Motorola akhirnya memberi label harga resmi untuk Razr Fold, ponsel lipat model buku pertama mereka yang sempat dipamerkan di Consumer Electronics Show (CES) 2026 pada Januari lalu. Perangkat ini dibanderol 1.899 dolar AS atau setara Rp32 jutaan di pasar Amerika Serikat, sehingga langsung masuk ke persaingan ponsel lipat premium.
Posisinya cukup menarik karena harga tersebut berada di bawah Samsung Galaxy Z Fold 7 yang dijual 2.000 dolar AS atau sekitar Rp34 jutaan. Selisih sekitar 100 dolar AS itu bisa menjadi nilai jual penting bagi Motorola saat berebut perhatian pembeli di segmen layar lipat kelas atas.
Harga dan jadwal penjualan
Motorola membuka pre-order Razr Fold mulai 17 Mei 2026 melalui situs resminya. Pengiriman dan penjualan perdana dijadwalkan dimulai 21 Mei 2026.
Strategi harga ini menempatkan Razr Fold sebagai alternatif yang lebih kompetitif di kelas flagship lipat. Motorola tampaknya ingin menekan persepsi bahwa ponsel lipat berdesain premium harus selalu hadir dengan harga paling tinggi.
Baterai jadi senjata utama
Daya tarik terbesar Razr Fold ada pada baterai 6.000 mAh yang disebut sebagai kapasitas terbesar dalam sejarah lini Razr. Klaim ini juga menempatkannya di atas baterai yang ditawarkan Samsung Galaxy Z Fold 7 dan Pixel 10 Pro Fold.
Motorola juga membekali perangkat ini dengan fast charging 80 watt. Kombinasi baterai besar dan pengisian cepat membuat Razr Fold diarahkan untuk pengguna yang butuh perangkat tahan dipakai seharian.
Performa dan memori
Di sektor dapur pacu, Motorola memilih chipset Snapdragon 8 Gen 5. Prosesor ini dipadukan dengan RAM 16 GB dan penyimpanan internal 512 GB untuk menjaga performa tetap cepat dalam berbagai skenario penggunaan.
Kombinasi tersebut menegaskan bahwa Razr Fold tidak hanya mengejar desain lipat. Perangkat ini juga disiapkan untuk menangani kebutuhan berat, termasuk multitasking dan aplikasi produktivitas.
Layar lipat beresolusi tinggi
Razr Fold membawa cover screen 6,6 inci dengan refresh rate hingga 165 Hz. Saat dibuka penuh, pengguna akan mendapatkan layar utama 8,1 inci beresolusi 2K dengan panel LTPO dan refresh rate adaptif 120 Hz.
Motorola merancang panel LTPO agar efisiensi daya dan kelancaran tampilan bisa berjalan otomatis. Cover screen-nya juga dibuat tetap fungsional, sehingga banyak aktivitas dapat diselesaikan tanpa harus membuka perangkat.
Kamera tiga lensa 50 MP
Di bagian belakang, Motorola menyematkan modul kamera berbentuk kotak dengan tiga lensa beresolusi 50 MP. Susunannya terdiri dari sensor utama Sony LYTIA, lensa ultrawide yang juga berfungsi sebagai makro, serta kamera periskop telefoto dengan zoom optis hingga 3x.
Untuk kebutuhan swafoto dan video call, tersedia kamera depan 32 MP pada layar cover dan kamera 20 MP pada layar bagian dalam. Motorola juga mengoptimalkan antarmuka agar penggunaan layar lebar terasa lebih intuitif.
Fokus ke produktivitas dan desain premium
Razr Fold turut mendukung aksesori stylus Moto Pen Ultra untuk multitasking di layar besar. Kehadiran fitur ini membuat perangkat tersebut terlihat lebih serius sebagai alat kerja, bukan hanya ponsel lipat bergaya mewah.
Motorola menawarkan dua pilihan warna, yakni Pantone Blackened Blue dan Pantone Lily White. Keduanya memakai material vegan leather bertekstur anyaman yang memberi kesan premium saat digenggam.
