Pengendara yang melintasi kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, perlu menyiapkan rute lain pada Rabu (22/7/2026). Rekayasa lalu lintas situasional akan berlaku mulai pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB di sejumlah jalan di sekitar Taman Fatahillah.
Pengaturan ini dilakukan karena Taman Fatahillah menjadi lokasi Peringatan Hari Lahir PKB dan Pelantikan DPC PKB se-Indonesia 2026. Potensi kepadatan diperkirakan muncul pada sore hingga malam hari, terutama di akses menuju kawasan wisata tersebut.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan perjalanan sebelum memasuki area Kota Tua. Pengendara juga diminta mematuhi rambu serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Dalam keterangan resminya, Dishub DKI Jakarta meminta masyarakat memperhatikan informasi rekayasa yang berlaku. Warga juga diingatkan untuk menyesuaikan rute demi keselamatan dan kelancaran perjalanan bersama.
Ruas Jalan yang Terdampak
Sejumlah ruas di sekitar Kota Tua masuk dalam skema pengaturan arus kendaraan. Jalan yang perlu diwaspadai meliputi Jalan Pintu Besar Utara, Jalan Kali Besar Barat, Jalan Kunir sisi selatan, serta Jalan Kemukus.
Pengendara dari arah utara menuju timur dapat menggunakan beberapa jalur pengganti yang telah disiapkan. Rute ini dirancang untuk mengurangi pertemuan kendaraan di sekitar Taman Fatahillah dan akses jalan menuju Kota Tua.
| Perjalanan | Rute Alternatif |
|---|---|
| Pluit ke Harmoni | Jalan Jembatan Tiga Raya – Jalan Jembatan Dua Raya – Jalan Pangeran Tubagus Angke – Jalan Pasar Pagi Flyover – Jalan Pantura |
| Pluit ke Tanjung Priok | Jalan Pluit Selatan Raya – Jalan Gedong Panjang – Jalan Pakin – Jalan Krapu – Jalan Lodan Raya |
| Penjaringan ke Asemka/Harmoni | Jalan Kali Besar Barat – Jalan Kopi – Jalan Pejagalan Raya – Jalan Pasar Pagi Lama – Jalan Perniagaan Raya – Jalan Toko Tiga – Jalan Pintu Kecil – Jalan Asemka – Jalan Pantura |
| Penjaringan ke Mangga Dua | Jalan Kali Besar Barat – Jalan Kunir – Jalan Kampung Bandan – Jalan R.E. Martadinata – Jalan Lodan Raya – Jalan Gunung Sahari – Jalan Mangga Dua Raya |
Pengalihan Menuju Ancol
Kendaraan dari arah Glodok yang akan menuju Ancol diarahkan melalui Jalan Pancoran, Jalan Pintu Kecil, dan Jalan Malaka. Setelah itu, kendaraan dapat melanjutkan perjalanan melalui Jalan Roa Malaka Selatan, Jalan Roa Malaka Utara, Jalan Tiang Bendera, Jalan Nelayan Timur, Jalan Cengkeh, hingga Jalan Tongkol.
Bagi pengendara dari arah Gunung Sahari menuju Ancol, jalur alternatif dimulai dari Jalan Mangga Dua Raya menuju Jalan Pantura. Rute kemudian berlanjut ke Jalan Pintu Besar Selatan 1, Jalan Pintu Kecil, Jalan Malaka, dan rangkaian jalan menuju Jalan Tongkol.
Pengaturan tersebut membuat pengendara yang biasanya mengandalkan akses langsung di sekitar Kota Tua perlu memberi waktu tempuh tambahan. Memilih jalur sesuai tujuan perjalanan dapat membantu menghindari area yang berpotensi mengalami antrean kendaraan.
6 Kantong Parkir Resmi
Bagi warga yang tetap beraktivitas di Kota Tua, Dishub DKI Jakarta menyiapkan enam kantong parkir resmi. Lokasinya tersebar di Pelataran Parkir Bank BNI 46, Pelataran Parkir Kemukus milik PT KAI, Pelataran Parkir Kota Intan, Jalan Kali Besar Timur, Gedung Imigrasi, serta Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik.
| No. | Lokasi Kantong Parkir |
|---|---|
| 1 | Pelataran Parkir Bank BNI 46 |
| 2 | Pelataran Parkir Kemukus (PT KAI) |
| 3 | Pelataran Parkir Kota Intan |
| 4 | Jalan Kali Besar Timur |
| 5 | Gedung Imigrasi |
| 6 | Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik |
Masyarakat yang hendak menuju Kota Tua pada sore hingga malam hari disarankan berangkat lebih awal. Penggunaan transportasi umum juga dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko terjebak kepadatan di sekitar lokasi kegiatan.
Pengendara sebaiknya tetap memantau kondisi jalan dan mengikuti pengaturan petugas saat melintas. Rekayasa ini bersifat situasional sehingga arus lalu lintas dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Source: otomotif.kompas.com






