Di saat industri smartphone makin agresif mendorong audio nirkabel, sebagian produsen masih memilih mempertahankan jack audio 3,5 mm di lini tertentu. Langkah ini bukan sekadar nostalgia, melainkan respons atas kebutuhan pengguna yang masih mengandalkan koneksi kabel untuk suara stabil, latensi rendah, dan penggunaan yang lebih praktis.
Pilihan itu terlihat pada beberapa merek besar seperti Sony, Asus, dan Samsung yang masih menyediakan jack audio di sejumlah hp Android hingga 2026. Kehadiran port ini menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya meninggalkan solusi lama, terutama di segmen yang menuntut keandalan tinggi.
Masih dibutuhkan untuk audio yang stabil
Jack audio 3,5 mm memberi koneksi langsung tanpa konverter tambahan atau Bluetooth. Bagi pengguna tertentu, ini berarti kualitas suara yang konsisten, tanpa kompresi, dan efisiensi daya yang lebih baik karena headset kabel tidak memerlukan baterai tambahan.
Kelebihan lain ada pada latensi. Untuk gaming, monitoring audio, atau editing, koneksi kabel tetap lebih unggul karena respons suara yang lebih cepat dan stabil dalam penggunaan panjang.
Strategi diferensiasi di tengah pasar yang menyusut
Laporan pasar menunjukkan segmen ponsel dengan jack headphone kini semakin terbatas, terutama di kelas flagship. Meski begitu, beberapa produsen masih mempertahankannya sebagai pembeda produk untuk audio enthusiast, gamer, dan profesional kreatif.
Penghilangan port fisik memang memberi ruang lebih besar untuk komponen lain seperti baterai atau sistem pendingin. Selain itu, desain perangkat bisa dibuat lebih tipis dan tahan air, sehingga banyak brand memilih mengikuti arah itu.
Namun, keputusan mempertahankan jack audio membuktikan bahwa kebutuhan pengguna masih beragam. Tidak semua konsumen ingin bergantung pada earbud nirkabel, terutama jika mereka menilai kompatibilitas perangkat dan kestabilan audio sebagai prioritas.
Sony, Asus, dan Samsung masih ambil jalan berbeda
Sony Xperia 1 V menjadi salah satu contoh perangkat premium yang tetap membawa jack audio. Sony mempertahankannya karena lini Xperia dikenal fokus pada pengalaman multimedia, termasuk dukungan format audio resolusi tinggi.
Di segmen gaming, ASUS ROG Phone 7 juga masih menyediakan jack headphone. Asus menempatkan fitur itu sebagai bagian dari kebutuhan gamer yang mengutamakan audio real-time tanpa delay, termasuk saat sesi permainan panjang.
Samsung juga masih menyertakan jack audio pada Galaxy A54 5G di beberapa varian pasar tertentu. Keputusan ini ditujukan untuk menjangkau pengguna yang belum sepenuhnya beralih ke perangkat audio nirkabel.
Nirkabel tumbuh, tapi belum sepenuhnya menggantikan kabel
Di sisi lain, ekosistem audio nirkabel terus berkembang pesat lewat peningkatan codec Bluetooth seperti aptX dan LDAC. Teknologi itu membuat kualitas transmisi audio mendekati kabel, meski masih punya keterbatasan pada latensi dan stabilitas di kondisi tertentu.
Itu sebabnya sebagian pengguna masih menilai headset kabel lebih dapat diandalkan dalam skenario profesional. Monitoring audio dan editing tetap menjadi ruang yang sering menuntut koneksi langsung agar hasilnya konsisten.
Ke depan, jack audio pada ponsel Android diperkirakan akan makin terbatas dan lebih banyak muncul di perangkat dengan positioning khusus. Produsen kemungkinan tetap mempertahankannya sebagai nilai tambah untuk segmen tertentu, bukan sebagai standar umum di seluruh lini produk.
Source: selular.id





