Honor Kembali Main Aman Di Entry-Level, Cara Baru Merebut Kepercayaan Konsumen Indonesia

Honor sedang bergerak untuk mengubah keraguan pasar menjadi kepercayaan yang lebih kuat di Indonesia. Perusahaan ini menempatkan penetrasi ke segmen entry-level sebagai senjata utama untuk menunjukkan bahwa kehadirannya di Tanah Air bukan sekadar singgah sementara.

Langkah itu penting karena Honor masih harus menghadapi pertanyaan lama dari konsumen tentang keberlangsungan brand setelah mundur dari pasar domestik pada 2019. Kini, distributor resminya menekankan transparansi operasional dan komitmen jangka panjang agar mitra serta pelanggan merasa lebih yakin.

Aryo Meidianto Aji, Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia selaku distributor Honor di Indonesia, menyebut masih banyak pengguna yang ragu apakah brand ini benar-benar ada dan akan bertahan. Menurut dia, keraguan itu muncul karena Honor sempat pergi, lalu kembali lagi, sementara distribusinya juga berjalan lagi dari awal.

“Honor enggak akan ke mana-mana. Honor akan ada di Indonesia, cuma memang transformasi pasti memakan waktu,” ujar Aryo. Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa proses membangun kembali posisi merek memang tidak bisa selesai dalam waktu singkat.

Fokus ke pasar bawah dulu

Alih-alih langsung mengejar kelas premium, Honor memilih memperkuat posisi di segmen entry-level dan mid-range. Strategi ini dipilih karena basis konsumen terbesar di Indonesia berada pada perangkat dengan harga terjangkau.

Aryo menilai sejumlah merek kerap keliru saat terlalu cepat bergerak ke pasar atas tanpa fondasi kuat di pasar bawah. Karena itu, Honor memilih untuk lebih dulu fokus pada produk yang benar-benar diminati dan banyak dibeli konsumen.

“Kami lebih berpikiran untuk benar-benar fokus ke perangkat yang banyak disukai dan dibeli konsumen terlebih dahulu,” kata Aryo. Dengan pendekatan ini, Honor ingin membangun kebiasaan beli yang konsisten sekaligus memperkuat kepercayaan pasar dari bawah.

Produk jadi alat pembuktian

Strategi tersebut mulai terlihat lewat lini perangkat yang sudah dibawa ke pasar. Honor X6c hadir dengan harga Rp 2,99 juta dan membawa baterai 5.300 mAh serta sertifikasi tahan banting SGS.

Di kelas yang lebih tinggi, Honor X7c diposisikan untuk segmen profesional. Ponsel ini menawarkan kamera 108 MP, penyimpanan 512 GB, dan banderol Rp 4,5 juta.

Kehadiran dua model ini menunjukkan arah yang cukup jelas, yakni membangun volume dari kelas terjangkau sambil tetap menyediakan opsi yang lebih tinggi. Pola itu sejalan dengan upaya Honor untuk memperlihatkan bahwa mereka tidak hanya hadir, tetapi juga serius mengisi kebutuhan pasar yang paling besar.

Layanan purna jual ikut diperkuat

Selain produk, Honor juga menaruh perhatian pada layanan purna jual. Perusahaan kini menyediakan lebih dari 10 titik servis di berbagai wilayah untuk memberi rasa aman kepada pengguna.

Untuk wilayah luar kota, Honor bekerja sama dengan Unicom. Skema ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan agar konsumen tidak hanya bergantung pada pusat kota besar.

Di tengah persaingan yang ketat, langkah Honor menegaskan satu hal: kepercayaan konsumen tidak hanya dibangun lewat spesifikasi perangkat, tetapi juga lewat kehadiran yang konsisten, harga yang masuk akal, dan layanan yang mudah diakses. Dengan kombinasi itu, Honor berupaya menunjukkan bahwa penetrasi pasar entry-level bisa menjadi pintu masuk untuk membangun posisi yang lebih solid di Indonesia.

Berita Terkait

Back to top button