Kebutuhan perangkat kerja yang fleksibel membuat tablet layar besar makin dilirik sebagai pengganti laptop harian. Di tengah tren itu, Infinix XPad Edge muncul sebagai opsi yang menonjol karena membawa layar luas, desain premium, dan paket produktivitas yang terasa lengkap di kelas harga menengah.
Tablet ini menyasar pengguna yang butuh perangkat praktis untuk mengetik dokumen, membaca bahan kerja, membuka spreadsheet, sampai mengikuti rapat daring. Dengan banderol Rp4 jutaan, Infinix XPad Edge mencoba menawarkan kombinasi yang sulit diabaikan untuk mahasiswa, pekerja hybrid, dan pengguna mobile.
Layar besar untuk kerja dan hiburan
Infinix XPad Edge hadir dengan layar 13,2 inci beresolusi 2.4K. Ukuran ini memberi ruang lebih lega saat membuka banyak aplikasi sekaligus dan membuat aktivitas kerja terasa lebih nyaman dibanding tablet 10 atau 11 inci.
Layar besar juga membantu saat menonton video, membaca jurnal, atau mengedit dokumen dalam waktu lama. Untuk pengguna yang sering berpindah dari tugas produktif ke hiburan, format layar seperti ini memberi nilai tambah yang jelas.
Desain tipis dan tetap mudah dibawa
Meski membawa panel besar, bodi tablet ini tetap dibuat tipis agar nyaman dibawa. Infinix merancangnya supaya tetap praktis masuk ke tas harian, baik untuk dibawa ke kampus, ruang meeting, maupun kerja mobile.
Pendekatan ini penting karena tablet besar kerap dianggap merepotkan. Pada XPad Edge, kesan yang muncul justru sebaliknya karena perangkat ini tetap mengutamakan mobilitas.
Performa cukup untuk multitasking
Di bagian dapur pacu, Infinix XPad Edge memakai chipset Qualcomm Snapdragon 685. Chip ini dipadukan dengan RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB untuk mendukung aktivitas harian yang padat.
Kombinasi tersebut ditujukan untuk multitasking, video conference, editing ringan, dan membuka banyak aplikasi produktivitas secara bersamaan. Bagi pengguna yang ingin tablet sebagai perangkat kerja utama, konfigurasi ini menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Keyboard jadi nilai tambah penting
Salah satu pembeda yang membuat perangkat ini lebih menarik adalah dukungan keyboard dalam paket penjualan. Kehadiran aksesori itu membuat pengalaman mengetik terasa lebih dekat ke laptop.
Fitur ini relevan untuk mahasiswa dan pekerja hybrid yang sering menyusun laporan atau presentasi saat bepergian. Dengan keyboard sejak awal, tablet ini terasa lebih siap dipakai untuk kerja harian tanpa perlu langsung menambah aksesori lain.
Baterai besar untuk aktivitas panjang
Infinix juga membekali XPad Edge dengan baterai 8.000 mAh. Kapasitas ini ditujukan untuk penggunaan panjang saat belajar, meeting online, atau menikmati hiburan dalam durasi lama.
Daya tahan seperti ini membantu pengguna yang sering bekerja di luar ruangan. Mereka tidak perlu terlalu sering mencari colokan listrik ketika harus berpindah tempat sepanjang hari.
Harga dan posisinya di pasar
Di Indonesia, Infinix XPad Edge dibanderol di kisaran Rp4,4 juta sampai Rp4,8 juta, tergantung paket penjualan dan toko resmi. Rentang harga ini menempatkannya sebagai tablet produktivitas yang cukup agresif di kelas menengah.
Dengan kombinasi layar besar, performa stabil, baterai tahan lama, dan keyboard dalam paket penjualan, perangkat ini menargetkan pengguna yang ingin pengalaman kerja fleksibel tanpa harus membawa laptop setiap hari. Bagi yang mencari tablet besar untuk kerja harian, XPad Edge menawarkan paket yang sangat relevan di segmen harganya.







