Snapdragon 4 Gen 5 Melonjak 77 Persen, HP Murah Kini Tak Lagi Terasa Murahan

Author: Qoo Media

Qualcomm memperkenalkan dua chipset baru untuk ponsel Android kelas menengah dan entry-level, yakni Snapdragon 6 Gen 5 dan Snapdragon 4 Gen 5, dalam ajang Snapdragon For India. Fokus utamanya jelas: membuat pengalaman harian di ponsel murah dan menengah terasa lebih mulus, mulai dari buka aplikasi yang lebih cepat hingga layar yang lebih minim stutter.

Menurut Qualcomm, kedua chip ini sama-sama dirancang untuk menekan screen stutter hingga 25% dan mempercepat peluncuran aplikasi hingga 43%. Klaim itu penting karena dua aspek tersebut paling sering terasa langsung oleh pengguna, terutama di segmen harga yang sensitif terhadap performa.

Di atas kertas, Snapdragon 6 Gen 5 menjadi sorotan utama di kelas menengah. Chip ini diproduksi dengan proses 4nm dan memakai CPU Kryo octa-core dengan empat inti performa hingga 2,6 GHz serta empat inti efisiensi hingga 2,0 GHz.

Qualcomm juga menyebut GPU Adreno pada Snapdragon 6 Gen 5 menawarkan peningkatan performa 21% dibanding Snapdragon 6 Gen 4. Peningkatan ini diarahkan untuk memberi dorongan pada game, animasi antarmuka, dan tugas grafis harian yang kini makin berat di ponsel mid-range.

Yang menarik, Qualcomm membawa sejumlah fitur Snapdragon Elite Gaming ke seri ini. Dukungan itu mencakup HDR gaming, Qualcomm Adaptive Performance Engine 4.0, Snapdragon Game Super Resolution, dan teknologi Qualcomm Frames Per Second 3.0.

Langkah ini menunjukkan bahwa fitur yang dulu lebih identik dengan chip premium kini mulai turun ke kelas lebih terjangkau. Bagi pengguna, dampaknya bukan hanya pada angka benchmark, tetapi juga pada stabilitas frame dan kualitas visual saat bermain game.

Snapdragon 6 Gen 5 juga dibekali fitur berbasis AI untuk night vision. Selain itu, chip ini mendukung Wi‑Fi 7, Bluetooth 6.0, dan teknologi Qualcomm XPAN untuk audio nirkabel yang tetap tersambung saat berpindah ruangan.

Di sisi konektivitas seluler, Snapdragon 6 Gen 5 menjadi yang pertama di seri 6 yang memakai modem 5G Release 17. Modem ini mendukung FDD Power Class 2 untuk uplink, yang menurut Qualcomm membantu menghadirkan kecepatan unggah lebih tinggi.

Peningkatan uplink ini relevan karena performa upload sering kali luput dari perhatian saat membahas jaringan 5G di ponsel kelas menengah. Dengan dukungan modem yang lebih baru, Qualcomm tampak ingin memperkuat pengalaman pemakaian saat unggah foto, video, atau melakukan panggilan video.

Sementara itu, Snapdragon 4 Gen 5 menyasar ponsel Android budget. Meski berada di kelas yang lebih rendah, Qualcomm tetap menonjolkan lompatan performa yang agresif, terutama pada efisiensi daya dan kemampuan grafis.

Qualcomm menyebut Snapdragon 4 Gen 5 menawarkan penghematan daya 10% lebih baik. Chip ini juga diklaim menekan screen stutter hingga 25% dan mempercepat pembukaan aplikasi hingga 43%, sama seperti saudaranya di seri 6.

Peningkatan paling mencolok pada Snapdragon 4 Gen 5 ada di GPU. Qualcomm menyebut GPU Adreno pada chip ini meningkat 77% dibanding generasi sebelumnya dan membuka dukungan gameplay hingga 90 FPS di segmen budget.

Untuk CPU, Snapdragon 4 Gen 5 juga dibangun dengan proses 4nm. Konfigurasinya terdiri dari dua inti performa hingga 2,4 GHz dan enam inti efisiensi hingga 2,0 GHz.

Di kelas entry-level, kombinasi fabrikasi 4nm dan klaim efisiensi daya yang lebih baik bisa menjadi nilai jual besar. Pabrikan ponsel biasanya mengejar keseimbangan antara masa pakai baterai, panas, dan performa harian, dan spesifikasi ini ditujukan ke arah tersebut.

Qualcomm turut membekali Snapdragon 4 Gen 5 dengan modem 5G Release 17. Chip ini juga membawa Qualcomm Smart Network Select 3.0 yang secara otomatis menghubungkan perangkat ke sinyal terkuat.

Ada satu pencapaian penting lain di seri ini. Snapdragon 4 Gen 5 menjadi yang pertama di lini tersebut yang mendukung Dual SIM Dual Active 5G, fitur yang dapat memberi fleksibilitas lebih bagi pengguna yang mengandalkan dua nomor aktif sekaligus.

Di sisi pemrosesan gambar, Qualcomm menyebut ada peningkatan pada autofocus, auto white balance, auto exposure, face detection, dan EIS. Perbaikan seperti ini penting untuk ponsel murah karena kualitas kamera sering sangat bergantung pada optimasi ISP, bukan hanya sensor.

Untuk audio, Snapdragon 4 Gen 5 mendukung streaming musik 96kHz. Soal konektivitas lokal, chip ini membawa Wi‑Fi 5 dan Bluetooth 5.1.

Jika dilihat berdampingan, kedua chipset ini memperlihatkan strategi Qualcomm yang cukup jelas. Snapdragon 6 Gen 5 mengangkat fitur gaming, audio, dan konektivitas yang lebih premium ke kelas menengah, sementara Snapdragon 4 Gen 5 berusaha membuat ponsel budget terasa lebih responsif dan lebih siap untuk 5G modern.

Perbedaan dukungan konektivitas juga mempertegas segmentasi keduanya. Snapdragon 6 Gen 5 hadir dengan Wi‑Fi 7 dan Bluetooth 6.0, sedangkan Snapdragon 4 Gen 5 tetap berada di Wi‑Fi 5 dan Bluetooth 5.1, namun sama-sama sudah mengadopsi modem 5G Release 17.

Bagi pasar Android yang sangat ramai di segmen menengah dan budget, pembaruan seperti ini berpotensi lebih terasa daripada sekadar kenaikan angka CPU. Pengguna cenderung akan melihat dampaknya lewat ponsel yang lebih cepat membuka aplikasi, lebih mulus saat digulir, dan lebih stabil untuk bermain game maupun terhubung ke jaringan 5G.

Source: gadgets.beebom.com
Terbaru