Motorola akhirnya masuk ke kelas foldable buku dengan Razr Fold, dan kehadirannya langsung menekan Google Pixel 10 Pro Fold. Di atas kertas, Motorola membawa kombinasi yang agresif: bodi lebih tipis, bobot lebih ringan, baterai lebih besar, dan harga yang dibuat kompetitif.
Itu penting karena pasar foldable buku di AS masih terbatas. Google memang lebih dulu memberi standar baru lewat Pixel 10 Pro Fold, terutama di sisi ketahanan, tetapi Motorola kini datang dengan paket yang terlihat lebih lengkap untuk banyak pembeli.
Desain yang lebih praktis dibawa
Razr Fold tampil lebih ramping saat dibuka, dengan ketebalan 4,55 mm, dan 9,89 mm saat dilipat. Bobotnya juga hanya 243 gram, lebih ringan dibanding Pixel 10 Pro Fold yang berada di 258 gram.
Sebagai perbandingan, Pixel 10 Pro Fold berukuran 5,2 mm saat dibuka dan 10,8 mm saat dilipat. Selisih ini membuat Razr Fold terasa lebih unggul untuk ergonomi dan kenyamanan dibawa harian.
Motorola juga memberi dua opsi warna dengan sentuhan berbeda. Pantone Lily White punya finishing lembut, sedangkan Blackened Blue memakai tekstur yang terinspirasi diamond piqué.
Layar besar, terang, dan berbeda karakter
Razr Fold membawa layar luar 6,6 inci pOLED dan layar lipat 8,1 inci OLED 2K. Keduanya bisa mencapai puncak kecerahan 6.000 nits, dengan refresh rate 165Hz di layar luar dan 120Hz di layar dalam.
Pixel 10 Pro Fold sedikit lebih kecil di sisi cover screen dengan ukuran 6,4 inci. Layar lipatnya 8 inci, dan keduanya memiliki puncak kecerahan sekitar 3.000 nits, tetapi tetap tampil sangat terbaca saat dipakai di luar ruangan.
Motorola juga memberi perlindungan Gorilla Glass Ceramic 3 pada layar luar. Di sisi ketahanan, Razr Fold membawa rating IP48 atau IP49, sementara Pixel 10 Pro Fold menjadi foldable pertama dengan rating IP68 yang utuh untuk debu dan air.
Mesin lebih kencang dan baterai lebih besar
Razr Fold ditenagai Snapdragon 8 Gen 5, dipasangkan dengan 16GB RAM dan penyimpanan 512GB. Google memakai Tensor G5 dengan RAM 16GB, sementara pilihan penyimpanannya lebih beragam: 256GB, 512GB, dan 1TB.
Dari sisi performa mentah, Snapdragon masih diposisikan lebih kuat daripada Tensor. Itu membuat Razr Fold terlihat lebih meyakinkan untuk multitasking berat, gaming, dan aplikasi yang lebih rakus sumber daya.
Motorola juga memberi baterai 6.000mAh, lebih besar 1.000mAh dari Pixel 10 Pro Fold yang memakai 5.015mAh. Pengisian dayanya pun lebih cepat, dengan 80W TurboPower wired charging dan 50W wireless charging, meski tanpa magnet Qi2.
Pixel 10 Pro Fold justru mengandalkan Pixelsnap Qi2 untuk pengisian nirkabel magnetik. Motorola belum membawa fitur itu, tetapi kapasitas baterai dan kecepatan isi ulangnya tetap menjadi nilai jual yang sangat kuat.
Kamera dan software jadi medan penentu
Motorola memasang tiga kamera belakang 50MP di Razr Fold, termasuk sensor utama Sony LYTIA, kamera ultrawide, dan telephoto 3x. Kamera depan juga lebih ambisius, dengan 32MP di layar luar dan 20MP di layar lipat.
Pixel 10 Pro Fold tetap unggul di zoom optik 5x dan menawarkan pengalaman kamera yang solid, tetapi tidak memakai sensor kamera setara model Pixel Pro lain. Kamera depannya masing-masing 10MP, sehingga secara spesifikasi Razr Fold terlihat lebih agresif.
Di sisi software, keduanya sama-sama menjalankan Android 16 dan dijanjikan tujuh tahun pembaruan OS. Namun, Pixel masih punya keunggulan khas lewat fitur eksklusif Pixel dan pembaruan Pixel Drop yang rutin, sementara Motorola membawa Hello UX dan mode seperti Laptop Mode untuk format lipat buku.
Harga membuat persaingan makin rapat
Razr Fold dibanderol $1,899.99 untuk satu varian dengan 16GB RAM dan 512GB penyimpanan. Pixel 10 Pro Fold versi 512GB ada di harga $1,919, meski Google masih menawarkan varian 256GB dan 1TB untuk pembeli yang ingin titik masuk lebih rendah.
Motorola juga punya reputasi memangkas harga produknya beberapa bulan setelah peluncuran. Itu membuat Razr Fold bukan hanya lawan baru bagi Pixel 10 Pro Fold, tetapi juga ancaman yang bisa makin sulit diabaikan saat diskon mulai muncul.
