Ponsel dengan baterai 7.000 mAh mulai semakin banyak tersedia di Indonesia. Kapasitas sebesar ini menarik perhatian karena bukan hanya menjanjikan daya tahan lebih lama, tetapi juga pada beberapa model dapat dipakai untuk mengisi perangkat lain layaknya powerbank.
Tren ini muncul saat banyak ponsel di pasaran masih bertahan di kisaran 5.000 mAh hingga 6.000-an mAh. Dengan baterai yang lebih besar, produsen kini juga menggabungkannya dengan pengisian cepat tinggi agar waktu isi ulang tetap singkat.
Ada lima model baru yang menonjol di segmen ini, meski salah satunya bahkan melampaui 7.000 mAh. Daftarnya mencakup Oppo A6t Pro 5G, Vivo Y31d Pro, lini Realme 16, Motorola Edge 70 Fusion, dan Poco X8 Pro Max.
Baterai besar, fungsi lebih luas
Keunggulan utama ponsel-ponsel ini terletak pada kombinasi kapasitas baterai dan fitur pengisian balik. Fitur reverse charging membuat perangkat bisa berbagi daya ke gawai lain, sehingga fungsinya mendekati powerbank saat dibutuhkan.
Tidak semua merek menonjolkan skenario pemakaian yang sama. Namun, klaim yang dibawa masing-masing produsen menunjukkan fokus yang serupa, yakni ketahanan untuk streaming, bermain game, navigasi, telepon, hingga pemakaian harian yang panjang.
Oppo A6t Pro 5G menjadi salah satu contoh yang paling agresif dalam menonjolkan ketahanan baterai. Ponsel ini debut di Indonesia pada akhir Februari 2026 dengan baterai 7.000 mAh dan dukungan wired reverse charging.
Oppo mengklaim perangkat ini mampu dipakai menonton YouTube hingga 18,9 jam, bermain Mobile Legends: Bang Bang hingga 12 jam, serta panggilan suara WhatsApp hingga 21,7 jam. Pengisian dayanya didukung 80W SUPERVOOC, dengan klaim isi daya dari 1 persen ke 24 persen dalam 10 menit dan penuh dalam sekitar 64 menit.
Oppo juga menyebut daya tahan baterainya dirancang tetap optimal hingga lima tahun. Setelah 1.800 siklus pengisian, kapasitasnya diklaim masih di atas 80 persen dari kapasitas awal, dan perangkat ini dijual seharga Rp 4,7 juta.
Vivo Y31d Pro juga mengandalkan baterai 7.000 mAh sebagai nilai jual utama. Ponsel yang debut di Indonesia pada 13 April itu disebut cocok untuk aktivitas padat sepanjang hari, termasuk kebutuhan pengguna seperti pengemudi ojek online.
Menurut Vivo, Y31d Pro sanggup bertahan hingga 14 hari dalam mode standby, memutar musik sampai 72 jam, dan menonton video selama 44 jam. Saat baterai tersisa 10 persen, ponsel ini diklaim masih bisa dipakai bernavigasi hingga 3 jam, bahkan saat tinggal 1 persen masih dapat digunakan bertelepon sampai 40 menit.
Untuk pengisian ulang, Vivo membekali perangkat ini dengan fast charging 90 watt. Vivo mengklaim baterainya dapat terisi dari 1 persen ke 100 persen dalam 58 menit, dan ponsel ini dibanderol mulai Rp 4,3 juta.
Pilihan model lebih beragam
Realme hadir dengan pendekatan berbeda karena langsung membawa tiga model dalam satu keluarga. Realme 16 reguler, Realme 16 Pro, dan Realme 16 Pro Plus sama-sama dibekali baterai 7.000 mAh.
Perbedaannya ada pada pengisian cepat. Duo Realme 16 Pro mendukung fast charging 80 watt, sementara Realme 16 reguler membawa 60 watt.
Realme mengklaim kapasitas itu cukup untuk memutar video streaming lebih dari 20 jam atau bermain game lebih dari 10 jam. Ketiga model yang rilis di Indonesia pada Maret 2026 ini juga mendukung reverse charging untuk mengisi perangkat lain, dengan harga mulai Rp 5 jutaan.
Motorola Edge 70 Fusion juga masuk daftar ini dengan baterai 7.000 mAh. Menariknya, kapasitas tersebut lebih besar dibanding Motorola Edge 70 Fusion versi global yang hanya membawa 5.200 mAh.
Motorola mengklaim baterai tersebut mampu memberi pengalaman pemakaian normal sekitar 50 jam dalam sekali isi daya. Saat daya menipis, teknologi fast charging 68 watt disebut dapat memberi pasokan tenaga dalam sekitar 10 menit untuk pemakaian ponsel hingga sekitar 12 jam.
Perangkat ini hadir di Indonesia pada 20 April 2026. Harganya dipatok Rp 6,5 juta.
Ada yang lebih besar dari 7.000 mAh
Di antara lima model ini, Poco X8 Pro Max menjadi yang paling besar kapasitas baterainya. Ponsel yang resmi di Indonesia pada awal April 2026 itu dibekali baterai silikon-karbon 8.500 mAh.
Poco mengklaim daya sebesar itu bisa memberi masa pakai hingga dua hari dalam sekali pengecasan. Dalam klaim pemakaian spesifik, ponsel ini disebut mampu bertahan lebih dari 74 jam untuk telepon, lebih dari 16 jam untuk video call, dan lebih dari 15 jam untuk bermain game mobile.
Poco juga membekali X8 Pro Max dengan fast charging 100 watt. Pengisian daya diklaim bisa mencapai 50 persen dalam 24 menit, sementara reverse charging-nya mendukung output 27 watt untuk berbagi daya ke perangkat lain.
Harga Poco X8 Pro Max di Indonesia mulai Rp 6,7 juta. Kehadiran model ini menunjukkan bahwa tren baterai jumbo kini bukan lagi sekadar soal ketahanan, melainkan juga soal fleksibilitas pemakaian ketika ponsel perlu berfungsi sebagai sumber daya cadangan bagi perangkat lain.
Source: tekno.kompas.com





