakan sensor 32MP dengan teknologi Quad Pixel pada Razr Plus dan 32MP pada Razr.
Moto AI semakin menonjol
Fitur AI menjadi benang merah di seluruh lini Razr terbaru. Motorola menempatkan Moto AI sebagai fondasi untuk banyak fungsi kamera dan pengalaman penggunaan harian.
Beberapa fitur yang disebutkan meliputi Group Shot, yang mengambil beberapa frame lalu memilih ekspresi terbaik dengan bantuan AI. Ada pula Camcorder Rotate to Zoom, Frame Match, dan Signature Style untuk membantu pengguna mendapatkan hasil foto dan video yang lebih konsisten.
Motorola juga menyatakan lini Razr ini menjadi yang pertama menghadirkan fitur “Wardrobe” di Google Photos. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat semacam lemari pakaian digital mini untuk mencoba tampilan outfit dan menyimpan gaya favorit.
Pada Razr Ultra, pengguna juga akan menemukan opsi layanan AI lain seperti Google Gemini, Microsoft Copilot, dan Perplexity. Kehadiran beberapa layanan ini menunjukkan Motorola ingin memberi lebih banyak pilihan, bukan hanya mengandalkan sistem AI internal.
Perbedaan spesifikasi tiap model
Razr Ultra menjadi model paling lengkap di seri ini. Selain chip Snapdragon 8 Elite, perangkat ini membawa baterai 5.000mAh dengan pengisian 68W TurboPower.
Model ini hadir dalam pilihan Pantone Orient Blue dengan finishing Alcantara dan Pantone Cocoa dengan material kayu. Pendekatan material tersebut memperkuat kesan ikonik yang sejak lama melekat pada lini Razr.
Razr Plus berada di kelas tengah dengan layar cover 4 inci dan layar internal 6,9 inci Extreme AMOLED. Untuk perlindungan, model ini memakai Corning Gorilla Glass Victus pada layar luarnya.
Chipset yang digunakan adalah Snapdragon 8s Gen 3. Motorola menyebut chip ini berfokus pada kemampuan AI generatif, sambil tetap menjaga positioning sebagai perangkat bergaya flagship.
Razr Plus dibekali baterai 4.500mAh, pengisian 45W TurboPower, serta wireless charging 15W. Varian warnanya disebut hanya tersedia dalam Pantone Mountain View.
Sementara itu, Razr reguler menjadi model paling terjangkau dalam keluarga ini. Ponsel tersebut membawa layar cover 3,6 inci, layar utama 6,9 inci Extreme AMOLED, dan perlindungan Corning Gorilla Glass Victus.
Untuk dapur pacu, Motorola memilih MediaTek Dimensity 7450X. Chip ini disebut ditujukan untuk ponsel lipat yang bermain di segmen menengah hingga premium.
Baterainya berkapasitas 4.800mAh dengan pengisian kabel 30W dan wireless charging 15W. Pilihan desainnya justru paling beragam, yakni Pantone Hematite dengan woven finish, Violet Ice dengan leather finish, Sporting Green dengan leather finish, dan Bright White.
Harga dan ketersediaan
Motorola membuka pre-order ketiga model pada 14 Mei melalui motorola.com, Amazon, dan Best Buy. Penjualan resmi dimulai pada 21 Mei.
Harga Razr Ultra ditetapkan $1,499. Razr Plus dibanderol $1,099, sedangkan Razr reguler dijual mulai $799.
Untuk distribusi operator, Razr akan tersedia di Boost Mobile, Spectrum Mobile, Verizon, Visible, Xfinity Mobile, Consumer Cellular, Google Fi Wireless, dan Cox Mobile pada 21 Mei. Ketersediaan di T-Mobile dan Cricket Wireless disebut menyusul kemudian.
Secara keseluruhan, seri Razr terbaru menegaskan strategi Motorola yang tidak mengejar perubahan bentuk besar. Fokus perusahaan justru terlihat pada penyempurnaan pengalaman melalui layar, material, kamera 50MP, serta integrasi AI yang kini menjadi salah satu nilai jual paling kuat di seluruh lini.
Source: www.androidcentral.com






