IHSG Menguat 1,43 Persen Saat Sesi I Ditutup, Saham Prajogo Mengerek Pasar

IHSG mengakhiri sesi I perdagangan Jumat dengan penguatan cukup solid. Indeks Harga Saham Gabungan naik 87,69 poin atau 1,43 persen ke level 6.217,8, didorong lonjakan pada sejumlah saham unggulan di papan utama.

Pergerakan pasar juga menunjukkan aktivitas transaksi yang tinggi. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan mencapai 20,28 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 16,04 triliun dan frekuensi transaksi 1,3 juta kali.

Saham-saham unggulan jadi penopang

Kenaikan IHSG pada sesi I tidak lepas dari menguatnya sejumlah saham milik konglomerat Prajogo Pangestu. Saham BREN, CUAN, dan BRPT masuk daftar top gainers dan memberi dorongan kuat pada indeks.

BREN tercatat melonjak 25 persen ke level Rp 3.300. CUAN menyusul dengan kenaikan 24,75 persen ke Rp 630, sedangkan BRPT menguat 23,15 persen ke Rp 1.915.

Selain ketiga saham tersebut, BHAT dan BUVA juga masuk jajaran penguat terbesar. BHAT naik 24,69 persen ke Rp 1.010, sementara BUVA menguat 24,59 persen ke Rp 760.

Mayoritas sektor ikut bergerak positif

Penguatan IHSG juga ditopang oleh mayoritas sektor yang berada di zona hijau. Sektor barang baku menjadi pendorong terbesar dengan kenaikan 4,69 persen.

Setelah itu, sektor infrastruktur naik 3,18 persen dan sektor energi menguat 3,01 persen. Sektor barang konsumen primer juga naik 2,26 persen, disusul perindustrian sebesar 1,15 persen, teknologi 0,95 persen, dan transportasi 0,72 persen.

Di sisi lain, beberapa sektor masih tertekan. Sektor keuangan turun 0,24 persen, sektor barang konsumen non-primer melemah 0,22 persen, sektor properti terkoreksi 0,17 persen, dan sektor kesehatan turun tipis 0,07 persen.

Masih ada saham yang terkoreksi tajam

Di tengah penguatan pasar, sejumlah saham tetap bergerak berlawanan arah dan masuk daftar top losers. ASPR turun 14,76 persen ke Rp 179, TALF melemah 14,46 persen ke Rp 710, dan MGNA terkoreksi 14,41 persen ke Rp 101.

PMUI juga turun 14,29 persen ke Rp 72, sedangkan UNIC melemah 13,84 persen ke Rp 13.225. Kondisi ini menunjukkan penguatan IHSG pada sesi I masih ditopang oleh saham-saham tertentu, sementara sebagian saham lain justru berada dalam tekanan jual yang cukup dalam.

Source: www.beritasatu.com
Terkait