Motorola Razr 2026 Terasa Makin Matang, Tapi 4 Kekurangannya Bisa Bikin Ragu Upgrade

Motorola akhirnya merilis lini Razr 2026, dan daya tarik terbesarnya bukan pada perubahan desain total. Justru nilai jual seri ponsel lipat ini ada pada kombinasi baterai yang lebih besar, kamera yang ditingkatkan, layar penutup yang makin berguna, dan material bodi yang tetap tampil beda.

Namun pembeli juga punya alasan kuat untuk menahan diri. Sejumlah peningkatan dinilai terlalu kecil, harga naik cukup tajam, dan beberapa fitur yang mulai umum di kelas premium justru belum ikut hadir.

Enam alasan yang membuat Razr 2026 layak dilirik

Alasan pertama ada pada baterai. Motorola mulai memakai baterai silicon-carbon pada Razr 2026, teknologi yang memungkinkan kapasitas lebih besar tanpa membuat bodi ikut membesar.

Hasilnya cukup signifikan di seluruh lini. Razr standar naik dari 4.500mAh ke 4.800mAh, Razr Plus dari 4.000mAh ke 4.500mAh, dan Razr Ultra dari 4.700mAh ke 5.000mAh.

Alasan kedua datang dari sistem kamera. Motorola menyebut semua model menerima peningkatan kamera, termasuk sensor baru LOFIC pada Razr Ultra yang diklaim membantu dynamic range, kecepatan pengambilan gambar, dan efisiensi.

Motorola juga menyebut sensor kamera itu telah tervalidasi Pantone untuk akurasi warna dan warna kulit yang lebih baik. Pada Razr dan Razr Plus, kini keduanya sama-sama memakai dua kamera belakang 50MP yang juga Pantone Validated.

Perubahan lain terlihat pada konfigurasi Razr Plus. Model ini tidak lagi memakai kamera telefoto tahun lalu dan beralih ke ultrawide, sementara Motorola menyebut zoom 2x berkualitas optik tetap tersedia bila dibutuhkan.

Alasan ketiga adalah layar penutup yang makin matang. Fitur ini memang sejak lama menjadi salah satu pembeda utama seri Razr, dan kini Motorola menambah video wallpaper serta dukungan Live Updates.

Video wallpaper memberi ruang personalisasi yang lebih hidup pada cover screen. Live Updates, fitur Android 16, membuat pengguna bisa melihat pembaruan seperti skor olahraga atau status pengantaran tanpa harus membuka ponsel.

Alasan keempat berkaitan dengan daya tahan. Motorola menambahkan sertifikasi MIL-STD-810 untuk seri Razr 2026, sebuah langkah yang memberi rasa aman lebih pada perangkat lipat yang selama ini kerap dipandang rentan.

Khusus Razr Ultra, layar penutupnya dilindungi Corning Gorilla Glass Ceramic 3. Ini menjadikannya salah satu ponsel pertama yang memakai kaca terbaru Corning untuk perlindungan jatuh yang lebih baik.

Alasan kelima ada pada material dan warna. Motorola tetap menjauh dari panel belakang kaca biasa dan mempertahankan pendekatan yang lebih berani lewat material seperti Alcantara, kayu, dan tekstur unik.

Razr Ultra hadir dalam warna Orient Blue dan Cocoa. Sementara Razr standar punya empat opsi warna, dengan Bright White berdesain acetate yang berkilau dan Violet Ice yang menonjol lewat tekstur bergelombang.

Alasan keenam adalah dukungan perangkat lunak yang sedikit lebih panjang. Motorola memang belum menyamai pemain terbaik di kelas ini, tetapi kini seri Razr 2026 menawarkan lima tahun pembaruan keamanan.

Sebelumnya, lini Razr dikenal hanya menjanjikan tiga tahun pembaruan OS dan empat tahun pembaruan keamanan. Tambahan masa patch keamanan ini penting untuk pembeli yang ingin memakai ponsel lebih lama.

Empat alasan untuk melewatkannya dulu

Alasan pertama adalah upgrade chipset yang dinilai kurang meyakinkan. Razr Ultra 2026 masih memakai Snapdragon 8 Elite yang sama seperti Razr Ultra 2025, bukan chipset yang lebih baru.

Razr Plus 2026 juga tetap menggunakan Snapdragon 8s Gen 3, chip yang sama dengan model sebelumnya dan bahkan sudah dipakai sejak Razr Plus 2024. Razr standar memang naik ke MediaTek Dimensity 7450X dari 7400X, tetapi peningkatannya disebut tidak besar.

Motorola menyatakan chip yang dipakai masih memadai untuk kebutuhan Razr. Meski begitu, muncul pertanyaan apakah performanya akan cukup ideal untuk fitur AI yang lebih agentic seperti otomatisasi layar Gemini dan Large Action Model milik Motorola.

Alasan kedua adalah absennya Qi2. Motorola belum menghadirkan dukungan Qi2 ataupun Qi2 Ready, sehingga pengguna tetap harus mengandalkan pengisian nirkabel Qi biasa untuk kecepatan penuh.

Bagi aksesori magnetik, pengguna masih membutuhkan casing magnetik terpisah. Di sisi lain, Razr Ultra 2026 memang mendukung wireless charging 30W, sedangkan Razr 2026 dan Razr Plus 2026 mendukung 15W.

Alasan ketiga adalah ketebalan bodi saat dilipat. Ponsel flip memang ringkas di saku, tetapi saat tertutup perangkat menjadi jauh lebih tebal daripada smartphone biasa.

Razr Ultra 2026 memiliki ketebalan 15,7 mm saat dilipat. Angka itu disebut 2 mm lebih tebal daripada Galaxy Z Flip 7, meski Motorola menebusnya dengan baterai yang 700mAh lebih besar.

Alasan keempat tentu soal harga. Razr Ultra 2026 dibanderol $1,499, naik $200 dari pendahulunya saat peluncuran.

Razr dan Razr Plus juga naik $100. Kenaikan ini membuat nilai pembaruan terasa kurang agresif, terutama karena beberapa komponen inti tidak banyak berubah.

Bagi calon pembeli, keputusan akhirnya akan sangat bergantung pada prioritas. Jika yang dicari adalah ponsel flip dengan baterai besar, cover screen yang lebih berguna, dan desain yang tetap menonjol, seri ini punya daya tarik kuat.

Tetapi jika fokus utamanya ada pada lompatan performa, standar pengisian nirkabel terbaru, bodi yang lebih tipis, dan harga yang lebih rasional, menunggu diskon atau mempertimbangkan model sebelumnya bisa menjadi langkah yang lebih aman. Preorder untuk lini ini dijadwalkan mulai 14 Mei.

Source: www.androidcentral.com

Terkait