Xiaomi Setop Mix Flip, Sinyal Kuat Generasi Ketiga Tak Akan Datang Lagi

Author: Qoo Media

Sinyal paling kuat soal masa depan ponsel lipat Xiaomi justru datang dari kemungkinan yang tidak menyenangkan bagi penggemar seri Mix Flip. Perusahaan asal China itu disebut-sebut menghentikan pengembangan Mix Flip, sehingga peluang hadirnya generasi ketiga tampak makin tipis.

Kabar ini langsung menarik perhatian karena Mix Flip sempat menjadi salah satu lini lipat kompak yang mencuri sorotan. Namun, sampai sekarang Xiaomi belum memberi konfirmasi resmi, sehingga status akhirnya masih menyisakan ruang untuk perubahan strategi.

Isu penghentian pengembangan itu pertama kali ramai setelah sebuah laporan yang dikutip Gizmochina pada awal Mei 2026. Sumber percakapan awalnya muncul di Weibo, ketika seorang pengguna bertanya kepada tipster Digital Chat Station soal kemungkinan hadirnya ponsel lipat kompak terbaru dari Xiaomi tahun ini.

Jawaban Digital Chat Station sangat singkat, tetapi tegas. Ia menyebut Xiaomi telah menghentikan pengembangan seri Mix Flip, dan pernyataan itu langsung memicu spekulasi di kalangan pengamat teknologi.

Mengapa Xiaomi tampak mundur dari Mix Flip

Jika kabar tersebut benar, alasan utamanya berkaitan dengan kondisi pasar ponsel lipat bergaya flip. Segmen ini memang tumbuh secara global, tetapi skalanya masih kecil dibandingkan ponsel konvensional.

Biaya produksi perangkat lipat, terutama model flip, juga masih tinggi. Akibatnya, harga jual ikut melambung dan tidak semua konsumen tertarik untuk membeli, sehingga ruang keuntungan jangka panjang menjadi terbatas.

Situasi ini membuat ponsel flip terlihat menarik secara desain, tetapi belum sepenuhnya kuat sebagai mesin bisnis. Karena itu, keputusan untuk memperlambat atau menghentikan satu lini produk tidak terasa terlalu aneh di tengah pasar yang masih berhitung.

Bukan hanya Xiaomi yang melambat

Xiaomi ternyata bukan satu-satunya merek yang menunjukkan sikap hati-hati di segmen ini. Honor belum memperlihatkan tanda-tanda akan melanjutkan lini flip setelah Honor V Flip 2.

Pola serupa juga terlihat pada Vivo dengan seri X Flip. Oppo pun terakhir kali merilis Find N3 Flip pada 2023, dan setelah itu belum ada tanda kuat mengenai penerusnya.

Kondisi tersebut memperkuat kesan bahwa pasar ponsel flip belum cukup matang untuk ekspansi besar-besaran. Banyak brand tampak memilih menunggu momentum yang lebih tepat ketimbang terus menggelontorkan produk baru.

Motorola justru mengambil arah berbeda

Di tengah sikap hati-hati para pesaing, Motorola terlihat lebih agresif. Perusahaan itu baru merilis beberapa perangkat sekaligus, termasuk Razr 70, Razr 70+, dan Razr 70 Ultra.

Langkah itu menunjukkan Motorola masih melihat peluang besar di pasar ponsel lipat kompak. Strategi ini juga membuatnya menonjol di antara merek lain yang cenderung menahan ekspansi.

Arah Xiaomi bisa bergeser ke model lipat buku

Meski Mix Flip 3 berpotensi tidak hadir, Xiaomi tidak lantas meninggalkan pasar ponsel lipat. Perusahaan itu justru diperkirakan akan memusatkan perhatian pada model lipat horizontal bergaya buku.

Model seperti ini dinilai lebih fungsional untuk produktivitas dan multitasking. Selain itu, segmen tersebut dianggap memiliki pasar yang lebih stabil dibandingkan model flip.

Berdasarkan rumor yang beredar, Xiaomi tengah menyiapkan perangkat lipat horizontal baru yang kemungkinan meluncur pada pertengahan tahun, sekitar Juli atau Agustus 2026. Perangkat itu juga dikabarkan membawa chipset terbaru buatan Xiaomi sendiri, Xring O3.

Jika rumor itu tepat, langkah tersebut bisa menjadi bagian dari strategi yang lebih luas. Xiaomi tampaknya ingin fokus pada lini yang dinilai lebih menjanjikan secara bisnis, sambil tetap menjaga posisinya di pasar perangkat lipat kelas atas.

Bagi penggemar Mix Flip, kabar ini memang terdengar mengecewakan. Namun, dinamika industri teknologi sering bergerak cepat, dan perusahaan kerap mengubah arah ketika pasar memberi sinyal yang kurang mendukung.

Source: www.gadgetdiva.id
Terbaru