Memainkan Neverness to Everness di ponsel kelas terjangkau tidak cukup hanya mengandalkan nama besar merek. Game dengan eksplorasi kota bergaya urban dan visual tinggi itu menuntut kombinasi chipset kencang, layar mulus, serta manajemen panas yang rapi agar frame rate tetap stabil.
Karena itu, pilihan ponsel murah untuk NTE lebih masuk akal jika dilihat dari keseimbangan performa jangka panjang, bukan sekadar spesifikasi tunggal. Sejumlah model populer menawarkan paket yang cukup kuat tanpa harus masuk kategori flagship.
Fokus utama: performa stabil untuk sesi panjang
Salah satu nama yang paling menonjol adalah Poco X6 Pro 5G. Perangkat ini memakai Dimensity 8300 Ultra, dipadukan dengan RAM LPDDR5X dan layar AMOLED 120Hz yang dinilai cocok untuk game open-world berat seperti Neverness to Everness.
Poco X6 Pro juga membawa pengisian daya 67W dan sistem pendingin canggih. Kombinasi ini membuatnya menarik bagi pengguna yang mengejar performa tinggi dan ketahanan saat bermain lama.
Realme GT 6T 5G juga masuk daftar karena membawa Snapdragon 7+ Gen 3. Chipset itu disebut memberi dorongan besar pada efisiensi GPU dan CPU, yang penting untuk menjaga kelancaran game dengan beban grafis tinggi.
Di sisi layar, Realme GT 6T memakai panel 8T LTPO dengan tingkat kecerahan puncak 6000 nits. Ponsel ini juga dibekali sistem pendingin dual VC berukuran besar, baterai 5.500 mAh, dan pengisian cepat 120W untuk mendukung sesi gaming yang panjang.
Pilihan yang lebih seimbang
iQOO Z9 5G menawarkan pendekatan yang lebih seimbang antara performa dan efisiensi. Ponsel ini ditenagai Dimensity 7200 dan memakai layar AMOLED 120Hz dengan kecerahan puncak 1800 nits, sehingga tetap nyaman dipakai di kondisi cahaya terang.
Untuk daya tahan, iQOO Z9 5G membawa baterai 5.000 mAh dan 44W FlashCharge. Perangkat ini juga punya kamera utama 50 MP Sony IMX882 dan bodi tipis, sehingga tidak hanya berfokus pada gaming.
Redmi Note 13 Pro 5G juga layak dipertimbangkan untuk pemain yang mengutamakan tampilan visual. Ponsel ini hadir dengan layar 1.5K CrystalRes AMOLED 120Hz yang memberi pengalaman lebih imersif saat menjelajahi dunia game.
Kinerjanya ditopang Snapdragon 7s Gen 2 yang berfokus pada keseimbangan efisiensi dan performa untuk game open-world. Redmi juga menyematkan baterai 5.100 mAh dan pengisian 67W turbo charging untuk mendukung waktu main yang lebih lama.
Untuk yang memprioritaskan fitur gaming
Infinix GT 20 Pro tampil paling dekat dengan konsep ponsel gaming khusus dalam daftar ini. Perangkat tersebut memakai Dimensity 8200 Ultimate dan chip layar Pixelworks X5 Turbo, yang ditujukan untuk optimalisasi frame rate sekaligus menekan konsumsi daya saat menjalankan game berat seperti NTE.
Keunggulan lain ada pada Bypass Charging, yang menyalurkan daya langsung ke motherboard untuk membantu menekan panas. Infinix juga melengkapinya dengan baterai 5.000 mAh, fast charging 45W, serta sistem VC liquid cooling di bodi bergaya Mecha-Design.
Samsung Galaxy A55 menjadi opsi bagi pengguna yang lebih mementingkan konsistensi dan kualitas panel. Ponsel ini memakai Exynos 1480 dengan GPU Xclipse 530 berbasis AMD, lalu dipadukan dengan layar Super AMOLED 6,6 inci 120Hz.
Untuk penggunaan harian dan gaming jangka panjang, Galaxy A55 membawa baterai 5.000 mAh dan fast charging 25W. Samsung juga menambahkan Gorilla Glass Victus+ yang memberi nilai lebih pada aspek durabilitas.
Apa yang perlu diperhatikan sebelum memilih
Dari daftar ini, pola yang paling jelas adalah pentingnya pendinginan dan baterai besar. Neverness to Everness bukan tipe game yang hanya membutuhkan layar bagus, karena beban visual tinggi akan cepat memicu panas jika perangkat tidak punya sistem termal yang memadai.
Karena itu, ponsel seperti Poco X6 Pro, Realme GT 6T, dan Infinix GT 20 Pro terlihat unggul untuk pengguna yang mengincar performa agresif. Sementara iQOO Z9 5G, Redmi Note 13 Pro 5G, dan Samsung Galaxy A55 lebih cocok bagi pengguna yang ingin perangkat serba guna dengan kemampuan gaming yang tetap solid.
Daftar ini juga tidak disusun berdasarkan peringkat tertentu. Artinya, pilihan terbaik untuk bermain NTE di kelas harga lebih rendah akan sangat bergantung pada prioritas masing-masing, apakah mengejar chipset paling kencang, layar paling tajam, pengisian tercepat, atau suhu yang paling stabil saat sesi bermain berlangsung lama.
Source: tech.sportskeeda.com





