
OpenAI dilaporkan sedang menyiapkan langkah besar ke pasar perangkat keras dengan mengembangkan chipset mandiri untuk ponsel pintar berbasis kecerdasan buatan. Arah ini menandai perluasan strategi perusahaan di luar ChatGPT, sekaligus memperkuat rencana yang sudah mengemuka sejak akuisisi startup Io milik Jony Ive pada Mei 2025.
Fokus utamanya bukan sekadar membuat ponsel biasa, melainkan perangkat yang dirancang sebagai AI Agent Phone. Untuk itu, OpenAI disebut ingin membangun System-on-Chip atau SoC yang dioptimalkan agar tugas-tugas AI bisa diproses otomatis langsung di perangkat.
Chip yang diutamakan untuk AI, bukan grafis
Berbeda dari prosesor ponsel konvensional, chipset yang disiapkan OpenAI akan memprioritaskan kecepatan pemrosesan data kecerdasan buatan dibanding performa grafis. Pendekatan ini dinilai mirip dengan strategi Google lewat chip Tensor di seri Pixel, yang dipakai untuk memperdalam kemampuan machine learning pada perangkatnya.
Ming-Chi Kuo dari TF International Securities mengungkap bahwa OpenAI kini menjalin kerja sama dengan dua nama besar semikonduktor, Qualcomm dan MediaTek. Kolaborasi itu ditujukan untuk membangun arsitektur SoC yang cocok untuk ponsel AI dengan fokus pada efisiensi dan pemrosesan cerdas.
Produksi massal ditargetkan pada 2028
Kuo memproyeksikan chip semikonduktor tersebut akan masuk tahap produksi massal pada 2028. Sebelum itu, spesifikasi komponen ditargetkan rampung pada akhir 2026 atau awal 2027.
Luxshare, perusahaan manufaktur asal China, disebut bakal menjadi mitra produksi eksklusif untuk proyek ini. Jika tahapan itu berjalan sesuai rencana, OpenAI akan memiliki jalur pengembangan perangkat keras yang lebih terstruktur untuk produk ponsel AI pertamanya.
Strategi untuk menekan biaya pengembangan
Pemakaian arsitektur dari Qualcomm dan MediaTek memberi OpenAI jalan pintas yang penting. Dengan begitu, perusahaan tidak perlu membangun desain prosesor dari nol, yang biasanya memakan biaya besar dan waktu pengembangan lebih panjang.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa OpenAI tetap berhitung secara realistis dalam membangun perangkat keras. Alih-alih mengejar semua komponen secara mandiri, perusahaan memilih menggandeng pemain yang sudah berpengalaman di industri chip ponsel.
Sebelumnya, OpenAI memang sudah mengembangkan chip AI bersama Broadcom. Namun, chip itu ditujukan untuk kebutuhan pusat data guna membantu menekan biaya operasional perusahaan, bukan untuk ponsel pintar.
Tantangan yang menunggu di pasar perangkat AI
Masuknya OpenAI ke pasar ponsel AI berpotensi mengubah peta persaingan perangkat pintar. Perusahaan akan berhadapan dengan pemain lama seperti Apple dan Google yang sudah punya ekosistem perangkat dan layanan yang matang.
Selain itu, OpenAI juga perlu memastikan integrasi aplikasi berjalan mulus di perangkat barunya. Di sisi lain, pasar harus menerima konsep ponsel yang berpusat pada layanan AI berlangganan agar strategi ini benar-benar bisa berkembang.









