Huawei resmi meluncurkan MatePad Pro Max secara global di Bangkok, Thailand, dalam ajang “Innovative Product Launch” di Queen Sirikit National Convention Center. Tablet ini langsung menonjol lewat bodi yang sangat tipis, hanya 4,7 mm, serta bobot ringan 499 gram untuk varian reguler.
Kombinasi bodi ramping, layar besar, dan bobot rendah menjadi daya tarik utama perangkat ini. Huawei bahkan menyebut MatePad Pro Max sebagai tablet paling ringan dengan layar di atas 13 inci, dengan versi PaperMatte berbobot 509 gram.
Ketebalan 4,7 mm membuat MatePad Pro Max lebih tipis dibanding iPad Pro yang memiliki ketebalan 5,1 mm. Dari sisi tampilan, Huawei juga membekali perangkat ini dengan bezel tipis 3,55 mm untuk memberi kesan premium sekaligus memaksimalkan area layar.
Andreas Zimmer, Head of Product Huawei, mengatakan perusahaan memakai struktur desain baru agar perangkat tetap ramping namun bertenaga. Menurut dia, Huawei menggunakan desain aluminium unibody terintegrasi yang halus, tanpa celah, dan tetap kuat.
Fokus pada layar besar dan pengalaman visual
MatePad Pro Max hadir dengan layar OLED 13,2 inci. Panel ini didukung resolusi 3K, refresh rate 144 Hz, dan tingkat kecerahan hingga 1.400 nits.
Huawei juga menghadirkan PaperMatte Display pada perangkat ini. Teknologi itu berupa lapisan nano-etching anti-glare yang dirancang untuk mengurangi pantulan cahaya sekaligus memberi sensasi menulis mirip kertas saat memakai stylus M-Pencil.
Kehadiran PaperMatte Display membuat layar tetap nyaman digunakan di bawah cahaya terang. Fitur ini ditujukan untuk membantu pemakaian di dalam ruangan maupun luar ruangan tanpa gangguan pantulan yang berlebihan.
Pendekatan tersebut mempertegas posisi MatePad Pro Max sebagai tablet produktivitas sekaligus hiburan. Layar besar, bezel tipis, dan dukungan stylus membuat perangkat ini diarahkan untuk kebutuhan kerja, menulis, dan konsumsi konten.
Performa dan fitur penunjang
Huawei belum merinci chipset yang digunakan pada MatePad Pro Max. Namun, menurut bocoran, tablet ini ditenagai chipset Kirin 9 series.
Untuk daya tahan, MatePad Pro Max dibekali baterai 10.400 mAh. Huawei mengklaim kapasitas itu mampu menopang penggunaan hingga 14,5 jam.
Pengisian dayanya mendukung fast charging 66 watt. Dukungan ini memberi nilai tambah bagi pengguna yang membutuhkan tablet berukuran besar tetapi tetap praktis untuk mobilitas.
Di sektor audio, Huawei menyematkan delapan speaker. Konfigurasi ini ditujukan untuk meningkatkan pengalaman saat menonton video, mengikuti rapat, atau mendengarkan audio tanpa aksesori tambahan.
MatePad Pro Max juga mendukung aksesori tambahan untuk menunjang produktivitas. Perangkat ini kompatibel dengan keyboard magnetik dan pena digital, serta mendukung integrasi lintas perangkat dengan PC dan smartphone.
Varian dan harga
Seperti lini MatePad sebelumnya, Huawei juga menghadirkan MatePad Pro Max dalam edisi PaperMatte Edition. Huawei turut menawarkan paket bundling dengan pilihan cover berbeda dalam penjualannya.
Berikut daftar harga yang diumumkan untuk pasar Eropa:
| Varian | Harga |
|---|---|
| MatePad Pro Max PaperMatte Edition 12 GB/256 GB + Folio Cover | 1399 euro |
| MatePad Pro Max PaperMatte Edition 12 GB/256 GB + Glide Keyboard | 1499 euro |
| MatePad Pro Max PaperMatte Edition 12 GB/512 GB + Glide Keyboard | 1649 euro |
Harga tersebut berlaku untuk pasar Eropa. Disebutkan pula bahwa harga perangkat di kawasan itu biasanya lebih tinggi karena sejumlah faktor, termasuk pajak.
Akan masuk Indonesia
Huawei memastikan MatePad Pro Max juga akan dibawa ke Indonesia. Informasi ini disampaikan oleh perwakilan Huawei Mobile Device Indonesia.
Meski begitu, jadwal peluncuran dan harga resmi untuk pasar Indonesia masih belum diumumkan. Dengan desain tipis 4,7 mm, bobot mulai 499 gram, layar OLED 13,2 inci, serta dukungan PaperMatte Display, tablet ini berpotensi menarik perhatian pengguna yang mencari perangkat premium berlayar besar dengan fokus pada mobilitas dan produktivitas.
