Vivo X300 Ultra Datang Bukan Cuma dengan Sensor 200MP, Zoom Tambahannya Terasa Selevel Kamera Pro

Vivo resmi meluncurkan X300 Ultra di India dengan fokus kuat pada fotografi mobile kelas atas. Ponsel ini menonjol lewat kombinasi sensor 200MP, sistem zoom modular, dan fitur video yang diarahkan untuk kebutuhan kreator serius.

Daya tarik terbesarnya ada pada pendekatan “camera-first” yang tidak berhenti di kamera bawaan. Vivo juga menyiapkan aksesori teleconverter Zeiss yang dapat memperluas jangkauan zoom hingga 400mm, sesuatu yang masih jarang ditemui di pasar ponsel.

Fokus utama pada sistem kamera

Vivo X300 Ultra membawa tiga kamera belakang dengan karakter yang berbeda. Kamera ultra-wide 14mm memakai sensor 50MP Sony LYTIA 818 dengan aperture f/2.0, OIS, dan teknologi VCS bionic spectrum generasi ketiga.

Kamera utamanya memakai lensa 35mm dengan sensor 200MP Sony LYTIA 901 dan aperture f/1.85. Vivo menyebut kamera ini mendapat peningkatan dalam penangkapan cahaya serta pengurangan pantulan.

Untuk telefoto, Vivo memasang kamera 85mm berbasis sensor 200MP Samsung HP0. Kamera ini didukung stabilisasi setingkat gimbal 3 derajat dan kemampuan hingga 60 operasi autofocus per detik.

Seluruh kamera dibekali OIS. Kombinasi ini menunjukkan bahwa Vivo tidak hanya mengejar angka resolusi, tetapi juga konsistensi stabilisasi dan kecepatan fokus pada berbagai focal length.

Modul kameranya sendiri dibuat menonjol sebagai identitas desain. Vivo menyebutnya sebagai modul kamera bergaya pancake berbahan metal dengan tekstur knurled.

Ponsel ini hadir dalam warna Victory Green dan Eclipse Black. Untuk ketahanan, perangkat membawa sertifikasi IP68 dan IP69 terhadap debu dan air.

Zoom profesional dengan aksesori tambahan

Salah satu pembeda terbesar X300 Ultra ada pada kompatibilitasnya dengan dua modul teleconverter eksternal. Keduanya menjadi bagian penting dari ekosistem fotografi yang dibangun Vivo bersama Zeiss.

Modul pertama adalah Zeiss Telephoto Extender Gen 2 Ultra yang menawarkan focal length 400mm. Aksesori ini menggunakan struktur optik 15 elemen untuk memperluas kemampuan zoom perangkat.

Pilihan kedua adalah Zeiss Telephoto Extender Gen 2 versi non-ultra. Modul ini menawarkan focal length 200mm dengan sekitar 8,7x optical zoom.

Kedua telephoto extender tersebut dibekali stabilisasi berperingkat CIPA 6.5. Keduanya juga memenuhi standar optik ZEISS APO dan mendukung autofocus cepat hingga 60fps.

Vivo menyebut kombinasi kamera bawaan dan extender ini sebagai “ZEISS Master Lenses Collection”. Namun, kedua extender itu hanya kompatibel jika dipakai bersama Vivo Imaging Grip Kit.

Aksesori grip ini membuat pendekatan X300 Ultra terasa semakin dekat dengan kamera dedicated. Strategi itu memperjelas bahwa Vivo tidak sekadar menjual ponsel flagship, tetapi juga sistem pencitraan yang bisa diperluas.

Video diarahkan ke pengguna profesional

Di sisi video, X300 Ultra mendukung perekaman 4K 120fps Dolby Vision. Ponsel ini juga mendukung 4K 120fps 10-bit Log di seluruh lensanya.

Vivo melengkapi sistem ini dengan empat mikrofon. Ada pula dukungan impor 3D LUT untuk membantu proses penyesuaian warna yang lebih fleksibel.

Untuk alur kerja yang lebih serius, perangkat ini mendukung workflow ACES. Vivo juga menyertakan mode sinematik bawaan seperti gaya film 24fps dan format modern 60fps.

Kombinasi ini memperkuat posisi X300 Ultra sebagai perangkat yang tidak hanya mengandalkan foto diam. Vivo tampak ingin menjangkau kreator yang juga mengutamakan kualitas video dan fleksibilitas pascaproduksi.

Layar, performa, dan baterai

Di bagian depan, X300 Ultra memakai layar 6,82 inci 2K LTPO AMOLED. Panel ini mendukung refresh rate 144Hz, HDR10+, dan PWM dimming 2160Hz.

Untuk performa, perangkat ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm. Konfigurasinya dipasangkan dengan RAM LPDDR5X hingga 16GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 512GB.

Vivo juga menyebut peningkatan pada sistem pendinginan. Ponsel ini memakai liquid cooling vapor chamber dengan peningkatan pelepasan panas keseluruhan 14 persen dan ukuran vapor chamber 22 persen lebih besar.

Sistem operasinya menjalankan Android 16 dengan OriginOS 6. Di sektor daya, Vivo menanam baterai 6.600mAh.

Pengisian dayanya mendukung 90W wired charging dan 40W wireless charging. Perangkat ini juga mendukung reverse wireless charging.

Harga dan ketersediaan di India

Vivo X300 Ultra hadir di India dalam dua varian. Model 12GB/512GB dibanderol Rs 159,999, sedangkan varian 16GB/512GB dijual Rs 169,999.

Untuk aksesori, telephoto extender 400mm dijual seharga Rs 27,999. Sementara itu, imaging grip kit dibanderol Rs 11,999.

Vivo juga menawarkan paket X300 Ultra bersama grip kit dan kedua extender dengan harga Rs 2,09,999. Paket ini menegaskan bahwa aksesori kamera bukan tambahan kecil, melainkan bagian penting dari pengalaman yang ditawarkan perangkat.

Pemesanan awal sudah dibuka melalui Flipkart dan toko Vivo. Pengiriman dijadwalkan mulai 14 Mei.

Source: www.gizmochina.com
Terkait