Generasi Z Hidupkan Lagi iPod, Cara Sunyi Melawan Distraksi Smartphone Di 2026

Perangkat iPod yang dulu dianggap tinggal kenangan justru kembali naik daun pada 2026, terutama di kalangan Generasi Z. Minat baru ini muncul saat banyak anak muda mencari cara mendengarkan musik yang lebih tenang dan lebih terkontrol dibandingkan ponsel pintar.

Fenomena ini menjadi menarik karena Apple sudah menghentikan produksi seluruh lini iPod sejak 2022. Meski begitu, perangkat pemutar musik lawas itu kini dipandang sebagai alternatif untuk menikmati musik tanpa gangguan notifikasi, aplikasi media sosial, dan arus konten yang terus-menerus.

Kembali ke pengalaman mendengar yang lebih fokus

Daya tarik utama iPod terletak pada fungsi tunggalnya sebagai pemutar musik. Perangkat ini tidak membawa distraksi internet seperti yang ada pada smartphone modern, sehingga pengguna bisa lebih fokus pada lagu yang diputar.

Bagi banyak pengguna muda, pengalaman ini terasa berbeda dari layanan streaming di iPhone. Mereka juga bisa menyusun daftar lagu secara manual, yang membuat aktivitas mendengarkan musik terasa lebih personal dan tidak bergantung pada algoritma atau iklan.

Tren ini juga didorong oleh kebiasaan baru sebagian pengguna yang ingin menjauh dari koneksi daring. Mengacu pada laporan New York Time Post, banyak anak muda memang sengaja mencari perangkat yang tidak terhubung ke internet.

Alasan iPod tetap relevan di lingkungan sekolah

Selain faktor gaya hidup, kebijakan sekolah ikut memberi ruang bagi kebangkitan iPod. Di sejumlah sekolah, ponsel pintar dibatasi ketat karena dapat memicu distraksi belajar.

iPod sering masih diperbolehkan masuk ke area pendidikan karena tidak memiliki akses internet dan platform media sosial. Kondisi ini membuat perangkat tersebut menjadi pilihan praktis bagi siswa yang ingin tetap mendengarkan musik tanpa melanggar aturan sekolah.

Dari revolusi musik ke barang koleksi

iPod pertama kali diperkenalkan Apple pada 2001 sebagai pemutar musik digital portabel. Inovasi ini dulu dianggap revolusioner karena memungkinkan pengguna menyimpan ribuan lagu dalam satu genggaman.

Selama dua dekade perjalanannya, Apple merilis berbagai varian seperti iPod Classic, iPod Nano, iPod Shuffle, dan iPod Touch. Model terakhir bahkan punya tampilan visual yang menyerupai iPhone, meski tidak dibekali fungsi komunikasi telepon.

Kini, popularitas lama itu ikut mengangkat pasar barang bekas. Berdasarkan data dari situs BGR, pencarian iPod di platform jual beli daring seperti eBay meningkat tajam dalam periode terakhir.

Pencarian untuk iPod Classic naik sekitar 25 persen, sementara minat terhadap iPod Nano meningkat 20 persen. Jumlah penjual yang menawarkan koleksi iPod mereka juga naik hingga 30 persen.

Lonjakan minat tersebut ikut mendorong harga di pasar kolektor dan pembeli umum. Beberapa model iPod bekas dilaporkan mengalami kenaikan nilai jual hingga 60 persen dibandingkan harga pada tahun sebelumnya.

Bagi Generasi Z, iPod kini bukan sekadar perangkat lama. Pemutar musik itu berubah menjadi simbol pengalaman mendengar yang lebih sederhana, bebas gangguan, dan terasa berbeda dari kebiasaan digital sehari-hari.

Terkait