Infinix GT 50 Pro Meluncur, Tombol Bahu Ala Konsol dan Dimensity 8400 Siap Guncang Kelas Menengah

Infinix kembali menargetkan pasar smartphone gaming lewat GT 50 Pro yang sudah hadir di sejumlah pasar global. Ponsel ini langsung menarik perhatian karena membawa chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultimate dan serangkaian fitur yang terasa lebih dekat ke perangkat gaming ketimbang ponsel biasa.

Di Indonesia, perangkat ini juga sudah muncul di platform e-commerce dengan harga sekitar Rp 6,9 jutaan untuk varian 12GB/256GB. Varian 12GB/512GB tercantum di kisaran Rp 7,4 jutaan, sehingga posisinya masuk ke kelas menengah dengan fokus yang sangat jelas pada performa.

Performa kelas gaming

Infinix GT 50 Pro ditenagai Dimensity 8400 Ultimate berbasis fabrikasi 4nm dan dipasangkan dengan GPU Mali-G720 MC7. Kombinasi ini ditujukan untuk menjaga performa tetap stabil saat menjalankan game berat maupun multitasking.

Ponsel ini juga dibekali RAM LPDDR5x 12GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 512GB. Infinix turut menyematkan chip jaringan N1 buatan sendiri untuk membantu konektivitas tetap optimal, terutama saat bermain game online.

Layar cepat dan respons sentuh agresif

Pada bagian depan, GT 50 Pro memakai layar AMOLED LTPS 6,78 inci dengan resolusi 1.5K atau 1.208 x 2.644 piksel. Layarnya mendukung refresh rate adaptif hingga 144Hz untuk tampilan yang lebih mulus.

Respons sentuhnya juga dibuat sangat agresif dengan touch sampling rate hingga 330Hz dan instant touch sampling 2800Hz. Panel ini disebut mampu mencapai kecerahan puncak 4500 nits, mendukung warna DCI-P3 100 persen, serta sudah mengantongi sertifikasi TÜV Low Blue Light dan perlindungan Corning Gorilla Glass 7i.

Tombol bahu ala konsol

Salah satu daya tarik utama GT 50 Pro ada pada Open-Cut Pressure-Sense GT Trigger. Fitur ini menghadirkan tombol bahu sensitif tekanan dengan hingga 10 tingkat sensitivitas dan latensi sekitar 20ms.

Infinix juga memberi kemampuan pemetaan hingga empat titik kontrol pada setiap tombol. Pendekatan ini membuat pengalaman bermain terasa lebih dekat dengan kontroler konsol, terutama untuk game yang memanfaatkan input fisik tambahan.

Sistem pendingin dan baterai besar

Untuk menjaga suhu tetap terkendali, Infinix menggunakan HydroFlow Liquid Cooling dengan teknologi mikro-pompa cairan. Area pendinginannya mencapai 6.437 mm persegi, sehingga perangkat tetap lebih stabil dalam sesi bermain panjang.

Daya tahan perangkat ditopang baterai 6.500mAh dengan pengisian cepat kabel 45W. Ada juga pengisian nirkabel hingga 30W, reverse charging kabel 10W, reverse wireless charging 5W, serta bypass charging nirkabel saat digunakan bersama aksesori MagCharge Cooler 2.0.

Kamera dan desain tetap dipikirkan

Meski fokus utamanya gaming, GT 50 Pro tetap membawa kamera belakang ganda. Susunannya terdiri dari kamera utama 50 megapiksel dengan aperture f/1.59 dan OIS, serta kamera ultra-wide 8 megapiksel.

Di depan, tersedia kamera 13 megapiksel untuk swafoto dan panggilan video. Desainnya hadir dalam pilihan warna Black Abyss, Red Blaze, dan Silver Glacier, dengan dimensi 162,44 x 77,23 x 8,15 mm dan bobot 198 gram.

Fitur pelengkap untuk penggunaan harian

Infinix GT 50 Pro juga membawa sertifikasi IP64 untuk ketahanan terhadap debu dan percikan air. Fitur lain yang ikut melengkapi perangkat ini mencakup sensor sidik jari di dalam layar, motor linier sumbu X, IR blaster, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4, NFC, USB Type-C, OTG, dan radio FM.

Kombinasi spesifikasi itu membuat GT 50 Pro tampil sebagai salah satu opsi yang cukup serius di kelas menengah bagi pengguna yang memprioritaskan gaming. Dengan performa tinggi, layar cepat, tombol bahu sensitif tekanan, dan baterai besar, Infinix menempatkan GT 50 Pro sebagai perangkat yang ingin memberi pengalaman bermain yang lebih mendekati konsol.

Terkait