Samsung Masih Nomor Satu, Tapi Peta 5 Besar Merek HP Dunia Awal 2026 Mulai Mengkhawatirkan

Author: Qoo Media

Samsung masih menjadi merek HP dengan pengiriman terbesar di dunia pada awal 2026 versi Omdia. Di tengah pasar yang hanya tumbuh tipis, vendor asal Korea Selatan itu menjaga posisi puncak dengan jarak yang tetap ketat dari Apple.

Laporan Omdia untuk kuartal I-2026 menunjukkan persaingan lima besar merek smartphone global belum banyak berubah. Namun, arah pasar mulai memberi sinyal penting karena kenaikan pengiriman tidak sepenuhnya mencerminkan permintaan konsumen yang benar-benar menguat.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, total pengiriman smartphone global mencapai 298,5 juta unit. Angka ini naik sekitar 1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di 296,9 juta unit.

Samsung memimpin pasar dengan pengiriman 65,4 juta unit dan pangsa pasar 22 persen. Setahun sebelumnya, perusahaan ini mencatat 60,5 juta unit dengan pangsa pasar 20 persen.

Kinerja Samsung tumbuh 8 persen secara tahunan. Omdia menilai hasil itu ditopang penjualan kuat seri Galaxy A di segmen entry-level serta lini flagship Galaxy S26.

Apple berada di posisi kedua dengan pengiriman 60,4 juta unit dan pangsa pasar 20 persen. Dibanding periode yang sama tahun lalu, Apple tumbuh 10 persen dari 55,0 juta unit.

Pertumbuhan Apple didorong performa seri iPhone 17 dan iPhone 17e. Kedua model itu disebut laris di pasar Eropa dan Jepang.

Di luar dua besar, tekanan pasar terlihat lebih jelas. Xiaomi justru mengalami penurunan paling tajam di jajaran lima besar meski tetap bertahan di posisi ketiga.

Xiaomi membukukan pengiriman 33,8 juta unit dengan pangsa pasar 11 persen. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, Xiaomi masih mencatat 41,8 juta unit dengan pangsa pasar 14 persen.

Secara tahunan, pengiriman Xiaomi turun 19 persen. Omdia mengaitkan penurunan ini dengan ketergantungan pada segmen ponsel murah yang terdampak kenaikan harga komponen.

Oppo menempati posisi keempat dengan pengiriman 30,7 juta unit dan pangsa pasar 10 persen. Setahun sebelumnya, Oppo mencatat 32,8 juta unit dengan pangsa pasar 11 persen, atau turun 6 persen secara tahunan.

Vivo melengkapi lima besar dengan pengiriman 21,3 juta unit dan pangsa pasar 7 persen. Pada kuartal I tahun sebelumnya, Vivo mengirim 22,9 juta unit dengan pangsa pasar 8 persen, sehingga turun 7 persen secara tahunan.

Daftar 5 besar versi Omdia

Berikut posisi lima besar merek HP dunia pada kuartal I-2026 menurut Omdia. Data ini mengacu pada pengiriman dari vendor ke distributor atau channel.

Peringkat Merek Pengiriman 2026 Pangsa pasar 2026
1 Samsung 65,4 juta unit 22 persen
2 Apple 60,4 juta unit 20 persen
3 Xiaomi 33,8 juta unit 11 persen
4 Oppo 30,7 juta unit 10 persen
5 Vivo 21,3 juta unit 7 persen

Meski total pasar masih mencatat pertumbuhan, Omdia menegaskan kenaikan ini bukan semata hasil lonjakan permintaan konsumen. Ada faktor distribusi yang ikut mengangkat angka pengiriman pada awal tahun.

Salah satu pemicunya adalah strategi front-loading yang dilakukan vendor seperti Samsung dan Apple. Mereka mempercepat distribusi produk ke pasar untuk mengantisipasi kenaikan harga komponen seperti memori dan chipset.

Strategi tersebut mendorong peningkatan sell-in, yakni pengiriman barang ke distributor. Namun, pertumbuhan sell-in tidak selalu sejalan dengan sell-out atau penjualan nyata ke konsumen akhir.

Catatan ini penting karena data Omdia memang berbasis shipment dari vendor ke distributor, bukan penjualan langsung ke pengguna. Artinya, kenaikan volume pengiriman belum otomatis berarti minat beli konsumen meningkat dengan laju yang sama.

Analis Omdia Le Xuan Chiew mengatakan langkah front-loading berpotensi memicu kelebihan stok di pasar. Kondisi itu bisa menekan performa industri pada kuartal-kuartal berikutnya.

Tekanan dari sisi makroekonomi juga belum reda. Inflasi tinggi masih menahan daya beli masyarakat di banyak pasar.

Dalam situasi itu, konsumen disebut makin selektif saat membeli smartphone, terutama di segmen menengah hingga premium. Siklus penggantian perangkat juga menjadi lebih panjang, sehingga pemulihan permintaan berjalan lambat.

Omdia memperkirakan pasar smartphone global akan memasuki fase koreksi mulai kuartal II-2026 hingga paruh kedua tahun ini. Proyeksi itu didasari tingginya stok di distributor dan belum pulihnya permintaan secara menyeluruh.

Gambaran awal 2026 ini menunjukkan dua lapisan cerita yang berjalan bersamaan. Di satu sisi Samsung tetap kokoh di posisi teratas, tetapi di sisi lain pasar global masih dibayangi risiko koreksi karena pertumbuhan pengiriman belum sepenuhnya didukung penyerapan konsumen akhir.

Source: tekno.kompas.com
Terbaru