Bikin konten travel yang tajam, stabil, dan enak dilihat tidak selalu menuntut kamera besar dan banyak perlengkapan. Samsung Galaxy S26 Ultra justru diposisikan untuk kebutuhan yang lebih praktis, dari memotret momen spontan sampai mengolah hasil akhir langsung di ponsel.
Sudut pandang ini mengemuka dalam workshop Galaxy S26 Series #You&AI Workshop di Hanoi, Vietnam. Travel content creator Andy Garcia menilai traveler sering terlalu sibuk mengurus gear, padahal pengalaman perjalanan itu sendiri semestinya tetap jadi fokus utama.
Menurut Andy, smartphone kini sudah cukup untuk menghasilkan foto dan video berkualitas saat traveling. Ia mengatakan perangkat yang ringkas membuat proses pengambilan gambar lebih cepat dan tidak merusak ritme perjalanan.
Ia juga melihat perubahan selera audiens di media sosial. Konten yang natural dan autentik kini dinilai lebih menarik dibanding visual yang terlalu dibuat sinematik.
Berangkat dari kebutuhan itu, ada enam pendekatan yang bisa dipakai agar foto dan video travel tidak berakhir zonk. Sebagian terkait teknik pengambilan gambar, sebagian lain memanfaatkan fitur kamera dan AI di Galaxy S26 Ultra.
1. Kurangi ketergantungan pada banyak gear
Andy menyebut salah satu kesalahan paling umum saat traveling adalah terlalu fokus pada perlengkapan. Akibatnya, perhatian habis untuk setting alat, bukan untuk menangkap momen yang benar-benar terjadi.
Karena itu, perangkat yang praktis menjadi nilai penting. Dengan smartphone, pengguna tidak perlu repot mengganti lensa atau membawa banyak perangkat tambahan saat bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain.
2. Manfaatkan kamera 200MP untuk momen yang tidak terulang
Resolusi 200MP pada Galaxy S26 Ultra disebut berguna bukan sekadar sebagai angka besar. Resolusi tinggi memberi ruang lebih longgar saat pengguna harus memotret cepat tanpa sempat memikirkan framing yang presisi.
Foto hasil jepretan itu kemudian bisa di-crop atau diatur ulang dengan detail yang tetap terjaga. Cara ini relevan saat ada momen spontan seperti suasana jalanan, pemandangan kota, atau objek yang hanya muncul sesaat.
Fleksibilitas ini penting dalam situasi travel yang serba dinamis. Pengguna tetap punya peluang memperbaiki komposisi setelah pengambilan gambar selesai.
3. Pakai tele lens untuk membuat landmark lebih menonjol
Foto di destinasi wisata sering terkendala dua hal sekaligus, yakni lokasi yang ramai dan objek utama yang cukup jauh. Dalam kondisi seperti ini, Andy menyarankan penggunaan tele lens.
Lensa tele membantu membuat latar belakang terlihat lebih dekat ke subjek. Hasilnya, foto dengan landmark ikonik bisa tampak lebih proporsional dan lebih estetik dibanding ketika diambil dengan kamera wide biasa.
Tele lens juga membantu mengurangi distorsi di bagian pinggir foto. Efek ini membuat gambar terlihat lebih natural, terutama saat subjek berdiri di depan bangunan atau monumen besar.
4. Rekam video dengan Log untuk warna yang lebih leluasa
Bagi pengguna yang rutin membuat vlog atau video travel bergaya sinematik, fitur Log Video bisa dimanfaatkan untuk proses editing yang lebih fleksibel. Andy menilai format ini membantu menjaga detail pada area terang dan gelap.
Kondisi itu memudahkan color grading saat pascaproduksi. Ia juga menilai pengambilan gambar dengan Log memberi ruang bagi kreator untuk membentuk karakter warna sendiri, sehingga hasil video tidak terasa seragam.
Samsung turut menambahkan fitur Log Preview di Galaxy S26 Ultra. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat preview warna video secara langsung, sehingga proses pengambilan gambar tidak perlu bergantung pada tebakan hasil akhir.
5. Turunkan exposure saat merekam malam hari
Nightography menjadi salah satu fitur unggulan di Galaxy S26 Ultra. Namun, hasil video malam yang lebih dramatis juga tetap membutuhkan pengaturan sederhana dari pengguna.
Andy mengaku biasa menurunkan exposure ke minus 0,3 saat merekam pada malam hari. Menurutnya, langkah ini membantu menjaga pencahayaan tetap aman dan mengurangi risiko gambar overexposed ketika nanti masuk tahap editing.
Di sisi perangkat, Samsung juga membawa aperture f/1.4 pada Galaxy S26 Ultra. Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, mengatakan peningkatan ini membantu penangkapan cahaya lebih baik agar hasil foto dan video malam tetap terang dengan noise yang minim.
Ia juga menyebut peningkatan nightography pada S26 Ultra terasa lebih tajam. Kombinasi aperture f/1.4 dan pengolahan malam itu disebut mendukung hasil visual yang lebih dramatis.
6. Gunakan Photo Assist untuk sentuhan akhir berbasis AI
Pengolahan gambar kini tidak berhenti di tahap pemotretan. Samsung meningkatkan fitur Photo Assist berbasis AI di Galaxy S26 Ultra untuk membantu penyempurnaan hasil foto.
Fitur ini tidak hanya dipakai untuk menghapus objek yang mengganggu. Pengguna juga bisa memberi prompt sederhana untuk memperbaiki tampilan foto, mempercantik suasana, bahkan menambahkan objek tertentu ke dalam gambar.
Contohnya, pengguna bisa menambahkan pesawat di langit atau membuat komposisi terlihat lebih menarik untuk unggahan media sosial. Menurut Ilham, Photo Assist kini sudah bisa digunakan dengan prompting yang sederhana.
Seluruh pendekatan itu menunjukkan bahwa konten travel yang menarik tidak selalu bertumpu pada perlengkapan yang rumit. Di Galaxy S26 Ultra, fokusnya justru ada pada kecepatan menangkap momen, keleluasaan mengedit warna, kualitas malam hari, dan bantuan AI untuk merapikan hasil akhir langsung dari smartphone.
Source: inet.detik.com






