Galaxy S26 Ultra Tak Panik di Kabut Sapa, Video Malam Tetap Terang dan Natural

Galaxy S26 Ultra menunjukkan kemampuan kuat saat merekam malam berkabut di Sapa, Vietnam, sebuah kondisi yang biasanya menjadi tantangan berat bagi kamera ponsel. Dalam pengujian di area wisata malam, perangkat ini mampu menjaga detail, warna, dan suasana tetap natural meski cahaya minim dan kabut cukup tebal.

Daya tarik utamanya bukan sekadar hasil yang terang, melainkan kemampuannya mempertahankan karakter malam. Suasana dingin, mistis, dan kontras cahaya khas Sapa tetap terekam tanpa terlihat dipaksa terlalu cerah.

Sapa dikenal punya lanskap malam yang dramatis. Kabut tipis turun dari kawasan Fansipan, sementara lampu-lampu kecil dari kafe dan toko oleh-oleh di sekitar Sapa Stone Church membentuk pemandangan yang romantis tetapi rumit untuk ditangkap kamera.

Di lokasi seperti ini, kamera smartphone kerap menghasilkan noise tinggi, detail hilang, atau area terang yang berlebihan. Galaxy S26 Ultra justru diuji langsung di jalanan sungguhan, bukan di ruang studio atau kondisi yang dikontrol.

Ujian berat di Stone Church

Di depan Sapa Stone Church, tantangannya datang sekaligus dari beberapa arah. Kabut tebal, pencahayaan jalan yang minim, dan perbedaan terang-gelap yang tajam membuat area ini menjadi skenario ekstrem untuk perekaman malam.

Dalam kondisi tersebut, Galaxy S26 Ultra mampu menangkap tekstur batu gereja yang kasar dan detail kecil di sekitarnya. Uap napas orang-orang yang melintas serta bias cahaya lampu di balik kabut juga tetap terlihat tanpa noise berlebihan.

Hasil rekamannya tidak tampak overexposed dan tidak terlihat datar. Ambience malam tetap terasa, sehingga suasana lokasi tidak hilang hanya karena sistem kamera berusaha membuat gambar lebih terang.

Samsung menyebut pendekatan ini sebagai Clear Nightography. Pada pengujian lapangan di Sapa, fitur itu terlihat bekerja pada aspek yang paling penting untuk konten malam, yakni kejernihan detail sekaligus karakter suasana.

Stabil saat bergerak di Sun Plaza

Pengujian berikutnya berlanjut ke Sun Plaza, area yang jauh lebih ramai dan dinamis. Di sana ada pergerakan orang, cahaya warna-warni dari stan dan pertunjukan lokal, serta latar belakang yang sibuk.

Situasi seperti ini biasanya menguji dua hal sekaligus, yaitu stabilisasi video dan kemampuan menangkap subjek bergerak pada malam hari. Galaxy S26 Ultra disebut tetap stabil saat dipakai merekam sambil berjalan di tengah kerumunan.

Fitur Super Steady dengan opsi Horizontal Lock membantu menjaga video tetap nyaman ditonton. Efek goyangan berlebihan yang sering terasa seperti “mabuk laut” pada rekaman handheld dapat ditekan.

Wajah orang yang lewat, ornamen lampu di langit-langit plaza, dan gerakan para pedagang masih tertangkap bersih. Ini membuat perangkat tersebut terlihat relevan untuk pengguna yang sering membuat video perjalanan tanpa membawa gimbal.

Peran kamera 200MP dan aperture lebih besar

Kemampuan malam Galaxy S26 Ultra tidak hanya mengandalkan software. Samsung membekalinya dengan kamera utama 200MP ber-aperture f/1.4 yang diklaim mampu menangkap cahaya 47% lebih banyak dibanding generasi sebelumnya.

Peningkatan juga hadir pada kamera telephoto 50MP dengan zoom optik 5x. Aperture yang kini menjadi f/2.9, naik dari f/3.4 pada Galaxy S25 Ultra, disebut membantu hasil zoom malam tetap terang dan detail.

Di sisi pemrosesan, Samsung menyematkan AI Image Signal Processor terbaru. Sistem ini bertugas mengurangi noise, menjaga detail kecil, dan mempertahankan warna agar tetap natural.

Untuk video malam, perangkat ini mengandalkan Enhanced Nightography Video. Fitur tersebut memanfaatkan multi-frame processing dan advanced noise reduction agar rekaman tetap bersih meski dibuat di lingkungan sangat gelap.

Dalam pengujian di jalanan menanjak dan area wisata malam Sapa, peningkatan stabilisasi juga terasa jelas. Rekaman tetap nyaman dilihat tanpa shaking berlebihan, bahkan saat pengguna bergerak aktif.

Mode 24MP untuk foto malam

Samsung juga menghadirkan opsi mode 24MP melalui Camera Assistant. Mode ini memakai teknologi pixel-binning untuk menghasilkan foto malam yang lebih bersih dengan dynamic range lebih baik dibanding mode penuh 200MP.

Selain memberi kualitas yang lebih optimal untuk kondisi minim cahaya, mode ini juga membuat ukuran file lebih ringan. Hal itu dinilai lebih praktis untuk pemakaian harian maupun unggahan media sosial.

Kombinasi sensor besar, aperture lebih lebar, pemrosesan AI, dan stabilisasi video generasi baru membuat Galaxy S26 Ultra menonjol pada skenario malam yang sulit. Fokusnya bukan hanya membuat gambar lebih terang, tetapi menjaga agar hasil tetap terlihat alami.

Karakter inilah yang membuat perangkat tersebut cocok untuk traveler dan content creator yang sering merekam suasana kota, kuliner malam, atau pemandangan berkabut. Dalam pengujian di Sapa, Galaxy S26 Ultra memperlihatkan bahwa malam gelap dan berkabut bukan lagi hambatan besar untuk menghasilkan foto dan video yang detail serta tetap enak dilihat.

Source: inet.detik.com

Terkait