Apple kini semakin agresif mendorong pemilik iPhone untuk pindah ke iOS 26. Langkah itu muncul ketika iOS 18 mulai diperlakukan sebagai software lama, sementara pembaruan terbaru Apple memperlihatkan bahwa jalur aman yang paling kuat ada di sistem operasi generasi baru.
Situasinya bermula dari strategi dua jalur yang Apple pakai sejak iOS 26 meluncur di September 2025. Saat itu, Apple tetap merilis pembaruan iOS 18 untuk memberi ruang bagi pengguna yang ingin menunggu sambil tetap menerima update keamanan.
Dua jalur, satu arah yang makin jelas
Masalahnya, dukungan iOS 18 untuk iPhone yang lebih baru tidak berlangsung lama. Apple menghentikan pembaruan iOS 18 untuk model dari iPhone 11 series ke atas pada akhir 2025, sehingga pengguna di perangkat tersebut pada dasarnya harus memilih antara naik ke iOS 26 atau bertahan di sistem lama dengan perlindungan yang lebih terbatas.
Apple masih mempertahankan update iOS 18 untuk tiga model yang lebih tua, yaitu iPhone XS, iPhone XS Max, dan iPhone XR. Namun pembaruan itu kini makin spesifik, dan tidak lagi menjadi jalur utama bagi mayoritas pengguna iPhone yang masih memakai perangkat yang lebih baru.
Kondisi ini makin terlihat saat iOS 26.5 dirilis pada Senin, 11 Mei. Pada saat yang sama, Apple juga merilis iOS 18.7.9, tetapi pembaruan itu hanya kompatibel dengan tiga model lama tersebut.
Fokus Apple bergeser ke keamanan
Apple tampaknya menilai bahwa perangkat yang bisa menjalankan iOS 26 sebaiknya langsung berpindah ke versi terbaru. Dorongan itu tidak hanya soal fitur baru, tetapi juga soal keamanan yang dinilai lebih kuat di jalur iOS 26.
Dua rilis iOS 18 yang sempat mengejutkan, yakni iOS 18.7.7 dan iOS 18.7.8, memang dibuat untuk model yang lebih baru juga. Apple melakukan itu karena konten keamanannya dianggap sangat penting, sehingga perusahaan tidak ingin pengguna yang menolak iOS 26 tetap rentan terhadap serangan.
Respons Apple terkait erat dengan ancaman keamanan tertentu, termasuk eksploit DarkSword dan Coruna. Celah ini memungkinkan penyerang mencuri data sensitif, seperti informasi dompet kripto dan pesan, hanya dengan memancing pengguna membuka situs yang sudah disusupi.
Meski pembaruan terbaru menutup lebih dari 60 celah keamanan, Apple tampaknya menilai ancaman itu tidak setajam DarkSword. Karena itu, iOS 18.7.9 tidak dibuka untuk perangkat terbaru yang sebenarnya sudah bisa menjalankan iOS 26.
iOS 18 mulai jadi pilihan yang makin sempit
Bagi pengguna iPhone yang masih bertahan di iOS 18, ruang geraknya kini semakin kecil. Pembaruan keamanan masih tersedia, tetapi hanya untuk kelompok perangkat tertentu, sementara perangkat yang kompatibel dengan iOS 26 didorong untuk masuk ke jalur utama pembaruan.
Sebagian pengguna memang sempat menahan diri karena belum siap dengan desain Liquid Glass di iOS 26. Namun kini mayoritas pengguna sudah berada di iOS 26, meski masih ada banyak iPhone yang belum ikut pindah.
Apple juga terus menambahkan alasan praktis untuk upgrade. Sistem terbaru menawarkan perlindungan keamanan, sekaligus fitur baru seperti pesan terenkripsi antara Android dan iPhone yang baru saja aktif.
Menjelang siklus berikutnya
Dorongan ke iOS 26 datang di saat Apple sudah semakin dekat dengan siklus berikutnya. WWDC pada 8 Juni akan menjadi panggung untuk iOS 27, sebelum sistem itu dirilis pada September.
Dengan jadwal itu, pesan Apple menjadi semakin tegas: perangkat yang masih mampu menjalankan iOS 26 sebaiknya segera pindah, karena iOS 18 kini perlahan berubah dari opsi transisi menjadi software legacy yang dukungannya makin terbatas.







