Android Kini Bisa Kirim File ke iPhone, Google Juga Menyulap Chrome dan Mobil Jadi Lebih Cerdas

Google memamerkan gelombang pembaruan besar untuk Android lewat The Android Show: I/O Edition, dengan fokus yang paling menonjol pada cara berbagi file lintas platform dan fitur AI yang makin dalam di perangkat mobile. Acara virtual ini menjadi panggung awal untuk menunjukkan bagaimana Android akan berubah di ponsel, mobil, dan layanan harian pengguna sepanjang tahun ini.

Sorotan terbesarnya datang dari Quick Share yang kini akan bekerja dengan AirDrop. Langkah ini membuka jalur berbagi file lebih cepat dari perangkat Android ke iPhone, sebuah perubahan yang bisa langsung terasa bagi pengguna yang hidup di ekosistem campuran.

Google menyelenggarakan acara ini sebagai bagian dari rangkaian Google I/O, sementara konferensi utamanya dijadwalkan terpisah pada 19 dan 20 Mei. Ini juga menjadi tahun kedua berturut-turut Google menggelar ajang virtual khusus untuk memamerkan peningkatan Android di berbagai jenis perangkat.

Sebagian fitur yang diperlihatkan sebenarnya sudah sempat diketahui lebih dulu karena siklus pengembangan Android yang dimajukan. Namun, presentasi kali ini memberi gambaran lebih jelas soal fitur yang akan diluncurkan secara resmi tahun ini, termasuk beberapa yang baru pertama kali diungkap.

Quick Share makin terbuka

Fitur interoperabilitas Quick Share dengan AirDrop pertama kali dilaporkan pada Januari, lalu sempat digoda Google pada bulan berikutnya. Dengan kemampuan baru ini, pengguna Android dapat mengirim file ke iPhone secara lebih praktis tanpa perlu solusi tambahan yang rumit.

Google menyebut fitur ini akan mulai hadir bersama seri Pixel 10. Setelah itu, dukungan akan diperluas ke model tertentu dari Samsung, Oppo, OnePlus, Vivo, Xiaomi, dan Honor pada tahun ini.

Bagi pengguna yang belum memiliki perangkat kompatibel, Google menyiapkan alternatif lewat Quick Share berbasis kode QR. Di ponsel Android apa pun, pengguna dapat membuat QR code untuk berbagi file ke perangkat iOS melalui cloud secara instan.

Google juga berencana membawa alat ini ke dalam aplikasi pihak ketiga. WhatsApp termasuk yang disebut akan kebagian integrasi tersebut.

AI Chrome masuk Android

Mulai bulan depan, Google akan membawa fitur AI ke Chrome untuk Android. Sejumlah kemampuan Gemini yang lebih dulu hadir di Chrome awal tahun ini kini akan ditanamkan ke aplikasi mobile.

Didukung Gemini 3.1, pengguna nantinya bisa mengajukan pertanyaan tentang halaman web yang sedang dibuka. AI itu juga dapat merangkum artikel panjang dan menjelaskan topik rumit tanpa perlu berpindah aplikasi.

Google menambahkan kemampuan agentic yang membuat AI bisa membantu menjalankan tindakan tertentu. Sistem ini dapat menambahkan acara ke kalender, menyimpan resep ke Keep, atau mencari informasi spesifik di Gmail.

Fitur lain bernama Nano Banana memungkinkan pengguna membuat visual personal atau menyesuaikan gambar dari web. Sementara itu, auto browse hadir sebagai agen AI yang dapat menangani tugas bertahap seperti belanja, mengisi formulir, dan pemesanan dengan menavigasi situs atas nama pengguna.

Auto browse tidak akan tersedia di India pada peluncuran awal. Detail ini menjadi salah satu batasan regional yang disebut Google dalam presentasinya.

Android Auto dapat perombakan besar

Di sektor otomotif, Google menyiapkan pembaruan besar untuk Android Auto. Sistem ini akan menampilkan Google Maps tepi ke tepi di dashboard dan membawa bahasa desain Material 3 Expressive ke mobil.

Perubahan itu berarti sistem infotainment akan mendapat tipografi yang lebih ekspresif, animasi yang lebih mulus, dan wallpaper baru. Tujuannya adalah membuat pengalaman visual di mobil terasa lebih modern dan mudah dipahami saat berkendara.

Fitur paling menonjol di sini adalah Immersive Navigation. Ini merupakan tampilan 3D di Google Maps yang menampilkan gedung, jalan layang, dan kontur medan dengan visual yang lebih hidup.

Saat kendaraan bergerak, sistem akan otomatis menyorot lajur, lampu lalu lintas, dan rambu berhenti. Google menempatkan fitur ini sebagai alat untuk mengurangi kebingungan di jalan.

Android Auto juga untuk pertama kalinya akan mendukung YouTube dan aplikasi serupa. Saat mobil dalam posisi parkir, pengguna di kendaraan kompatibel dapat menonton video full-HD hingga 60fps pada akhir tahun ini.

Sejumlah merek yang disebut akan menghadirkan dukungan ini meliputi BMW, Ford, Genesis, Hyundai, Kia, Mahindra, Mercedes-Benz, Renault, Škoda, Tata, dan Volvo. Saat pengemudi memindahkan posisi dari parkir ke mode jalan, video akan berpindah mulus menjadi audio saja pada aplikasi yang mendukung audio latar.

Selain itu, Android Auto juga akan mendukung Dolby Atmos di kendaraan tertentu. Google juga menambahkan perangkat Gemini Intelligence ke dalam pengalaman ini.

Fitur sosial dan kamera ikut diperluas

Google turut membawa emoji baru ke Android dan mendesain ulang sejumlah emoji lama. Gelombang awalnya akan lebih dulu hadir di perangkat Pixel yang kompatibel.

Fitur baru lain bernama Screen Reactions juga pertama kali meluncur ke Pixel pada musim panas ini. Alat ini memungkinkan pengguna merekam diri mereka dan layar secara bersamaan, sehingga reaksi bisa langsung ditumpuk di atas klip.

Google juga menggandeng Meta untuk mempermudah berbagi foto ke Instagram. Android di ponsel flagship akan segera menawarkan ultra HDR capture, stabilisasi video bawaan, dan dukungan night sight saat mengunggah gambar ke platform tersebut.

Selain itu, aplikasi Edits akan diintegrasikan lebih dekat dengan Android. Langkah ini menunjukkan bahwa pembaruan Android tahun ini tidak hanya menyentuh sistem inti, tetapi juga pengalaman kreatif dan sosial yang lebih sering dipakai pengguna sehari-hari.

Source: www.gadgets360.com
Terkait