Xiaomi kembali memanaskan segmen ponsel entry-level di Indonesia lewat Redmi A7 Pro dan Poco C81 Pro. Yang menarik, keduanya pada dasarnya adalah “saudara kembar” dengan spesifikasi nyaris sama, tetapi tampil dengan identitas desain dan harga yang berbeda.
Bagi calon pembeli, selisih utama justru bukan di performa atau kamera, melainkan pada rupa belakang ponsel dan banderol resmi. Poco C81 Pro dipasarkan Rp 100.000 lebih murah dibanding Redmi A7 Pro pada masing-masing varian memori.
Desain jadi pembeda utama
Redmi A7 Pro hadir dengan pilihan warna yang lebih banyak, yakni Mist Blue, Palm Green, Sunset Orange, dan Black. Dari empat opsi itu, Palm Green dan Sunset Orange menjadi varian yang paling menonjol karena membawa motif khas pada panel belakang.
Palm Green mengusung corak ala dedaunan dengan nuansa hijau muda yang terlihat segar. Sementara Sunset Orange menampilkan motif mirip ombak berwarna putih dengan dominasi oranye yang tidak terlalu mencolok.
Adapun Mist Blue tampil sebagai warna biru laut yang lebih umum. Varian Black juga hadir sebagai pilihan hitam konvensional yang lazim ditemui pada banyak ponsel.
Poco C81 Pro mengambil pendekatan yang lebih sederhana. Ponsel ini hanya tersedia dalam tiga warna, yakni Green, Black, dan Gold, tanpa varian motif spesial seperti pada Redmi A7 Pro.
Meski demikian, Poco tetap memberi sentuhan visual berbeda pada bagian belakang. Punggung Poco C81 Pro dihiasi aksen huruf-huruf yang membentuk logo khas Poco, sehingga tampilannya tetap mudah dibedakan dari Redmi.
Harga resmi di Indonesia
Perbedaan berikutnya ada pada harga jual. Untuk dua varian memori yang sama, Poco C81 Pro selalu lebih murah Rp 100.000 dibanding Redmi A7 Pro.
Berikut harga resmi keduanya di Indonesia:
| Model | Varian | Harga |
|---|---|---|
| Redmi A7 Pro | 4/64 GB | Rp 1.649.000 |
| Redmi A7 Pro | 4/128 GB | Rp 1.799.000 |
| Poco C81 Pro | 4/64 GB | Rp 1.549.000 |
| Poco C81 Pro | 4/128 GB | Rp 1.699.000 |
Dengan skema ini, pilihan konsumen menjadi cukup jelas. Pengguna yang mengejar harga lebih rendah bisa melirik Poco C81 Pro, sedangkan yang ingin opsi warna lebih berani dapat mempertimbangkan Redmi A7 Pro.
Spesifikasi yang nyaris identik
Di luar desain dan harga, kedua ponsel membawa paket perangkat keras yang sama. Redmi A7 Pro dan Poco C81 Pro sama-sama memakai layar LCD 6,9 inci dengan resolusi HD Plus 1.600 x 720 piksel.
Panel tersebut sudah mendukung refresh rate hingga 120 Hz. Tingkat kecerahannya juga mencapai 800 nit dalam mode HBM atau High Brightness Mode.
Untuk dapur pacu, keduanya ditenagai chipset Unisoc T7250 dengan fabrikasi 12 nm. Prosesor ini mengusung konfigurasi delapan inti yang terdiri dari dua inti Cortex-A75 1,8 GHz dan enam inti Cortex-A55 1,6 GHz.
Pengolah grafis yang dipakai juga sama, yaitu Mali-G57. Artinya, tidak ada pembeda performa inti antara Redmi A7 Pro dan Poco C81 Pro dari sisi chipset maupun GPU.
Pilihan memorinya pun identik. Xiaomi menyediakan RAM 4 GB dengan penyimpanan 64 GB, serta RAM 4 GB dengan storage 128 GB pada kedua model ini.
Keduanya juga mendukung ekspansi RAM virtual hingga 8 GB. Fitur ini memberi ruang tambahan secara virtual untuk membantu kebutuhan multitasking ringan.
Kamera, baterai, dan fitur pendukung
Pada sektor fotografi, Redmi A7 Pro dan Poco C81 Pro sama-sama dibekali kamera utama 13 MP di bagian belakang. Modul belakang itu ditemani sensor tambahan, sementara kamera depannya beresolusi 8 MP.
Susunan kameranya juga serupa. Kamera belakang disusun vertikal, sedangkan kamera depan ditempatkan dalam notch berbentuk huruf “V”.
Daya tahan menjadi salah satu nilai jual utama di kelas ini. Kedua perangkat dibekali baterai 6.000 mAh dan mendukung fast charging 15 watt.
Fitur lain yang dibawa juga sama lengkapnya untuk kelas harga Rp 1 jutaan. Xiaomi menyematkan sensor sidik jari di samping, jack audio 3,5 mm, Bluetooth 5.2, dan sistem operasi HyperOS 3.
Xiaomi juga membekali dua ponsel ini dengan sejumlah fitur AI. Di antaranya ada Google Gemini, Circle to Search with Google, dan AI Sky.
Dengan komposisi seperti ini, Redmi A7 Pro dan Poco C81 Pro tampil sebagai dua opsi dengan fondasi hardware yang praktis setara. Pilihannya akhirnya kembali pada dua hal paling nyata di mata konsumen: desain belakang yang berbeda karakter dan harga yang terpaut Rp 100.000.
Source: tekno.kompas.com






