Ular Buta Brahmin Tak Punya Pejantan, Populasinya Selalu Betina

Di antara banyak ular, Brahmin blind snake atau ular buta Brahmin punya cara hidup yang benar-benar berbeda. Spesies ini dikenal memiliki populasi yang seluruhnya betina dan dapat berkembang biak tanpa perlu pejantan.

Kemampuan itu membuat ular buta Brahmin menjadi salah satu reptil paling unik yang pernah dipelajari. Dalam dunia hewan bertulang belakang, kondisi seperti ini jarang ditemukan dan langsung mengubah cara spesies tersebut bertahan hidup di alam.

Bereproduksi Tanpa Kawin

Fenomena ini disebut partenogenesis, yaitu proses ketika embrio berkembang dari sel telur tanpa pembuahan oleh sperma. Dengan mekanisme ini, seekor betina bisa menghasilkan keturunan yang secara genetik sangat mirip dengan induknya.

Menurut laporan yang dikutip dari Mongabay, ular buta Brahmin tidak membutuhkan pasangan untuk bereproduksi. Hampir seluruh keturunannya merupakan salinan genetik dari induknya, sehingga satu individu saja sudah cukup untuk memulai populasi baru.

Mudah Menyebar ke Banyak Wilayah

Strategi reproduksi seperti ini membantu ular buta Brahmin menyebar sangat luas. Spesies yang awalnya diperkirakan berasal dari Asia Selatan atau Asia Tenggara itu kini ditemukan di berbagai wilayah tropis dan subtropis di hampir seluruh benua.

Penyebarannya diduga banyak terbantu oleh aktivitas manusia, terutama lewat perdagangan tanaman hias. Telur atau individu kecil bisa ikut terbawa di media tanam tanpa disadari, lalu berkembang menjadi populasi baru saat tiba di tempat lain.

Karena itu, seekor ular yang tidak sengaja berpindah lokasi sudah cukup untuk membuka kolonisasi baru. Hal ini membuat ular buta Brahmin menjadi salah satu spesies ular dengan persebaran paling luas di dunia.

Bentuknya Kecil dan Sering Disangka Cacing

Ular buta Brahmin punya tubuh yang sangat kecil, dengan panjang rata-rata sekitar 6 hingga 17 sentimeter dan diameter hanya beberapa milimeter. Bentuknya ramping, mengilap, dan berwarna cokelat kehitaman, sehingga kerap disangka cacing tanah.

Matanya juga sangat kecil dan tertutup sisik, jadi kemampuan penglihatannya terbatas. Meski begitu, spesies ini masih bisa membedakan terang dan gelap, sebab sebutan “ular buta” tidak berarti benar-benar tidak bisa melihat.

Fakta UtamaKeterangan
Nama ilmiahIndotyphlops braminus
Cara berkembang biakPartenogenesis, tanpa pembuahan sperma
Jenis populasiSeluruhnya betina
Panjang tubuhSekitar 6 hingga 17 sentimeter
Habitat umumDi bawah tanah, serasah daun, dan tanah lembap

Hidup di Bawah Tanah dan Memakan Serangga Kecil

Sebagian besar hidup ular buta Brahmin dihabiskan di bawah tanah, serasah daun, atau tanah lembap. Di tempat seperti itu, ia memburu serangga kecil yang menjadi mangsanya.

Menu utamanya adalah telur, larva, dan pupa semut maupun rayap yang ditemukan di dalam sarang. Walau tubuhnya mungil, spesies ini tetap berperan sebagai predator bagi kelompok serangga tertentu di lingkungannya.

Ular buta Brahmin juga tidak berbisa dan tidak agresif terhadap manusia. Karena itu, keberadaannya justru dapat membantu mengendalikan populasi serangga di kebun, pekarangan rumah, hutan, hingga kawasan perkotaan di daerah tropis.

Keunikan biologisnya terletak pada kemampuan bertahan tanpa pejantan dan menyebar hanya dari satu individu. Di antara banyak reptil, ular buta Brahmin menjadi contoh jelas bagaimana evolusi bisa menghasilkan strategi reproduksi yang sangat berbeda dari kebanyakan vertebrata.

Terkait