Indonesia mulai muncul sebagai salah satu pasar yang memberi dorongan nyata bagi pertumbuhan Apple. Perusahaan teknologi asal Cupertino itu secara langsung menyebut Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan dua digit, di tengah persaingan pasar smartphone global yang semakin ketat.
Penyebutan itu penting karena Apple jarang menyorot satu negara tanpa alasan strategis. Saat Indonesia masuk dalam paparan kinerja resmi perusahaan, artinya pasar domestik dinilai makin relevan dalam ekspansi Apple di kawasan Asia Pasifik.
Chief Financial Officer Apple, Kevan Parekh, mengatakan perusahaan bertumbuh baik di pasar maju maupun berkembang. Ia menyebut banyak negara berkembang mencatat pertumbuhan dua digit, termasuk India dan Indonesia.
Sinyal serupa juga disampaikan CEO Apple, Tim Cook. Menurut dia, Apple membukukan rekor pendapatan untuk kuartal Maret dan melihat pertumbuhan dua digit di hampir semua pasar emerging yang dipantau perusahaan.
Pasar emerging merujuk pada negara yang ekonominya sedang bertransisi dari status berkembang menuju negara maju. Dalam konteks ini, Indonesia dinilai ikut menikmati momentum yang juga terlihat di sejumlah pasar besar lain.
Indonesia Makin Diperhitungkan
Apple memang tidak mengungkap angka penjualan spesifik untuk Indonesia. Namun, penyebutan langsung nama Indonesia dalam laporan kinerja menunjukkan kontribusi pasar ini mulai diperhitungkan lebih serius.
Kondisi itu menjadi angin segar bagi Apple saat perusahaan terus mencari sumber pertumbuhan baru di luar pasar tradisionalnya. Negara dengan kelas menengah yang terus berkembang dan basis pengguna baru yang besar menjadi sasaran penting untuk memperluas ekosistem.
Cook sebelumnya juga menyoroti potensi pasar seperti India karena ditopang kenaikan kelas menengah dan masuknya banyak pengguna baru ke ekosistem Apple. Pola serupa ikut relevan untuk membaca posisi Indonesia dalam strategi pertumbuhan perusahaan.
Di balik tren itu, Apple melihat semakin banyak konsumen yang baru pertama kali memakai produknya. Arus pengguna baru ini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan di pasar berkembang, termasuk Indonesia.
Kinerja Global Sedang Kuat
Momentum dari Indonesia datang ketika performa Apple secara global juga sedang berada dalam fase positif. Dalam paparan kinerja keuangan akhir April, Apple mencatat pendapatan 111,2 miliar dollar AS pada kuartal Maret 2026.
Angka itu naik 17 persen secara tahunan dan menjadi rekor baru untuk periode tersebut. Dari total itu, pendapatan produk menyumbang 80,2 miliar dollar AS, juga naik 17 persen.
Sementara itu, bisnis layanan atau services menghasilkan 31 miliar dollar AS. Angka tersebut tumbuh 16 persen dibanding periode yang sama sebelumnya.
Apple juga membukukan laba bersih 29,6 miliar dollar AS. Laba per saham tercatat 2,01 dollar AS, naik 22 persen secara tahunan.
Secara keseluruhan, basis pengguna Apple kini telah menembus lebih dari 2,5 miliar perangkat aktif di seluruh dunia. Itu menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah perusahaan tersebut.
iPhone Tetap Jadi Motor Utama
Dari sisi produk, iPhone masih menjadi mesin pertumbuhan paling besar bagi Apple. Pendapatan iPhone mencapai 57 miliar dollar AS, naik 22 persen secara tahunan, didorong performa seri iPhone 17.
Parekh mengatakan iPhone tumbuh dua digit di sebagian besar pasar yang dipantau Apple. Ia menyebut AS, Amerika Latin, China, Eropa Barat, India, Jepang, dan Asia Tenggara sebagai wilayah yang mencatat pertumbuhan tersebut.
Kawasan Asia Tenggara yang disebut dalam paparan itu memberi konteks tambahan bagi posisi Indonesia. Apalagi, Indonesia juga sudah disebut secara khusus sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan dua digit.
Apple juga menyebut kepuasan pengguna iPhone 17 di AS mencapai 99 persen, berdasarkan survei 451 Research. Tingkat kepuasan yang tinggi ini ikut memperkuat daya tarik produk utama Apple di berbagai pasar.
Selain iPhone, Mac mencatat pendapatan 8,4 miliar dollar AS atau naik 6 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu didorong peluncuran produk baru seperti MacBook Neo dan peningkatan jumlah pengguna baru yang mendorong rekor basis pengguna Mac global.
iPad juga masih tumbuh. Produk ini menghasilkan pendapatan 6,9 miliar dollar AS, naik 8 persen, berkat performa model terbaru berbasis chip A16 dan M5.
Bukan Sekadar Jualan Produk
Di Indonesia, langkah Apple tidak hanya terlihat dari penjualan perangkat. Perusahaan ini juga memperluas investasinya, termasuk melalui rencana investasi senilai 1 miliar dollar AS.
Apple juga terus membangun ekosistem pengembang lewat Apple Developer Academy dan Apple Developer Institute. Program tersebut berfokus pada pengembangan talenta teknologi, mulai dari AI, aplikasi, hingga kewirausahaan digital.
Pada April lalu, Apple meresmikan lima Apple Developer Institute di sejumlah kota. Lokasinya tersebar di Surabaya, Tangerang, Batam, dan Jakarta, dengan sasaran pelajar, calon developer, hingga profesional.
Langkah ini menunjukkan pendekatan Apple di Indonesia mulai bergerak lebih dalam daripada sekadar mendorong penjualan iPhone. Indonesia kini diposisikan sebagai pasar yang bertumbuh, sekaligus basis pengembangan talenta dan bagian dari strategi jangka panjang Apple di kawasan.
Source: tekno.kompas.com






