WhatsApp Buka Ruang Curhat ke Meta AI, Janjinya Bahkan Meta Tak Bisa Mengintip

WhatsApp memperkenalkan fitur baru bernama Obrolan Incognito dengan Meta AI. Fitur ini menonjol karena dijanjikan memberi ruang bagi pengguna untuk membahas hal-hal pribadi dan sensitif dengan AI tanpa bisa diintip oleh WhatsApp maupun Meta.

Langkah ini menarik perhatian karena percakapan dengan AI kini makin sering dipakai untuk membahas urusan yang tidak ringan. Mulai dari pertanyaan medis, keuangan, sampai masalah hubungan, semua disebut menjadi alasan mengapa privasi percakapan dengan AI dinilai semakin penting.

Menurut WhatsApp, Obrolan Incognito dirancang agar percakapan diproses di lingkungan yang aman. Percakapan itu juga akan hilang saat pengguna keluar dari obrolan di perangkat dan teknologi pemrosesan pribadi yang dipakai sistem.

Alice Newton-Rex, VP & Head of Product WhatsApp, mengatakan pesan dalam obrolan ini dienkripsi antara pengguna dan Meta AI. Dengan skema itu, Meta dan WhatsApp diklaim tidak dapat mengakses isi pesan yang dikirim ke AI.

Fokus pada percakapan sensitif

WhatsApp menilai kebutuhan akan mode seperti ini muncul karena banyak orang mulai memakai AI untuk meminta saran yang sangat personal. Pengguna disebut bisa meminta bantuan untuk menyusun respons atas suatu situasi, mencari cara menghadapi masalah sulit, atau membahas persoalan yang biasanya hanya dibicarakan dengan orang terdekat.

Menurut Alice, percakapan seperti itu layak mendapat perlindungan yang setara dengan chat pribadi di WhatsApp. Karena itu, perusahaan membawa pendekatan privasi yang lebih ketat ke interaksi pengguna dengan Meta AI.

Klaim paling menonjol dari fitur ini ada pada cara pemrosesan data dilakukan. Meta AI disebut memproses permintaan pengguna secara pribadi di dalam mesin virtual rahasia atau secret virtual machine.

WhatsApp menjelaskan sistem itu dibuat dengan cara yang membuat mereka tidak mungkin melihat isi di dalam proses tersebut. Sistem itu juga diklaim tidak memungkinkan perusahaan mengetahui permintaan berasal dari pengguna mana dan dikirim ke mesin mana.

Setelah AI menghasilkan jawaban, respons akan dikirim kembali ke perangkat pengguna. Jawaban itu disebut dienkripsi menggunakan kunci sementara yang hanya dapat diakses oleh perangkat pengguna dan mesin virtual yang ditetapkan secara acak.

WhatsApp juga menegaskan Meta AI tidak mempertahankan akses ke permintaan atau respons setelah sesi selesai. Artinya, setelah percakapan berakhir, akses terhadap isi interaksi itu tidak disimpan untuk terus dibaca kembali oleh sistem perusahaan.

Dibuat dengan klaim transparansi

Selain menjanjikan privasi teknis, WhatsApp juga menekankan aspek transparansi. Alice mengatakan sistem ini dibangun dengan jaminan transparansi yang dapat ditegakkan dan dapat diverifikasi oleh komunitas keamanan independen.

Pernyataan itu penting karena model perlindungan seperti ini menuntut kepercayaan pengguna. Dengan membuka ruang verifikasi oleh pihak keamanan independen, WhatsApp berupaya menunjukkan bahwa klaim privasi pada Obrolan Incognito tidak hanya bergantung pada janji perusahaan semata.

Di sisi lain, WhatsApp mengakui tetap menerapkan pembatasan untuk topik yang berpotensi merugikan. Meski isi percakapan tidak bisa dipantau lewat pemrosesan pribadi, perusahaan menyebut sudah menanamkan perlindungan pada model dan sistem agar menolak permintaan yang dapat membahayakan.

Pendekatan ini menunjukkan WhatsApp mencoba menjaga dua hal sekaligus. Di satu sisi, percakapan pribadi dengan AI dibuat lebih tertutup, tetapi di sisi lain sistem tetap dibangun agar tidak melayani permintaan yang dianggap berisiko.

Cara mengakses fitur

Untuk memakai fitur ini, pengguna hanya perlu masuk ke mode Obrolan Incognito yang tersedia di WhatsApp. Alice mengatakan prosesnya tidak sulit dan hanya memerlukan beberapa sentuhan di layar.

Kemudahan akses itu berpotensi membuat fitur ini cepat dipakai oleh banyak orang. Terlebih, WhatsApp menyebut layanan mereka telah menjangkau lebih dari 3 miliar pengguna di seluruh dunia, sehingga fitur privasi baru semacam ini berpeluang berdampak luas.

Kehadiran Obrolan Incognito juga membuat WhatsApp mengambil posisi berbeda dibanding sejumlah aplikasi lain yang sudah lebih dulu menghadirkan mode bergaya incognito. Menurut perusahaan, pada layanan lain, penyedia aplikasi masih bisa melihat pertanyaan yang masuk dan jawaban yang keluar.

Dengan pendekatan baru ini, WhatsApp mencoba menempatkan privasi sebagai nilai jual utama untuk penggunaan AI di aplikasi percakapan. Bagi pengguna yang ingin curhat, meminta saran, atau membahas topik sensitif tanpa merasa diawasi platform, fitur ini menjadi perubahan penting dalam cara AI hadir di ruang chat pribadi.

Source: inet.detik.com

Berita Terkait

Back to top button